” ALAM ” itu pelajaran yang tidak ada keraguan padanya, menjadi petunjuk bagi orang2 yang taqwa (berserah diri). 

(Qs Al-baqarah 1 – 2)

”Maha suci Allah yang menciptakan berpasang-pasang semuanya, diantara apa-apa yang ditumbuhkan bumi dan dari diri mereka sendiri (anak adam) dan dari apa-apa yang tidak mereka ketahui.” 

(Surah Yasin 36)

Begitu juga diciptakan huruf (abjad) kekiri dan kekanan sebagai… Ucapan (lafaz) yang dapat dituliskan dalam bentuk abjad beserta dengan hitungannya dalam bentuk angka disebut juga tanda/sandi dalam bahasa Arabnya adalah “ AYAT ” (Allah Yang Adakan Tanda) yang harus diuraikan.
Diciptakan untuk menjadi pedoman bagi anak Adam yang ingin mengetahui asal-usal dirinya dan penciptanya dimuka bumi ini. Apakah sempurna pengetahuan anak-anak Adam, jika mereka hanya mengetahui setengah saja ? Yang setengah itupun tidak pula dimengerti akan maksud dari ayat-ayat (tanda-tanda) NYA, bahkan yang setengahnya lagi dianggap salah (menyesatkan).

”Apakah pengetahuan mereka itu sudah benar hingga diturut dengan sungguh-sungguh dan dibela dengan mengorbankan nyawa..?? Kitab yang diuraikan AYAT (sandi/ tanda-tanda) NYA, Qur’an (bacaan) yang berbahasa Arab (pernyataan) untuk kaum yang mau mengetahuinya. Yang memberi kabar gembira dan memberi peringatan, tetapi kebanyakan mereka berpaling, lalu mereka tiada mendengarkannya (melainkan melantunkannya).’

 (QS As-sajadah 3 – 4)

”Pada hari Kami kumpulkan segolongan dari tiap-tiap umat, diantara orang2 yang mendustakan ayat-ayat Kami, sedang mereka dikumpulkan. Sehingga apabila mereka telah datang, Allah berkata: Adakah kamu mendustakan ayat-ayatKu dan tiada kamu ketahui maksudnya atau apakah yang telah kamu kerjakan ?. ”

(QS Al An- nam 83 – 84)

Baca kekanan (latin) = ADAM
baca kekiri (Arab) = ALIF – DAL – MIM (ALIF dan MIM)
ALIF adalah symbol dari jenis kelamin laki-laki
MIM adalah symbol dari jenis kelamin perempuan (yang dipasangkan pada setiap JASAD), RAGA atau TUBUH manusia.
TUBUH adalah rumah bagi JIWA yang terdiri dari : AKAL, HATI, FIKIRAN dan NAFSU
orang2 dahulu kala menyebutnya

“Empat SAudara”  (ESA) yang dihidupkan dengan RUH ULLAH ketika ditiupkanNya kedalam JASAD yaitu…. ISA (Ikutan Seluruh Alam) sebagai KALIMATULLAH. Maka hiduplah seorang manusia atas kekuasaan dan kehendak ALLAH.

”Sesungguhnya umpama ISA disisi Allah, seperti Adam, Allah jadikan dia dari sari tanah, kemudian Allah berkata kepadanya : Jadilah engkau, maka jadilah ia. ”

(QS Ali Imran 59)

Itulah….“JASAD” (JAdilah Sebagai ADam) ALIF LAM MIM (ALIF daLAM MIM), ketika kedua jenis kelamin itu bersatu (berhubungan kelamin) dengan keadaan saling memberi dan menerima dengan “RAHMAN RAHIM” (kasih sayang)…… terciptalah anak2 adam disebutlah “ ORANG “ (ORgan tubuh dan tulANG) yang didalamnya adalah “MANUSIA?” (MAu NUrut SIApa…?), yang HAK (asli = Qur’an) sebagai pedoman hidupnya untuk mencapai INSAN KAMIL (manusia sempurna yang bertuhan) atau menurut saja yang BATIL (palsu = selain Qur’an) yang menyesatkannya seperti hewan2 liar dan buas dialam maha luas ini, yang tak bertuan.

Secara terus-menerus dan berulang2 terciptalah seorang manusia atau lebih (kembar) dari tiap-tiap perempuan yang mengandung, melalui alam kandungannya yang kecil kemudian akan lahir pula kedalam kandungan Maha besar yaitu :
ALIF LAM MIM = ALAM (Aku Laksana Anak Manusia) sebagai diri yang Maha besar, hidup dan bergerak yang terdiri dari lima unsur atau disebut juga “DZAT” yang sama pada manusia sebagai diri yang Maha halus.
Begitu juga setiap jenis hewan…  kecuali tumbuhan yang langsung dilahirkan dari kandungan bumi (tanah), akibat dari sebab hubungan langit dan bumi (air dan tanah).
Berawal dari yang satu menjadikan pasangannya kemudian menjadi banyak, laki- laki dan perempuan, jantan dan betina. Tetapi manusia itu ingkar akan dirinya sendiri..

”Sesungguhnya telah Kami berikan hikmah (pemahaman) kepada Luqman. Berterimakasihlah kepada Allah. Barang siapa yang berterima kasih (kepadaNya), maka sesungguhnya ia berterima kasih untuk dirinya sendiri, dan barang siapa yang ingkar, maka sesungguhnya Allah Maha kaya lagi Maha terpuji. ”

(QS L u q m a n 12)

”Berapa banyaknya ayat (tanda2) dilangit dan dibumi, sedang mereka mengabaikannya, bahkan mereka berpaling dari padanya. (QS Y u s u f 105)
Dia menjadikan langit dan bumi dengan sebenarnya dan merupakan bentukmu, lalu dicantikkannya rupamu, dan kepadaNya tempat kembali.”

(QS At-taghabun 3)

 

”Allah yang menciptakan tiap-tiap sesuatu dan Dia menjadi wakil tiap-tiap sesuatu.”

(QS Az-zumar 62)

” kepunyaanNYA kerajaan langit dan bumi. Dia menghidupkan dan mematikan, dan Dia Mahakuasa atas tiap-tiap sesuatu. Dia yang awal (masa lalu = kuno) dan yang akhir (masa depan = modern), yang zahir (diluar diri) dan yang batin (didalam diri), dan Dia Maha mengetahui tiap-tiap sesuatu. ”

(QS Al-hadid 2– 3)

” Adakah orang yang ta’at (patuh mengikut Allah) pada waktu malam, seraya tetap patuh lagi takut akan akhirat (batin), serta mengharapkan rahmat Tuhannya. Katakanlah : Adakah sama orang2 yang berilmu pengetahuan dengan orang2 yang tidak berilmu pengetahuan…? (tentu tidak sama) ; Hanya yang menerima peringatan ialah orang2 yang berakal.”

