Latest Entries »

Surga oh.. Surga..

DIALOG AKU DAN NURANI


    Aku : Mengapa orang mesti beragama?
    Nurani : Siapa yang mengatakan mesti?
    Aku : Sejak kecil aku dinasehati untuk menjadi orang yang taat beragama, karena hanya dengan demikian orang akan masuk surga. 

    Lebih khusus, lagi, aku juga diajari bahwa hanya yang memeluk Islam yang bakal masuk surga.
    Nurani : He, hee…dan engkaupun percaya?
    Aku : Mau tidak mau, karena hanya dengan begitu aku bisa masuk surga. Siapa yang tak ingin masuk surga?
    Nurani : Lantas, apa yang kau maksud dengan surga?
    Aku : Menurut berita yang kuterima, itu adalah sebuah tempat yang teramat indah, yang didalamnya ada kebun yang indah, sungai mengalir di bawahnya, dan yang paling menarik..ada bidadari-bidadari yang teramat cantik…
    Nurani : Ooooo….jadi engkau berjuang menjadi pemeluk agama yang taat agar bisa menikmati semua itu?
    Aku : Ya, kurang lebih begitu….
    Nurani : Bagaimana jika semua itu tak ada? Apakah engkau masih akan taat beragama?
    Aku : Aku belum memikirkannya….
    Nurani : Ternyata…engkau itu pribadi yang tak ikhlash..kau berbuat sesuatu karena ada maunya…

    Aku
    : Bukan begitu…aku hanya mengikuti apa yang diajarkan kepadaku….
    Nurani : He, he…kini engkau berkilah…. Tapi baiklah…apakah yang mengajarkanmu demikian, pernah melihat surga? Apakah mereka tahu pasti bahwa surga itu ada ?
    Aku : Aku tak yakin..yang kutahu.. mereka mengatakan surga itu ada karena itulah yang dikatakan Kitab Suci…
    Nurani : Oh..jadi, diapun belum pernah tahu dan melihat sendiri…..
    Aku : Lalu apa salahnya..bukankah yang dikatakan Kitab Suci itu pasti benar?
    Nurani : Yang bilang salah siapa? 

    Aku hanya ingin tanya, apakah pemahamanmu, dan pemahaman orang-orang yang mengajarimu tentang yang dikatakan di dalam Kitab Suci itu pasti benar?
    Aku : Kalau boleh jujur, kemungkinannya bisa benar ya bisa salah…
    Nurani : Lalu, apa yang bisa menjadi tolak ukur bahwa pemahaman itu benar atau salah..
    Aku : Bukankah..pemahaman terhadap Kitab Suci itu sudah baku ? Bukankah semua ulama memahami bahwa memang surga itu seperti yang dikatakan di dalam kitab suci, dan bahwa itu hanya diperuntukkan bagi orang Islam?
    Nurani : Itulah masalahnya….kamu menganggap sesuatu yang cuma merupakan pemahaman, persepsi, hasil olah pikiran, sebagai sebuah kebenaran yang mutlak dan baku…
    Aku : Lalu…bagaimana semestinya…?
    Nurani : Mari kita bicara tentang sebuah samudera. 

    Menurutmu, bagaimana caranya agar kita bisa tahu tentang samudera itu? Apakah kita sudah punya alat untuk mengetahuinya?
    Aku : Dengan mataku, aku bisa melihat permukaan samudera yang biru… kadang aku bisa melihat kapal berlayar di permukaan samudera itu…
    Nurani : Baik…lalu apa yang ada di balik permukaan samudera itu? Ada apa di kedalamannya?
    Aku : Aku bisa menduga-duga dengan pikiranku..mungkin di dalamnya banyak ikan…mungkin juga ada terumbu karang.. atau barangkali ada kapal selam….
    Nurani : Apakah pasti demikian yang ada di dalam samudera?
    Aku : Ya belum tentu…..
    Nurani : Satu2nya cara untuk mengetahui apa yang sesungguhnya ada di dalam samudera itu kamu harus menyelam..kamu harus masuk ke kedalaman….
    Aku : Tentu saja…
    Nurani : Lalu, bagaimana caranya agar kamu bisa tahu hakikat surga?
    Aku : Pertama, aku sekadar mempercayai apa yang dikatakan oleh orang yang menurutku pintar…

