“Jika ilmu akhirat itu padi, maka ilmu dunia adalah rumput. Barang siapa menanam padi maka rumput biasanya ikut tumbuh, tapi barang siapa menanam rumput, maka jangan pernah bermimpi padi tumbuh mengikuti.”

Jika ingin membersihkan air maka akan kau singkirkan segala hal yang dapat mengotorinya. Anggota tubuhmu… itu seperti selokan-selokan yang bermuara ke hati. 
Oleh karena itu jangan kau alirkan kotoran ke dalam hatimu, seperti pergunjingan, pengadu dombaan, ucapan yang buruk, pandangan yang haram dsb. 
Hati akan bercahaya dengan memakan makanan halal, berdzikir, membaca Al-Qur’an dan menjaga mata dari pandangan yang tidak mendatangkan pahala, pandangan yang kurang disukai agama dan pandangan yang haram… 
Jangan biarkan matamu memandang sesuatu, kecuali jika pandangan itu menambah ilmu dan hikmahmu.
Imam Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan :
Allah mengaitkan antara hidayah dengan jihad/ kesungguhsungguhan”  [lihat QS. AlAnkabut: 69]. 
Ini artinya, orang yang paling besar hidayahnya adalah yang paling besar jihadnya. 
Sedangkan jihad yang paling wajib adalah :

  •  Jihad menundukkan jiwa 
  •  Jihad berjuang mengendalikan hawa nafsu
  • Jihad melawan syaitan
  • dan Jihad melawan [ambisi] dunia

Barangsiapa yang berjihad melawan keempat hal ini Allah tunjukkan kepadanya jalan-jalan keridhaan-NYA yang mengantarkan ke surga-NYA.
Barangsiapa yang meninggalkan jihad itu maka dia akan kehilangan hidayah sekadar dengan jihad yang ditelantarkannya.
Hidup harus Adem Ayem Tentrem 🙂
🌠Jika engkau bertemu dengan seseorang, maka yakinilah bahwa dia lebih baik darimu. Ucapkanlah dalam hatimu :

  • “Bisa jadi kedudukannya di sisi Allah swt jauh lebih baik dan lebih tinggi dariku”

Jika bertemu anak kecil, maka ucapkanlah ( dalam hatimu ) : 

  • “Anak ini belum bermaksiat kepada Allah swt, sedangkan diriku telah banyak bermaksiat kepada-NYA. Tentu anak ini jauh lebih baik dariku.” 

Jika bertemu orang tua, maka ucapkanlah ( dalam hatimu ) 

  • “Dia telah beribadah kepada Allah swt jauh lebih lama dariku, tentu dia lebih baik dariku.”

Jika bertemu dengan seorang yang berilmu, maka ucapkanlah ( dalam hatimu ) :

  • “Orang ini memperoleh karunia yang tidak akan kuperoleh, mencapai kedudukan yang tidak akan pernah kucapai, mengetahui apa yang tidak kuketahui dan dia mengamalkan ilmunya, tentu dia lebih baik dariku.

 Jika bertemu dengan seorang yang bodoh, maka katakanlah ( dalam hatimu )

  • “Orang ini bermaksiat kepada Allah swt karena dia bodoh ( tidak tahu ), sedangkan aku bermaksiat kepada-NYA padahal aku mengetahui akibatnya. Dan aku tidak tahu bagaimana akhir umurku dan umurnya kelak. Dia tentu lebih baik dariku.”

Jika bertemu dengan orang kafir, maka katakanlah (dalam hatimu)

  • “Aku tidak tahu bagaimana keadaannya kelak, bisa jadi di akhir usianya dia memeluk agama Islam dan beramal saleh. Dan bisa jadi di akhir usia, diriku kufur dan berbuat buruk. 

Naudzubillahi mindzalik
Apa yang kita baca dan lihat, mari kita renungkan dan belajar bersama. Semoga bermanfaat…!

Iklan