(QS Az-zumar 9)

”Mereka hanya mengetahui yang lahir dari kehidupan duniawi (luar diri), sedangkan mereka lalai tentang akhirat (dalam diri). Tiadakah mereka memikirkan apa yang dalamdiri mereka sendiri ? Allah tiada menjadikan langit, bumi dan apa-apa yang ada diantara keduanya, melainkan dengan kebenaran dan janji yang ditentukanNya. Tetapi kebanyakan manusia ingkar akan menemui Tuhannya. ”

(QS Ar – r u m 7 – 8)

GELAP………     bukan berarti MALAM

TERANG…….    bukan berarti SIANG

KENYATAAN… bukan berarti NYATA

Semua itu hanyalah seakan-akan..

 Maka, Hiduplah diantara gelap dan terang,

Sehingga.. Mata dapat melihat dengan nyata keluar dan kedalam diri. Melihat diluar diri dengan sadar.. itulah fenomena/gambaran (sebagai bacaan).

Melihat diluar diri tanpa sadar..

itulah mabuk (angan-angan).

 Melihat didalam diri dalam keadaan tidur (tidak sadar), itulah mimpi (sebagai kiasan) Melihat kedalam diri mata terpejam keadaan sadar bukan tidur,

itulah…. MEDITASI (berhubungan/berkomunikasi dengan diri sejati = Allah).

 Barang siapa yang mengenal dirinya, maka sesungguhnya ia telah mengenal Tuhannya. Hidup didunia ini (luar diri), hanya suatu kesenangan dan permainan.

”Sesungguhnya kampung akhirat (dalam diri), itulah kehidupan yang sebenarnya. Jika mereka mengetahui.”

(QS Al-ankabut 64).

Terserah manusia.. memilih MALAM (MAsuk kedaLAM) kemudian melakukan MEDITASI (MElihat DIri TAnpa SIsi) Untuk bicara dengan dirinya sendiri
atau.. Memilih SIANG (SIsi terANG) yang hanya dilalaikan oleh nafsu duniawi dengan aneka keindahan dan kenikmatan Sehingga terlupa pada diri sendiri (didalam).
Sungguh manusia itu sombong terhadap dirinya, tak mau kenal, tak mau menyapa dan tak mau perduli.. Tak kenal maka tak ingat.. Tak dekat maka tak akrab.

”Sesungguhnya telah Kami berikan hikmah kepada Luqman : Berterima kasihlah kepada Allah. Barang siapa berterima kasih (kepadaNya), maka hanyalah berterima kasih untuk dirinya sendiri. Dan barang siapa yang ingkar (pada diri sendiri), maka sesungguhnya Allah Maha kaya lagi Mahaterpuji.”

(QS Lu q m a n 12)

DIRIKU, DIRIMU, DIRI KITA SEMUA ADALAH SATU.. 

BERBEDA DI-JASAD NAMUN ESA DI-JAGAT.

 ”Sesungguhnya telah Kami jadikan manusia dan Kami ketahui apa-apa yang diwas-waskan oleh hatinya dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya. Mencatat dua yang mencatat (malaikat dan iblis dalam diri manusia), duduk disebelah kanan dan disebelah kiri. Tiada perkataan yang dikeluarkan seseorang, melainkan disisinya ada pengawas. ”

(Q a a f 16 -18).

MAKA TAKUTLAH KAMU PADA DIRIMU SENDIRI.. KAMU TAK AKAN DAPAT MELARIKAN DIRI.. KEMANAPUN JUGA..

 

Tajalli-NYA pada diri yang Dzahir adalah :

ﺍ (Alif)

= kepala bagi kita,
ﻞ (Lam)

= dua tangan bagi kita,
ﺡ (Ha)

= badan bagi kita,
ﻡ (Mim)

= pinggang bagi kita
ﺪ (Dal)

= dua kaki bagi kita.

 

Yang di-Esa-kan dengan ASYAHADU = ALHAMDU yaitu :

ﺍ (Alif)  = Al-Haq = Yang di-Esa-kan dan yang dibesarkan di sekalian Alam semesta.
ﺶ (Syin)  = Syuhudul Haq = Yang diakui bersifat Ketuhanan dengan sebenar benarnya.
ﺡ (Ha)  = Hadiyan Muhdiyan ilal Haq = Yang menjadi petunjuk kepada jalan/ Agama yang Haq.
ﺪ (Dal)  = Daiyan ilal Haq = Yang selalu memberi Peringatan kepada jalan/Agama yang Haq.

 

ALHAMDU = “Alhayyaatu Muhammadu” = kesempurnaan tajjalli Nur Muhammad.  Bahwa: ADAM = Nama Syariat = Nama Hakekat = Nama kebesaran bagi kesempurnaan tajjali Nur Muhammad

MUHAMMAD = Nama ke-Esa-an yang menghimpun nama Adam + nama Allah Bahwa : (Adam daminnya ‘Hu’) = (Muhammad daminnya ‘Hu’) = (Allah daminnya ‘Hu’) Sedangkan,

‘Hu’ makna Syariat = Dia seorang laki-laki. 

‘Hu’ makna Hakekat = Esa = Tiada terbilang-bilang Isyarat ‘Hu’ dalam Al-Quran : “Huwal hayyun qayyum” = yang hayyun awal, dan tidak ada permulaannya. 

“Huwal aliyyil adzim” = yang bersifat dengan sifat-sifat kesempurnaan lagi maha besar.
“Huwal rahmanur rahim” = yang bersifat rahman dan rahim.
“Huwal rabbul arsyil karim” = yang memiliki Arasy yang maha mulia,
(ARASY = Nama kemuliaan diri Nabi kita yang sebenar benarnya = Nama majazi bagi sesuatu tempat = Suatu alam gaib yang dimuliakan)

Bahwa : Yang bernama ABDULLAH itu adalah Nabi kita yang bernama MUHAMMAD itu sendiri. Abdullah = Muhamad = Penghulu sekalian Alam

Semuanya nama-nama yang mulia, dilangit dan dibumi itu adalah nama- nama kemuliaan dan kesempurnaan dari tajalli NUR MUHAMMAD itu sendiri, dan menjadi nama majazi pada tiap tiap wujud yang dimuliakan pada alam ini.

IsyaratNya dalam Al Qur’an : 

“Wahuallazi lahu fiisamaawati wafil ardhi illahu”
“Dan Dialah yang sebenar benarnya memiliki sifat sifat Ketuhanan yakni sifat kesempurnaan yang ada dilangit dan sifat kesempurnaan yang ada di bumi” “Lahul Asma’ul Husna” “Hanyalah Dia yang sebenar benarnya memiliki nama nama yang mulia dan yang terpuji yang telah maujud pada semesta alam ini”.

