Dear..

Awal hidupku adalah ayunan langkah kaki ketika aku berjalan diantara dua dunia.
Dimana tapak kakiku harus berpijak..??

Aku sadar s’penuhnya, masih banyak
mimpi dan anganku yang belum bisa terwujud. tp engkau.. ayah & Ibuku mengorbankan banyak hal tentang semata-mata hanya untuk kebahagian anakmu.

Walaupun sampai saat ini aku belum bisa dan mungkin aku tidak bisa menggantikan apa yang tlah engkau berikan dan kau korbankan demi aku, anakmu.. tapi aku akan sll berusaha dan yakin suatu saat aku bisa.

Aku sadar, memang aku bukan anak yang sempurna untuk berbakti kepadamu. Tapi aku adalah aku, anak yang jauh dari kata sempurna yang selalu dekat dari kesalahan & kekhilafan.

Dulu, kemarin dan sampai hari ini, smuanya telah aku lalui dengan hati. Meski menyisakan s’onggok luka, perih, kecewa, sedih, haru tp itu smua adalah kenangan yg akan aku penjara dalam otak kerdilku yg tak mungkin lupakan, tapi sekali lagi aku yakin aku bisa mengerti apa yang aku inginkan dan tau apa yang aku butuhkan selama ini.

Buka hatiku dan juga bukalah mataku.. hai Sang Penguasa-Ku..?! Agar aku mengerti betapa bodohnya aku yang selama ini tidak belajar syukur kepada-Mu.

Tertatih aku lewati hari begitu kejam, hingga tanpa sadar langkahku begitu cepat. peluh, kesah, sedih, rindu, cinta dan seabreg aktivitas dunia telah menguras tenaga, otak & pikiranku hingga sekarang..
tanpa sadar hanya dalam hitungan berapa puluh jam lagi aku akan berhadapan dengan fajar suci bulan ramadhan.

semoga ramadhan kali ini, akan bisa m’cuci lahir dan batinku yang selama ini ternodai angkuh dan sombongnya aku kepada-Mu.

фф “s a l a m . .” фф

Iklan