Gunung slamet dengan mistis dan romantis

Gunung Slamet merupakan salah satu gunung berapi aktif di Indonesia yang masuk dalam jajaran cincin api. 

Map gunung slamet

Google maps

Dengan ketinggian 3.428 mdpl, Gunung Slamet merupakan gunung tertinggi ke-2 di Jawa setelah Gunung Semeru, serta merupakan gunung tertinggi di Jawa Tengah. Gunung Slamet dikenal angker di masyarakat maupun kalangan pendaki dengan adanya berbagai mitos dan misteri di dalamnya. Meski begitu, pemandangan indah dan  trek yang menantang tidak menyurutkan pendaki untuk menginjakkan kaki di tanah tertinggi Jawa Tengah tersebut.

Gerbang pendakian gunung slamet via bambangan

Ada beberapa jalur pendakian menuju puncak gunung slamet.

  1. Jalur Bambangan-Purbalingga
  2. Jalur Baturraden-Purwokerto
  3. Jalur Guci-Tegal
  4. Jalur Kaliwadas-Brebes
  5. Jalur Kaligua-Bumiayu
  6. Dukuh liwung-tegal 

Peta jalur pendakian bambangan

Pendakian gunung Slamet via Bambangan merupakan jalur yang paling sering didaki karena merupakan rute terpendek. Rute menuju ke basecamp, dari Purwokerto naik bus ke tujuan Purbalingga atau Pemalang dan turun di pertigaan Serayu. Perjalanan disambung dengan mobil bak angkutan pedesaan menuju desa Bambangan, desa terakhir di kaki gunung Slamet. 

Basecamp

Basecamp 

Dari basecamp pendakian gunung Slamet dimulai dengan jalan aspal hingga ke gerbang pendakian yang tidak terpaut jauh dari basecamp. Pendakian awal dimulai dengan menyusuri perkebunan penduduk di jalan setapak. Terus ikuti jalan setapak, jika ada pertigaan belok kiri. Patokan menuju ke pos 1 adalah adanya lapangan yang lumayan luas. Setelah melewati lapangan, jalur mulai menanjak hingga sampai di pos 1 – Pondok Gemirung (Gardu Pandang).

Pos 1 pondok gemirung

Pos 1 Pondok Gemirung berada di ketinggian 1.935 mdpl. Berupa shelter yang luas dan cocok untuk beristirahat maupun nongkrong sejenak sebelum melanjutkan perjalanan selanjutnya. 

View dari pos 1

Pendakian gunung Slamet dari pos 1 ke pos 2 sudah mulai masuk ke area hutan dengan jalur yang tertutup pepohonan rapat. Jalur berupa tanah padat dan terus menanjak dan sedikit ditemui area dataran hingga sampai di pos 2 – Walang.

Pos 2  pondok Walang

Pos 2  pondok Walang berada di ketinggian 2.256 mdpl. Berupa tanah datar yang cukup luas untuk beristirahat dari lelahnya tanjakan selepas di pos 1. Area ini cukup teduh dengan dipayungi pepohonan besar yang akarnya bisa digunakan untuk duduk maupun bersandar melepas lelah. Selepas dari Pos 2, perjalanan menuju ke pos 3 sedikit lebih ringan namun tetap menanjak di tengah lebatnya hutan dan semak-semak hingga ke pos 3 – Cemara.

Pos 3 Pondok Cemara

Pos 3 Pondok Cemara berada di ketinggian 2.465 mdpl. Berupa tanah datar yang lebih kecil dibanding dengan pos 2. Menuju ke pos selanjutnya, trek masih didominasi vegetasi hutan di kanan kiri dengan trek yang tetap menanjak hingga ke pos 4 – Samarantu.

Pos 4 Samaranthu

Pos 4 Samaranthu berada di ketinggian 2.635 mdpl. Berupa area datar yang tidak terlalu luas. Selepas pos 4, jalur tetap menanjak dan ketika mendekati pos 5, vegetasi mulai terbuka, Jarak antara pos 4 dan pos 5 tidak terlalu jauh.

Pos 5 Pondok Samyang rangkah

Pos 5 Pondok Samyang rangkah  terdapat mata air berada di ketinggian 2.792 mdpl. Pos 5 merupakan salah satu tempat favorit pendaki untuk bermalam.

Sunting

Di pos ini terdapat sumber air musiman yang ada saat musim hujan. Terdapat shelter yang bisa digunakan untuk bermalam bagi pendaki, selain itu tanah lapang juga ada di beberapa bagian di sekitar shelter. Menuju ke pos 6 tidak terlalu jauh dengan vegetasi yang mulai berkurang.

Pos 6 Samyang patebonan

Pos 6 Samyang patebonan berupa tanah datar sempit yang ada di jalur pendakian. Dari pos 6 ke pos 7 trek mulai terbuka dan pemandangan di sekitar mulai tampak. Sebelum pos 7 ada sebuah dataran yang bisa untuk mendirikan tenda. Setelah itu tinggal melewati satu tanjakan sempit dan akan tiba di pos 7.

Pos 7 – Samyang kendit

Pos 7 – Samyang kendit berada di ketinggian 3.040 mdpl. Merupakan tempat favorit untuk camp sebelum summit ke puncak gunung Slamet, karena lokasinya yang pas sekaligus terdapat shelter untuk bermalam dan juga beberapa tempat datar untuk mendirikan tenda. .

Pos 8 samyang jampang

Dari Pos 8 samyang jampang deretan Gunung Prau, Gunung Sindoro, Gunung Sumbing dan Gunung Merbabu akan tampak jika tidak tertutup kabut.

Menuju ke Pos 9 Palawangan, jalur akan terus menanjak dan terbuka karena sudah keluar hutan hingga sampai di batas vegetasi.

Pos 9 palawangan

Selain itu batu yang dipijak juga rawan jatuh dan longsor di sepanjang jalur pendakian. Tidak ada pohon untuk menjadi pegangan jadi pendakian menuju ke puncak Slamet harus berhati-hati.

Puncak Slamet dengan ketinggian 3.428 mdpl sering disebut dengan puncak Surono, dari sini pendaki dapat melihat kaldera luas yang disebut dengan Segoro Wedi.

Segoro wedi / lautan pasir

View dari pos 7

 
Untuk menuju Segoro Wedi, pendaki harus turun menyusuri daerah berpasir menuju kawah. Dari bibir kawah akan tampak lubang kawah besar yang menyembulkan gas belerang.

Bila ingin turun melalui jalur Guci, pendaki harus melewati kompleks kawah untuk memilih jalur yang diinginkan..

Jejak kaldera

Itinerary Pendakian Gunung Slamet 

  • Basecamp – pos 1 : 1 jam
  • Pos 1 – Pos 2 : 1 jam 30 menit
  • Pos 2 – Pos 3 : 1 jam
  • Pos 3 – Pos 4 : 40 menit
  • Pos 4 – Pos 5 : 50 menit
  • Pos 5 – Pos 6 : 20 menit
  • Pos 6 – Pos 7 : 30 menit
  • Pos 7 – Plawangan : 45 menit
  • Plawangan – Puncak : 1 jam 15 menit
  • Puncak kawah 20 menit

Thanks to /Referensi dan sumber 

infopendaki

filosantara

lakalaka

catatan keong

gunung slamet dot com

pecinta kaldera

manusia lembah dot id

Iklan