    Kedua, aku gunakan akalku untuk menduga-duga seperti apa surga itu…
    Tapi, jelas, aku memang tak akan tahu banyak tentang surga jika begitu…Yang paling mungkin membuat aku tahu kebenaran surga.. ya aku harus masuk dulu ke situ..aku harus menyaksikannya langsung….
    Nurani : Lalu apa yang menghalangimu untuk melakukannya?
    Aku : Bukankah itu tak perlu? Bukankah sudah ada kitab suci? Bukankah sudah ada ulama yang membimbing kita?
    Nurani : Kalau kau tak lakukan, kau tak akan pernah tahu kebenaran sesungguhnya… kau hanya akan terus dalam praduga, prasangka… bahkan sejatinya, kau juga tak akan tahu apakah yang selama ini kau yakini, yang kau terima sebagai ajaran dari sekian banyak orang yang kau anggap pandai itu, benar atau salah….
    Aku : Kamu benar…..tapi mungkinkah?
    Nurani : Di dalam dirimu… sesungguhnya ada pintu gerbang untuk mengetahui hakikat kebenaran yang selama ini tersembunyi?
    Aku : Aku tak pernah mendengar hal itu…
    Nurani : Ha..ha…ha….
    *Aku :*Mengapa tertawa..



    Nurani : Kau naif sekali… Kau yakin sekali sebagai pemilik tunggal surga, tapi hal sepele begitupun kau tak tahu…
    Aku : Ajari aku…. aku sadar bahwa aku memang naif..
    Nurani : Untuk bisa menemukan gerbang itu.. kau harus melakukan banyak hal, kau harus singkirkan kedengkian, amarah, keserakahan, dan berbagai keburukan lainnya dari dalam hatimu…
    Lalu, kau sering-seringlah memasuki alam keheningan.. buat pikiranmu diam sejenak..biarkan dirimu berhubungan dengan suara di dalam hatimu… 
    Berikutnya…kau harus berbuat baik kepada semua yang ada di sekitarmu… termasuk kepada pepohonan, bebatuan, langit, penghuni langit, tetangga, leluhur, dan semuanya…
    Aku : Berat sekali….
    Nurani : Ha, ha..begitu saja berat kok yakin jadi pemilik surga….
    Aku : Maaf…
    Nurani : Kini terserah padamu… maukah engkau mengikuti nasihatmu, dan kelak akan terbuka sedikit demi sedikit kebenaran sejati. Atau kau mau tetap ada dalam keyakinan kosong….
    Aku : Beri waktu padaku untuk berpikir……
    Nurani : Ya..bagus…berpikirlah semoga kau punya pikiran.!

    Semoga bermanfaat, Salam persaudaraan

    Kawulo Gusti

    Pertanyaan; MANEMBAHING KAWULA GUSTI itu, yang seperti apa ??

    Manembahing kawula gusti itu, istilah lainnya adalah sembah raga/wujud (sembah-hyang). 
    Perhatikan…
    MANEMBAH itu, artinya sujud atau sungkem. 
    KAWULA itu sedulur papat atau empat anasir. 
    GUSTI itu wujud atau raga/ badan/ fisik/ jasad/ jisim/ zahir kita.
    Lakunya adalah mengajak belajar sedulur papat kita, agar mau mencintai dan mengasihi serta menyayangi wujud/raga kita, yang menjadi tempat berekpresinya. 
    Agar sedulur papat kita sadar, bahwasannya, mereka berempat, tidak akan bisa berbuat apa-apa, jika tanpa wujud/raga..!!
    Karena yang menjadi perantara mereka berempat bisa bergerak dan beraksi, adalah wujud/raga kita ini. 
    Jadi, 

    maksud dari Laku Manembahing Kawula Gusti itu, adalah mengkompromikan angan-angan, budi, pakarti dan panca indera kita, supaya bisa mencintai, mengasihi dan menyayangi raga kita, agar tidak lagi menyiksa raga kita, untuk melakukan hal-hal diluar kemampuannya, yang menyebabkan berpisahnya diri kita, dengan ALLAH Dzat Maha Suci.
    Jadi Intisaripati dari Laku Manembahing Kawulo Gusti itu adalah menata JATI DIRI kita sendiri, yang di sebut Sedulur Papat Kalima Pancer atau angan-angan, budi, pakarti dan panca indera dan raga kita sendiri.

    Pahami ….

    MANUNGGALING KAWULO GUSTI itu seperti apa ??
    Manunggaling Kawula Gusti itu, istilah lainnya adalah sembah Qalbu/Bathin (SHOLAT DAIM). 

    MANUNGGAL itu, artinya menyatu jadi satu
    KAWULA itu sedulur papat atau empat anasir. 
    GUSTI itu wujud atau raga/ badan/ fisik/ jasad/ jisim/ zahir kita.

    Lakunya adalah mengajak sedulur papat kalima pancer kita, agar mau bersatu atau menyatu dengan hidup kita, supaya setiap gerak tubuh/wujud/raga dan gerik rasa serta perasa’an kita, dapat selaras dengan Hati/Qalbu/Rasa atau sesuai dengan Sabda Hidup dan Firman ALLAH (Dzat Maha Suci Hidup).