Bahwa : “Hakekat kebesaran Nur Muhammad itu meng-himpun-kan 4 jenis alam, yaitu :
1. Alam HASUT = Alam yang terhampar di langit dan bumi dan segala isinya.
(Maksudnya : HASUT pada diri kita => Anggota jasad, Kulit, Daging, Otak,  Sumsum, Urat, Tulang)

2. Alam MALAKUT = Alam gaib bagi malaikat-malaikat
(Maksudnya : MALAKUT pada diri kita => Hati, Akal, Nafas, Nafsu, Penglihatan, Pendengaran, Penciuman, Perasa dan sebagainya)

3. Alam JABARUT = Alam gaib bagi Arasy, Kursi, Lauhul Mahfudz, Surga, Neraka
(Maksudnya : JABARUT pada diri kita => Roh, Ilmu, Hikmah, Fadilat, Hasanah yaitu segala sifat yang mulia dan terpuji)

4. Alam LAHUT = Alam gaibul gaib kebesaran Nur Muhammad
(Maksudnya : LAHUT pada diri kita => Batin tempat Rahasia, Iman, Islam, Tauhid dan Makrifat)

( *Maksudnya dari 4 Alam diatas = Wujud kesempurnaan tajalli Nur Muhammad = terhimpun kepada kebenaran wujud diri Rasulullah yang bernama Insanul Kamil* )

 

Hal ini menjadi berkah dan “Faidurrabbani” yakni kelebihan bagi tiap tiap mukmin yang ahli tahkik, bahwa mereka itu adalah “Wada syatul Ambiya” yakni mewarisi kebenaran batin nabi nabi dan rasul rasul dan mukmin yang tahkik itulah yang dinamakan Aulia Allah, namun kebanyakan mukmin itu tidak mengetahui bahwa dirinya adalah Aulia yang sebenarnya. bahwa :

MUHAMMAD itu ada 2 rupa atau 2 makna :

1. Muhammad yang bermakna Qadim Azali = diri Muhammad yang pertama, yang tidak kenal mati selama lamanya. (Maksudnya : Muhammad diri yang pertama = yang Awal Nafas + yang Akhir Salbiah + yang Dzahir Ma’ani + yang Batin Ma’nawiyah)

2. Muhammad yang bermakna Muhammad Bin Abdullah = Insanul Kamil yang mengenal mati. (Maksudnya : Muhammad diri yang kedua = yang bersifat manusia biasa, yang berlaku padanya “Sunnatul Insaniah” yaitu “Kullu nafsin zaikatul maut” namun jasad Nabi kita adalah Qadim Idhofi = tidak rusak, selama-lamanya di kandung bumi) “Innallaha azza wajalla harrama alal ardhi aiya kulla azsadal ambiya” Bahwasanya Allah Ta’ala yang maha tinggi telah mengharamkan akan bumimenghancurkan jasad para nabi nabi

Ingat hal dibawah ini baik-baik : Agar pemahaman ini tidak sama seperti pemahaman yang ada pada paham-paham yang lain diluar ini, maka perlu kita tetapkan dahulu paham kita sebagai berikut :

1. Bahwa Nabi kita MUHAMMAD, yang Muhammad itu adalah manusia biasa seperti kita, Beliau hanyalah dilebihkan dengan derajat ke-Rasul-an.

2. Bahwa tiap-tiap manusia itu sendiri, baik pada hukum aqli maupun hukum naqli, mempunyai 2 macam diri yakni;

Diri pertama = Diri Hakiki = Rohani,  dan
Diri kedua = Diri Majazi = Jasmani,

Dan diri yang ke 2 atau diri jasmani itulah kemuliaan bagi Rasulullah maka dinamakan Insanul Kamil.

3. Bahwa diri Hakiki yang bermakna Rohani itulah yang bernama Muhammad. Dialah yang Qadim Azali, Qadim Izzati, Qadim Hakiki, itulah makna yang dirahasiakan yang menjadi ke-Esa-an segala sifat kesempurnaan yang 99.
Jalannya kebesaran wujud Roh Nabi kita itulah yang diisyaratkan oleh kalimah “Hu Allah” jadi makna Muhammad itu Tahkiknya adalah “Ainul Hayyat” yakni wujud sifat yang hidup dan yang menghidupkan. Maka itu juga yang diisyaratkan dengan kalimah “Laa illaha illallah” dan yang dibesarkan dengan kalimah “Allahu Akbar” dan yang dipuji dengan kalimah “Subbhanallah walhamdulillah” dan sebagainya lagi. Itu juga yang dipuji dengan “ALHAQ QULHAQ” oleh seluruh malaikat-malaikat Mukarrabin.

4. Bahwa diri Majazi yang bermakna Jasmani itulah yang bernama Insanul Kamil.
Muhammad majazi = Muhammad yang kedua yang menempuh Al-Maut namun jasad Nabi itu adalah Qadim Idhofi.

Jasad Nabi kita itulah diisyaratkan oleh ayat Al-Quran :

“Barakallahu fii wujudil karim” 

Maha sempurnalah sifat Allah pada kedzahiran wujud yang sebaik baik rupa kejadian itu.

Hadist Qudsi : 

“ Dzahiru Rabbi wal batinu abdi”  Kedzahiran sifat kesempurnaan Allah itu adalah maujud pada hakekat kesempurnaan seorang hamba yang bernama Muhammad Rasulullah itu.  maujud dengan rupa Insanul Kamil, maka rupa wujud Insanul Kamil itulah yang diisyaratkan oleh Al-Quran dengan; 

“Amfusakum”  “Wujud Diri Kamu Sendiri”. 

“Wafi amfusakum afalaa tubsirun”  

“Dan yang diri kami berupa wujud insan itu apakah tidak kamu pikirkan”. (yang menjadi diri hakiki atau diri pertama pada insan itu ). 

Pada hakekatnya “diri kedua” adalah kebenaran dan kesempurnaan Roh Nabi kita yang bernama MUHAMMAD itu semata mata 

(Maksudnya : Diri kedua = Insan yang kedua = Rupa Muhammad yang nyata = yang Nasut = Kebenaran Roh Nabi kita yang bernama Muhammad yang diisyaratkan oleh Al-Quran) 

“ALLAHU NURUSSMA WATIWAL ARDHI”  Kebenaran Nur Allah itu ialah Maujud di langit dan dibumi. “NURUN ‘ALA NURIN”  Nur yang hidup dan yang menghidupkan atas tiap tiap wujud yang hidup pada alam ini.

 

Isyarat perkataan 4 sahabat Rasulullah : Saidina Abu Bakar Siddik r.a.

  • ﻮﻤﺎﺮﺍﻳﺖ ﺷﻳﺎﺀﺍﻶ ﻮﺮﺍﻳﺖﺍﷲ  (Tidak aku lihat pada wujud sesuatu dan hanyalah aku lihat kebenaran Allah semata mata DAHULUNYA)

Umar bin Khattab r.a :

  •  “Maa ra’aitu syaian illa wara’aitullahu ma’ahu”
    Tidak aku lihat pada wujud sesuatu dan hanyalah aku lihat kebenaran Allah Ta’ala semata-mata KEMUDIANNYA.

Usman bin Affan r.a :

  •  ﻮﻤﺎﺮﺍﻴﺕ ﺘﺒﻳﺎ ﺍﻶ ﻮﺮﺍﻴﺕ ﺍﷲ ﻤﻌﻪ (Tidak aku lihat pada wujud sesuatu hanyalah aku lihat kebesaran Allah Ta’ala semata-mata BESERTANYA)

Ali bin Abi Talib r.a :

  •  ﻮﻤﺎﺮﺍﻴﺕ ﺷﻴﺎﺀﺍﻶ ﻮﺮﺍﻴﺕ ﺍﷲ ﻓﻴﻪ  (Tidak Aku lihat pada wujud sesuatu hanyalah aku lihat kebesaran Allah Ta’ala semata-mata MAUJUD PADANYA). Itulah isyarat-isyarat ayat Al Qur’an. “Wakulli hamdulillah sayurikum aayaatihi faakhiru naha” “Dan ucapkanlah puji bagi Allah karena sangat nampak bagi kamu pada wujud diri kami itu sendiri, akan tanda tanda kebesaran Allah Ta’ala, supaya kamu dapat mengenalnya”

Sabda Nabi Muhammad saw :

“Mamtalabal maula bikhairi nafsihi fakaddalla dalalam baida”
”Barang siapa mengenal Allah Ta’ala diluar dari pada mengenal hakikat dirinya sendiri.”

maka sesungguhnya adalah ia sesat yang sangat sesat. Karena hakekat diri yang sebenarnya, baik rohani dan jasmani tidak lain adalah wujud kesempurnaan tajalli NUR MUHAMMAD itu semata-mata. Maka nama segala apa-apa yang maujud pada alam ini, baik pada alam yang nyata maupun alam yang gaib, semuanya adalah nama majazi bagi kesempurnaan tajalli NUR MUHAMMAD.

 

Adapun makna SYAHADAT itu adalah : “ASYHADUALLA ILAHA ILLALLAH” Naik saksi aku bahwasanya Rohku dan Jasadku tidak lain, melainkan wujud kesempurnaan tajalli NUR MUHAMMAD semata-mata  “WA ASYHADUANNA MUHAMMADARRASULULLAH”  Dan naik saksi Aku bahwa hanya MUHAMMAD RASULULLAH itu tiada lain, melainkan wujud kebenaran tajalli NUR MUHAMMAD yang sebenar benarnya . Maka kesempurnaan Musyahadah, Murakabah, dan Musyafahah, yakni ke-Esa-an pada DIRI yaitu pada keluar masuknya NAFAS..

Tidak ada lagi “LAA”

Tetapi hanya “ILLAHA”

Tidak lain Nafsi ”ILLAHU” Melainkan wujud kebesaran NUR MUHAMMAD semata mata.

 

Saudaraku..

Pandanglah👀👀 dirimu dg kepolosan, kejernihan, kejujuran pd sebingkai cermin..
Tataplah 👀👀wajah yg selama ini telah menemani dirimu kemana saja kamu melangkah..
Ada tatapan👀👀 antara diri yang sebenarnya dan bayangan diri.. keduanya sama, kembar, identik, tak berbeda..
Saling menatap👀👀..

Meneliti kekurangan diri..
Siapa di depan cermin ??

Siapa di dalam cermin ??
” ASYHADU ALLAILLAHA ILLALLAH ”
Aku bersaksi ‘ ASYHADU ‘ itulah aku yang di depan cermin
Tiada Illah ‘ LAILLAHA ‘ itulah sebingkai cermin dihadapanku
Kecuali Allah ‘ ILLALLAH ‘ itulah AKU  yang di dalam cermin..
AKU ada.. tapi tiada, katanya  boleh dipandang tak boleh dipegang..
Sedangkan ‘aku’ hanya setetes sperma/ mani, segumpal darah, segumpal daging, tulang belulang..
Tiupan kasih AKU yang telah menghidupkan ‘aku’
Nafasku.. adalah Nafas kasihKU
Saudaraku..

Bumi tak pernah bosan berputar kencang pada porosnya.. mengguncang tiap-tiap jiwa dipermukaannya..
Ada yang menyebut guncangan ini sebagai cobaan, ujian, atau bahkan musibah.. sesuai dg alur cerita atau profesi yang dijalani..
Berjuta pertanyaan akhirnya muncul.. “mengapa bisa begini ?”
Yang berujung pada pertanyaan.. “mengapa kita mesti ada ?”
KEHIDUPAN yang kita alami selama ini hanya berdasarkan berita..
Kata orang tuaku, aku adalah anaknya..

Aku menjadi orang Jawa karena orang tuaku Jawa..
Aku menjadi orang Padang, orang Papua, orang Kalimantan, atau bangsa-bangsa lain, Cina, Arab, Malaysia, Indonesia.. itu karena orang tuaku.. bukan kemauan ku.. !!
Lalu diberilah warisan agama sesuai agama orang tuaku juga.. dan bukan mauku.. tapi kemauan orang tuaku..
Mari..

Kita menelusuri corong lembah, ngarai dan anak sungai KEHIDUPAN untuk sampai pada mata air jernih dg kepolosan dan kejujurannya..
Tempat kita bercermin, untuk melihat diri, mengenal diri, mengenal pencipta diri, mengenal Illahi Robbi..
Kini..

Tataplah wajah yang ada di depan cermin sekali lagi, kemudian tutup ke dua mata 👀👀 mu masih adakah wajah itu di ingatan mu ??
Saudaraku..

Persiapkanlah dirimu dg terlebih dahulu mengenal betul wajah mu..
Kemana saja kamu melangkah, bercerminlah tanpa sebingkai cermin..
Selamat meniti jalan kedalaman diri, menyongsong sang fajar..
Berguru pada yg nyata untuk mengenal yang gaib..
Berguru pada yg gaib untuk mengenal yg nyata..
Dapatkah yang nyata menjadi gaib..? Dan yang gaib menjadi nyata..?
Itu tergantung pada gurunya..

Jika Mursyid pada penampilannya, belum tentu pada ilmunya..
Jika Mursyid pada Ilmunya, tidak diutamakan penampilannya..
Semoga kita semua diberikan petunjuk untuk dapat menemukan guru yg mursyid pada ilmunya.. aamiin
Dalam ilmu Tarekat mengenai Wahddatul Al Wujud, yaitu segala wujud yang ada sebenarnya bersumber dari Allah Ta’ala, hakikat Tunggal/ Esa, yang menjadikan segala sesuatu.
Allah yang gaib, bisa dikenal sesudah bertajjali melalui 7 martabat per-WUJUD-an DIRI RAHASIA ALLAH TA’ALA, sehingga tercipta alam semesta beserta isinya.
Dibagi dalam 2 WUJUD yaitu :

● 3 aspek LAHIR

– Martabat Ahadiyah/ kesatuan mutlak

– Martabat Wahdah

– Martabat Wahadiah
● 4 aspek BATIN

– Alam Arwah/Roh

– Alam Mitsal

– Alam Ajsam

– Alam Insan Kamil
Alam/ Martabat AHDAH terkandung dalam surah AL IKHLAS ayat 1 ~> QULHU ALLAHU AHAD
Zat Ulhaqi telah menegaskan untuk memperkenalkan DIRINYA dan untuk diberikan tanggung jawab ini kepada manusia..
Dan di TajjalikanNYA DIRINYA dari satu peringkat ke peringkat berikutnya, sampai zahirnya manusia berbadan rohani dan jasmani.
ILLAHI YA RABBI ANTA MAKHSUDI, WA RIDHAKA MATHLUBI, A’TINI MAHABATAKA WA MA’RIFATAKA YA ALLAH..
MENCARI DIRI SENDIRI…
Ketahuilah  Saudaraku..
– YANG KELUAR itu bernama NAFAS
dan gerak dari hidung sampai kebawah leher itu yang dinamakan AMPAS .
gerak dari bawah leher sampai ke hati itu yang dinamakan TANAPAS  .
Yang dinamakan NUPUS itu didalam Hati.