    Jadi. Intisaripati dari Laku Manembahing Kawulo Gusti itu. Adalah, menyatukan Sedulur Papat Kalima Pancer kita dengan Hidup kita, agar menjadi satu kesatuan, yang tak terpisahkan.

    Pahami…

    LEBURING KAWULO GUSTI itu yang seperti apa ..?!

    Leburing Kawula Gusti itu, istilah lainnya adalah SEMEDI (SEmelehe meMEDI), atau disebut juga MEDITASI (MElihat DIri TAnpa SIsi) 
    LEBUR itu, artinya sirna, 
    KAWULO itu sedulur papat atau empat anasir. 
    GUSTI itu wujud atau raga/ badan/ fisik/ jasad/ jisim/ zahir kita sendiri.

    Lakunya, adalah NANG. NENG. NING. NUNG, maksudnya, (tenang, diam, hening, menyatu), melenyapkan sedulur papat, melenyapkan tubuh/wujud/raga kita, dari segala kemelekatan dunia (apapun itu sebutannya) agar menjadi FITRI/ BERSIH/ SUCI, dari segala masalah yang tidak berhubungan dengan ALLAH (DZat Maha Suci Hidup), yang bisa menjadikan laku kita kemomoran/ternodai, lalu rasakan saat hati kita menyebut Asmo Sejati.  
    Jadi. Intisaripati dari Laku Leburing Kawulo Gusti itu. Adalah, mengkoneksikan HIDUP kita dengan ALLAH (Dzat Maha Suci Hidup). Sehingga sudah tidak ada bedanya lagi, antara Hidup dan Maha Suci Hidup, seperti gula dan manisnya, seperti garam dan asinnya.

    Pahami…

    SAMPURNANING KAWULO GUSTI itu, yang seperti apa..?!
    Sempurna di dalam laku spiritual, itu beda dan berbeda dengan sempurna yang biasa digunakan dalam istilah makanan, pakaian, wujud, rupa atau barang dan bentuk kasat mata di dunia ini
    Kalau soal sampurnanya makanan, pakaian, wujud, rupa atau barang dan bentuk yang kasat mata di dunia ini, tidak perlu saya bahas, karena pasti sudah tahu seperti apa yaa hehee.. 
    Sempurna yang di maksud di dalam laku Spiritual, adalah bisa mencapai titik tujuan, atau berhasil kembali kepada asal mulanya kejadian..!!
    Dalam istilah lainnya Inna Lillaahi Wa Inna Illaaihi Rojiun, kita milik ALLAH, berasal dari ALLAH, dan akan kembali hanya kepada ALLAH, bukan yang lainnya. 
    Jadi, 

    SAMPURNA yang di maksud disini, adalah bisa berhasil/sukses. 
    KAWULO itu sedulur papat atau empat anasir. 
    GUSTI itu wujud atau raga/ badan/ fisik/ jasad/ jisim/ zahir kita sendiri.

    Lakunya adalah :
    > nggelar jagat anyar (membuka dunia baru), yaitu jagat/dunia ketenteraman yang penuh dengan Iman, Cinta Kasih Sayang Tuhan, terhadap apapun dan kepada siapapun serta diamanapun, 
    > nggulung jagat/dunia lawas/lama, yaitu jagat/dunia kacau balau, yang penuh dengan khayalan dan kemunafikan.

    Jadi. Intisaripati dari Laku Sampurnaning Kawulo Gusti itu. Adalah, mengganti dunia lama yang penuh kebencian, dendam, sirik, dengki, fitnah dan sejenisnya itu, dengan dunia baru, dunia rasa, dunia nyata, bukan dunia perasaan yang penuh dengan hayalan dan kemunafikan, tentram, indah, nyaman, aman, bahagia, tenang, damai dll.

    Agar bisa Sampurnaning Pati lan Urip atau Sampurnanya Mati dan Hidup-Dunia Akherat, yg bukanlah hal yang sepele dan remeh
    ini menyangkut Dunia Akherat kita. Jadi,,, tidak bisa di bahas melalui media apapun, Karena ini, tentang kenyata’an, berbicara soal bukti, tidak boleh katanya, tidak bisa seandainya atau semisalnya.. 
    Mengungkap Sampurnaning Pati lan Urip (Sampurnanya Mati dan Hidup dunia akherat) berarti berurusan langsung dengan ALLAH (Dzat Maha Suci Hidup) yang merupakan hak prerogatifNYA…

    Jadi… Mohon Maafkan, saya tidak menjelaskan apapun yang terkait dengan Laku Sampurnaning Pati lan Urip. Sebab ini, masalah khusus yang berurusan antara Hidup Dan Mati. Antara Dunia dan Akherat, yang berurusan langsung dengan ALLAH (Dzat Maha Suci Hidup)

    Semoga Artikel ini bermanfaat membantu kesulitan Anda dalam Semedi/ Meditasi

    Salam persaudaraan