Itulah HAKIKAT NYAWA…!!
INGATLAH…

kita ini dibekali pemahaman ilmu dan hati untuk merasakan Kebenaran dan Petunjuk Allah Ta’ala (MAHDI) dengan panggilanNYA melalui JIWA-mu ( RUH )
Masihkah dirimu ada jika semua keadaanmu itu hak-NYA Allah Ta’ala…??
WUJU DU KA ZAHRU WALA YUQA MU BI HI ZAHBI
Barangsiapa mengadakan DUA WUJUD jadi SYIRIK
ANA WUJU DA HU

Ada kita dengan DIA
WA NAF SUHU

Ada DIA dengan sendirinya.
Adapun WUJUD itu AIN ZAT artinya kenyataan karena lafaznya dibaca, itu wujud maknanya ZAT.
Ini adalah karena Wujud itu ADA.

Maka yang ADA itu ZAT.
Maka tidak diperoleh dengan lafadz yang lain dari Wujud tsb karena wujud-NYA itu menyatakan Zat-NYA..~> Sehingga dikatakan AIN ZAT.
Wujud itu artinya ADA…..
Lalu Apa yang dikatakan ada..??

Yang dikatakan ada itu ialah ZAT.
Wujud ini jika ditilik dari lafaznya SIFAT dan jika dilihat pada maknanya ZAT
dan apa yang dikatakan lafaz itu karena bacaan itu Wujud, ada ZAT.. ~> Inilah maknanya…. WUJUD DIRI SENDIRI berdiri dengan ZAT.
Apa sebabnya dikatakan Wujud itu berdiri dengan Zat ?
Sebab lafaz WUJUD itu ada manakala yang ADA itu ialah ZAT.
yang DATANG dari ALLAH – 5 PERKARA.
1 Niat

2 Nyawa

3 Wujud

4 Nafas

5 Af’al ~>Yaitu didalam bentuk

– Merasa

– Mencium

– Menjamah

– Melihat

– Mendengar
yang DATANG dari BAPAK – 4 PERKARA
1 Tulang

2 Kuku

3 Rambut

4 Rupa
yang DATANG dari IBU – 4 PERKARA
1 Darah

2 Daging

3 Otak

4 Lendir

Terhimpun menjadi 13  ~> 5 + 4 + 4
Maka jadilah Rukun 13 perkara melakukan SHOLAT setiap hari untuk memulangkan semua HAK-NYA sebagai ISI AMANAH yang dipertaruhkan kepada kita.
YANG MATI – YANG HILANG – YANG TINGGAL – YANG PULANG
● YANG MATI itu ada 6 perkara yakni

– Wujud

– Anggota

– Hawa

– Nafsu

– Gerak & Diam.
● YANG HILANG ada 4 perkara yakni

– Darah

– Daging

– Tulang & Kulit
● YANG TINGGAL itu ada 2 perkara yakni

– Iman

– Taat
● YANG PULANG hanya ada 1 saja yaitu NYAWA. Pulang keasalnya…..
TUBUH kita bernama Jasmani.

NYAWA kita bernama Rohani.
Maka yang bernama Rohani itulah Tubuh Muhammad… karena itulah kita memperoleh bangsa dari Tubuh Muhammad, maka tiap-tiap sesuatu yang dibangsakan dengan Tubuh Muhammad itu diharamkan api neraka atasnya..
dan oleh sebab itulah maka tidak boleh meninggalkan sembahyang 5 waktu, niscaya akan putuslah bangsa itu… melainkan sebangsa dengan binatang adanya.
Sabda Nabi SAW :

“Barang siapa disetiap keluar masuk nafasnya tidak ada zikir Allah, maka sia sialah ia”.
Permulaan NAFAS itu atas 2 langkah

– naik

– turun,
maka tatlaka NAFAS itu naik sampai kepada 7 petala langit, maka ucapkanlah
WAN NURUL YAJRI ILAL ARDHI FAKHOLA HUWALLAH
Dan tatkala NAFAS itu turun sampai kepada 7 petala bumi maka NAFAS nabi itu puji dg ALLAH .
Tatkala masuk NAFAS itu puji namanya  dg HU .
Tatkala berhenti seketika antara keluar dan masuk NAFAS puji namanya dg AH-AH
dan ia tidur atau mati NAFAS puji dg HAKH dalam,
Maka ingatlah selalu untuk memelihara NAFAS itu..!
dengan adanya makna ini maka kita senantiasa ingatlah Allah, disaat berdiri, duduk dan disaat berkegiatan apapun sehingga memberi bekas pada badan dan berimbaslah pada semua anggota badan.
Apabila tetap hatimu…. haqul yakin.. maka jadilah HIDUP semua anggota badanmu didalam 2 negeri yakni dunia dan akhirat dan membahagiakan Allah, baginya pintu selamat sejahtera didalam dunia dan akhirat, dianugerahi Allah Taala sampai kepada martabat nabi dan kaum muslimin dan mengharamkan tubuhnya dimakan api neraka dan badan pun tidak dimakan tanah didalam kubur.
Tetapkan hati (HAQUL YAKIN) wahai saudaraku pada hal tsb.. dan jangan engkau menjadi orang yang lupa….
Mudah-mudahan kita semua mendapatkan ketenangan hingga sampai ajal datang menjelang… aamiin
NAFAS kita… keluar masuk sehari semalam itu, pada siang 12000 dan pada malam 12000.
Inilah waktu sehari semalam 24 jam yaitu pada siang 12 jam malam 12 jam.
Demikian juga Kalimah LA ILLAHA ILALLAH dan huruf MUHAMMAD Rasullullah masing-masing mempunyai 12 huruf berjumlah semua 24 huruf.
Maka barang siapa mengucapkan dengan sempurna yang 7 kalimah ini niscaya ditutup AllahTaala pintu neraka yang 7 juga.
Barangsiapa mengucapkan 24 huruf ini dengan sempurna.. niscaya dosanya selama 24 jam diampuni Allah Taala.. ~> inilah persembahan kita kepada Tuhan kita yang tiada putus… yang dinamakan sembahyang Daim dan Puasa itu menaklukkan nafsu batin dan zahir.
Sabda Nabi SAW :

“Ana min Nurrullah wal alami Nurri ”

Aku daripada Allah dan sekalian alam daripada aku
Sebab itulah dikatakan ( Ahmadun Nuril Arwah ) artinya MUHAMMAD itu ibu bapa sekalian arwah
Dan dikatakan (Adam Abu Basar ) artinya ADAM itu bapa sekalian tubuh.
Yang dikatakan sebenar-benarnya fardhu itu ialah NYAWA, karena NYAWA itu memerintah badan kita, jikalau NYAWA itu digerakkan Allah, maka bergeraklah badan kita.
Alam Insan itu Af’al Allah dan Af’al Allah itu TUBUH kita.
Asma Allah itu HATI pada kita,

Sifat Allah itu NYAWA pada kita

Zat Allah itu SIRR pada kita, yakni RAHASIA pada kita.
SIRR itu tempat Tajali Zat Allah pada kita,
ROH tempat Tajali sifat Allah pada kita
HATI tempat Tajali Asma’ Allah pada kita
TUBUH tempat Tajali Af’al Allah pada kita
Diri yang batin itulah NYAWA dari anasir yang batin yaitu WUJUD, dari ilmu nur suhud yang dinamakan insan hakikat.
Diri kita yang zahir itu umpama sebuah perahu yg diperintah oleh nakhodanya. Masing-masing perahu maka masing-masing pula nakhodanya.
7 SIFAT itu ialah :

Hayat,

Ilmu,

Kudrat,

Iradat,

Samak,

Basar,

Kalam

maka 7 Sifat yang dikaruniakan Allah Taala kepada NYAWA kita supaya bisa berkuasa memerintah tubuh kita..~>  karena itulah, tubuh kita ibarat wayang kulit yg tidak mempunyai perintah melainkan atas perintah Dalang.
Dan NYAWA itu seumpama wayang, karena ada Dalang, jika tidak ada wayang maka tidak terlihatlah hikmat dari sang Dalang..
Oleh sebab itu tidak terpisah antara Dalang dengan wayang dan wayang pun  tidak terpisah dengan sang Dalang, jika terpisah niscaya akan binasalah wayang tsb.
Demikianlah keadaan hamba dengan Tuhan, senantiasa tidak terpisahkan/tidak berceraian, dari Azali datang kepada Abda.
Ini menyatakan tentang sembahyang dan mengetahui asal muasal sembahyang dan mengetahui segala Fardhu sembahyang…!
Wa Allahu a’lam
Kita kembali kepada LATIHAN semula yaitu mencari DIRI SENDIRI yang berdiri dengan sendirinya.
Setelah kita dapat MENEMUI JALANNYA PERNAFASAN kita yang turun naik itu yang berasal dari dalam, maka DENGAN MEMATIKAN SEGALA TENAGA kita yang ada, kita COBA MENURUTKAN TURUN NAIKNYA PERNAFASAN kita itu, dengan pengertian kita MULAI MEMAKAI atau MENGGUNAKAN TENAGA DARI DALAM yaitu TENAGA YANG MENYEBABKAN TURUN NAIKNYA PERNAFASAN kita.
Lancarnya latihan kita dan sampai kepada MENINGKATNYA PERGERAKAN yang dibawa oleh DAYA TENAGA YANG BERASALKAN DARI JALANNYA PERNAFASAN kita itu sangat bergantung kepada kemampuan kita membawakannya.
Untuk dapat membawakan sampai mengerti, adalah kemampuan kita MENYERAHKAN SEGALA SESUATU apa yang ada pada kita KEPADA-NYA yaitu pada YANG BERDIRI DENGAN SENDIRINYA itu.
DIA akan bebas bergerak, kalau apa yang ada pada kita telah dimilikinya dan dikuasainya..
Dengan pengertian kalau tadinya kita menganggap Dia itu kepunyaan kita, maka yg terjadi adalah sebaliknya, yaitu JADIKAN KITA MENJADI KEPUNYAAN-NYA.
Setahu kita, DIA telah ada bersama kita dan Dia itu adalah kepunyaan kita, sbg KARUNIA atau ANUGERAH dari yang Maha Esa lagi Maha Besar kepada kita.
DIA datang dariNYA dan akan kembali kepadaNYA pula.
Dan kedatangannya kepada kita untuk Kesempurnaan Kejadian kita..
Tidaklah sempurna kita rasanya, kalau kita tidak mengetahui, mengenal dan MENEMUInya.
DIA langsung dari Yang Maha Esa dan keadaan kita dijadikan dari yang telah dijadikan.
Tingkatnya juga lebih tinggi dari kita karena DIA ASLI ( original ) dan kita dari yang dijadikan, meskipun yang menjadikan kita itu yaitu Tuhan Yang Maha Esa juga.
Satu ASAL, tetapi berlainan KE-ADA-AN.
DIA ada tetapi tiada,

kita ada dan nyata,

DIA yang telah berada bersama kita, bahkan terkandung didalam batang tubuh kita, kenapa kita tidak dapat menemuinya..?
Tuhan telah memberikannya kepada kita untuk HIDUP bukan untuk MATI.
Jadi nyatalah sudah ada KELEBIHANNYA dari kita dan Rahasia Hidup dan kehidupan kita, padanyalah LETAKNYA.
Dan kalau kita ingin hidup bahagia, tentu DIA MESTI KITA CARI dan KITA TEMUI, seperti telah dikatakan diatas, PADANYALAH TERLETAK RAHASIA HIDUP itu.
Untuk mengetahui dan MENEMUInya tentu lebih dahulu harus kita pecahkan persoalan antara kita dengan DIA dengan jalan MEMISAHKAN YANG SATU DENGAN YANG LAIN, yaitu antara BADAN dg DIRI atau antara DIA dan AKU.
Latihan yang kita bawakan dengan mematikan badan sebelum mati itu sebenarnya mendatangkan PERMULAAN PERPISAHAN, karena dengan perbuatan kita tsb maka yg tinggal hanyalah YANG HIDUP.
Dengan latihan kita tsb ialah kita meninggalkan YANG HIDUP hanya karena kita ingin mengetahuinya dalam KE – ADA-AN yang sebenarnya.
Sebelum kita dapat menemui dan MENGUASAInya kita tidak dapat mengerti yang sebenarnya.
Hendaklah kita TERUS BERLATIH dan BERLATIH mencarinya SAMPAI ADA PANCARAN KELUAR DARI UJUNG JARI JARI kita.
Jika kita telah dapat  MERASAKAN PANCARAN YANG KELUAR DIUJUNG JARI JARI kita.. itu berarti DINDING TELAH TEMBUS dan RAHASIA TELAH TERBUKA.
Tugas kita adalah MEMPELAJARInya lagi dengan pengalaman pengalaman atau berbagai PERCOBAAN-PERCOBAAN.
DIA adalah HAK MILIK kita, karunia dari Allah Ta’ala dan tidaklah orang lain berhak atasnya.
Kenapa tidak kita pergunakan Hak milik kita Yang Amat Berharga itu ?
Pendirian kita ( selama ini ) selain SALAH karena ‘TIDAK’ berpegang kepada DIRI barang yang hidup, melainkan kepada BADAN barang yang mati.
SIANG ada pada kita MALAM pun ada pada kita.
SIANG adalah TERANG dan Yang Terang adalah DIRI.
MALAM adalah GELAP dan Yang Gelap ialah BADAN.
Yang TERANG ada pada kita dan yang GELAP pun ada pada kita.
Kenapa berpegang kepada yang GELAP itu ?
Si Terang letaknya DI DALAM dan Sigelap letaknya DI LUAR.. ~> MASUKKAN itu MALAM kepada SIANG dan MASUKKAN SIANG kepada MALAM.
Datangkanlah itu YANG HIDUP dari YANG MATI dan YANG MATI dari YANG HIDUP.
KELUARKANlah Yang Didalam dan KE DALAMKANlah Yang Diluar.
UNTUK itu REZEKI yang TIDAK TERDUGA-DUGA dan TERBILANG banyaknya yang akan kita DAPATKAN.
Semua orang takut mati karena SALAH MEMAHAMI HIDUP.
Dia takut ditinggalkan HIDUP.
Maka dari itu dia takut mati.
Mereka SALAH PEGANG, salah tangkap dan berpegang pada Yang Mati YANG DIANGGAPnya Yang Hidup.
Sebenarnya yg HIDUP lah, yg tidak diperdulikannya selama ini.
Bagi kita yg berpegang pada Yang Hidup tentu tidak akan takut mati, karena bagi kita Yang Hidup itu mestilah TIDAK ADA MATInya… DIA itu KEKAL dan ABADI mungkin BERPINDAH-PINDAH tempat.
Pembawaan hidup mereka yang seperti itu menuju kepada kematian dan perjalanan hidup yang kita bawakan menuju kepada hidup yang kekal dan abadi untuk kembali kepangkalan semula.
Mereka MENUJU KEMATIAN manakala kita MENUJU KEHIDUPAN YANG KEKAL dan ABADI.
Perjalanan kita BESERTANYA ialah kita telah mati sebelum dimatikan, telah pergi sebelum dipanggil dan AKU telah kembali dari SANA. AKU telah MENEMUINYA setelah engkau menemui AKU dan BATAS Aku dengan DIA ialah seperti batas antara Engkau dengan Aku yaitu JAUH TIDAK BERANTARA dan DEKAT TIDAK BERBATAS.
Engkau yang tadinya DINDING bagiku untuk menghubungi dan MENEMUInya setelah dapat menghubungiku dengan CARA PEMECAHANMU, maka TERBUKAlah JALAN bagiku untuk menghubungi dan menemui NYA, karena pintu telah terbuka bagiku… Engkau Aku bawa serta karena cinta kasih sayangku tertumpah padamu dan adalah ENGKAU ITU BADANKU.
Kita tidak akan berpisah kecuali kalau dipisahkan oleh Yang Maha Kuasa. Maka dari itu KUASAILAH AKU supaya apa yang ada padaku menjadi KEPUNYAANMU.
Bagaimana cara menguasainya ?

Mudah saja.
Cintailah, kasihilah dan sayangilah AKU.
Bagimanakah cara mencintai, mengasihi dan menyayanginya ?
AKU tidak meminta apa yang tidak ada padamu, cukuplah kalau engakau SERAHKAN APA YANG ADA PADAMU KEPADAKU dan untuk itu akan AKU serahkan pula apa yang ada padaKu sehingga AKU menjadi kepunyaanmu dan engkau menjadi kepunyaanku.
Kedalam Engkau yang berkuasa, keluar AKU dimuka.
Tadinya sebelum engkau mengenal Aku maka AKU adalah NYAWAMU.
Setelah Engkau dapat mengenal AKU, maka Engkau yang tahu bahwa AKU ini sangat berguna padamu.
Engkau mengetahui bahwa seluruh kehidupanmu BERGANTUNG PADAKU.
Setelah Engkau menemui AKU, maka Engkau lebih kenal padaku.
AKUlah yang akan menjadi Engkau dan Engkaulah yang akan menjadi AKU.
AKU dan Engkau sebenarnya SATU dan memang kita satu.
ILMU Pengetahuanlah yang memisahkan kita…!
Dan AKUlah kita, AKU LUAR dan DALAM.
Selama ini Engkau berjalan sendiri dengan tidak memperdulikan AKU.
Sekarang setelah Engkau menemui AKU, apa lagi kita telah menjadi AKU maka kalau Engkau berjalan ikut sertakanlah AKU dan kalau AKU berjalan akan mengikut sertakan Engkau pula..~> Satu arah, satu tujuan dan satu tindakan.
Selama ini kita berjalan pada jalan sendiri – sendiri.
Sekarang kita kenal mengenal satu sama lain. Selapik sepetidur, sebantal, sekalang hulu, sehina, semulia, kelurah sama menurun, kebukit sama mendaki, sedikit senang sama-sama kita rasakan.
Apa yang tidak ada padaKU, ada padamu dan apa juga yang tidak ada padamu ada padaku.
Engkau selama ini sudah jauh berjalan sendiri dengan tidak mengikut sertakan AKU, walaupun Aku senantiasa berada bersamamu.
Dalam banyak hal AKU menderita karena AKU yang merasakannya. Sekarang AKU berjalan dan Engkau Aku ikut sertakan.
Tugasmu hanya menurut dan mempelajari hasilnya untuk kita. Engkau yang tadinya tidak tahu setelah mempelajari perjalananku akan banyak mendapatkan apa yang Engkau tidak ketahui selama ini.
AKU yang berbuat, Engkau yang melakukan dan hasilnya untuk KITA.
Bahagiamu terletak PADAKU dan bahagiaku padamu. AKU sangat merasa bahagia kalau yang AKU perbuat dan lakukan besertamu menghasilkan yang memuaskan.
Lambat laun Engkau akan mengenal AKU yang sebenarnya.
Dan  perbuatanku bagimu namanya adalah ILMU.
Oleh karena Aku GHAIB sifatnya maka namanya ILMU GHAIB.. Rahasia kandungan telah terbuka dengan hasil dari latihan latihan yang telah kita lakukan yaitu keluarnya pancaran yang terasa betul pada ujung KUKU kita, ujung jari jemari kita.
Dan kita telah melahirkan kandungan kita sendiri.

Yang melahirkan kita dan yang dilahirkan kita pula.
Kita yang telah terlahir itu ialah DIRI YANG BERDIRI DENGAN SENDIRINYA, bergerak dan berjalan dengan sendirinya, akan tetapi duduk ditempatnya.
Keluarnya dari badan kita melalui saluran saluran tertentu yang dinamakan pancaran yang setelah sanggup menebus alam sendiri akan sanggup pula menembus alam lain, jika kita telah dapat menguasai dan mengetahui RAHASIANYA yang sebenarnya.
Ibu melahirkan kita sebagai seorang manusia lengkap dengan pembawaan dan kelahiran kita mengandung pembawaan itu untuk hidup.
Untuk melanjutkan jalannya kehidupan kita supaya dapat menikmati Kebahagiaan Hidup, maka tugas kita adalah melahirkan kandungan kita yaitu pembawaan dari Rahim ibu.
Kebahagiaan hidup yang kita alami di Rahim ibu semasa dalam kandungan ibu ialah dengan hidupnya bunda mengandung atau dengan dua ( 2 ) keadaan hidup, yaitu pertama yang mengandung dan yang kedua yang dikandung.
Sebelum kita dapat melahirkan kandungan kita itu sampai akhir hayat kita, maka senantiasa akan panjanglah jalan kehidupan yang kita rasakan, karena melakukan hidup sendiri.
Maka untuk kesempurnaan jalannya kehidupan kita lahirkanlah kandungan sendiri..~> Kelahirannya mendatangkan HIDUP BARU bagi kita dan akan menyeimbangkan jalannya kehidupan kita.
Kita telah bertahun-tahun berjalan sendiri-sendiri mengarungi lautan hidup yang tidak bertepi.. Maka pergunakanlah jalan hidup yang baru kita dapatkan itu.
Bila HIDUP itu tidak kita pergunakan, tidak perlu disesalkan kalau satu saat nanti kita ditinggalkannya.
Dengan telah melahirkan kandungan itu kita telah menjadi manusia baru dengan tenaga baru.
Coba dimengerti lagi…!
PENGENALAN DIRI
Dari dalam rahim Bapak 40 hari

Mada,

Madi,

Mani,

Manikam
Pusat, Jantung, Watsulbi, Muntarait, Otak
Dalam Otak ada Lemak,

Dalam Lemak ada Minyak,

Dalam Minyak ada Nur,

Dalam Nur ada Nur Akal,

Dalam Nur Akal ada Hizabbannur,

Dalam Hizabbannur Hidayamul Amanah Allah SWT.

PENYAKSIAN DI ALAM ROH
ALAS TUBIRABBIKUM

Benarkah Aku Tuhan Engkau
KALU BALA

Benar Engkau Tuhan kami
SHAHIDNA

Menyaksikan

SUSUNAN DALAM RAHIM BAPAK
Di Otak : 7 hari

Di Tulang Belakang : 7 hari

Di Watsulbi Muntarait : 7 hari

Di Tulang Data : 7 hari

Di Pusat : 7 hari

Di Kalam  : 7 hari

Jumlah = 42 hari
Dalam Rahim Ibu 9 Bulan + 9 hari / 7 Bulan + 7 hari, Titik/NOKTAH.
1 hari : HU
3 hari : ALLAH
7 hari : INNALLAH (hanya Allah)
4 bulan + 4 hari : TURABBUNNUR (Tanah Nur)
7 bulan + 7 hari : SUBHANALLAH (Maha Suci Allah)
8 bulan + 8 hari : ALHAMDULILLAH (Puji Bagi Allah)
9 bulan + 9 hari : INNA ANNA AMANNA (Sesungguhnya Aku beriman/Pembawa Amanah Allah SWT)
Ujud artinya Ada, Mustahil Tiada, Mana yang Mustahil… adalah Akwan Agiyar kita. Wajib Allah Ta’ala ada.
Tidak sah Ma’rifatnya, bila tidak mengetahui asal kejadian Diri kita ini
Mengenal diri itu adalah mengetahui asal Nabi Adam Alaihi Salam.
Asalnya Nabi Allah, ADAM itu nasarnya Air, Api, Angin, Tanah..~> maka turunlah kepada kita :
Tanah itu => Tubuh kita

Angin itu => Nafas kita

Api itu => Darah kita

Air itu => Rasa kita
Maka dari itulah kita ketahui arti namanya MENGENAL DIRI
Kejadiannya Tanah bernama Syari’at => TUBUH kepada kita
Kejadiannya Angin bernama Tarikat => LAKU kepada kita
Kejadiannya Api bernama Hakikat => HATI kepada kita
Kejadiannya Air bernama Ma’rifat => RASA kepada kita
Itulah MENGENAL DIRI namanya.
Syariat umpama Kaki

Tarikat umpama Tangan

Hakikat umpama Tubuh

Ma’rifat umpama Kepala
Yang bernama DIRI TERDIRI itu RAHASIA namanya
Yang bernama DIRI TAJJALI itu ROH namanya
Yang bernama DIRI TERPERI itu HATI namanya
Yang bernama DIRI DIPERIKAN itu TUBUH namanya

Mengenal ADAM menurut :
Syari’at :  ia adalah Manusia yang Pertama
Tarikat :  ia adalah Hakikat yang Muncul
Hakikat :  ia adalah Asma Allah
Ma’rifat : ia adalah Hanya Allah (ILLallah)

ASYHADU adalah LIDAH bagi kita
ALLA adalah BADAN bagi kita
ILLAHA adalah HATI bagi kita
ILLALLAH adalah ROH bagi kita
HUWA adalah RAHASIA (Air) bagi kita

Yang sebenar-benar Diri ialah NYAWA/ROH
Yang sebenar-benar NYAWA/ ROH adalah MUHAMMAD
Yang sebenar-benar MUHAMMAD adalah ALLAH
Yang sebenar-benar ALLAH adalah segala Sifat ALLAH Ta’ala
Yang sebenar-benar Sifat ALLAH Ta’ala adalah ZADTULLAHITA’ALA
Adapun Sifat Allah Ta’ala adalah wujud Allah Ta’ala yang mempunyai Wujud dan hakikat dari segala yang ada, baik besar maupun kecil pada pandangan lahir maupun batin adalah sebenar-benarnya, termasuk satu sifat yang sempurna, tidak bertulang, tidak berdaging, tidak berdarah, atau berkulit.
Pada yakin kita, maka berbagai macam sifat dan warna itu Hanyalah satu, menurut keyakinan Ma’rifat kita.
Yang bernama Wujud Hakiki itu adalah ZADTULLAHITA’ALA.
Wujud Hakiki itu mustahil bagi pandangan orang awam.
Wujud majazi itu tidak ada pada pandangan wujud hakiki.
Wujud ‘Am (umum) itu meliputi alam, dan nyata pada Muhammad.
Dan yang sebenar-benarnya Manusia itu adalah Muhammad
Adapun sebenar-benarnya Muhammad yaitu Allah
Dan sebenar-benarnya Allah yaitu ZADTULLAHITA’ALA
Maka dari itulah sebabnya kita (manusia) dilebihkan oleh Allah Ta’ala dari semesta alam ini, karena asal muasal kejadian itu dari MUHAMMAD
Wa alaikumus salam wa rahmatullahi wa barakatuh🙏
Selamat siang🌞

Selamat beraktifitas .. semoga segalanya berjalan lancar dan penuh berkah yaa.. aamiin
Alhamdulillah berjumpa lagi saudara2ku yg dimuliakan dan dirahmati Allah
Yth +Sanjaya R, salim👋 hehee.. terimakasih atas kehadirannya 💺☕ bersilaturahmi bersama kita semua disini.. jazakallahu khoiron
Yth +satrio basyari, salim👋 juga dan terimakasih sempat hadir 💺☕ bersilaturahmi, Barakallahu fiikum

INGATLAH…

Saudaraku..

kita dibekali pemahaman ilmu dan hati untuk merasakan Kebenaran dan Petunjuk Alloh (MAHDI) dengan panggilanNYA melalui Jiwa-mu (Ruh).
Masihkah dirimu itu ada, jika segala keadaanmu itu hak-NYA Alloh …??
Yang dikatakan ‘ DIRI ‘ itu terpecah menjadi 4 yaitu :
1. Diri TERDIRI
Yang di maksudkan diri terdiri itu ialah jasmani dan komponennya (anatomi) yang awalnya di jadikan dari tanah nurani, air nurani, angin nurani dan api nurul adhom, inilah asal usul Adam a.s,
Setelah Adam maka manusia keturunan Adam di jadikan pula dari benih lelaki (bapak) dan benih perempuan (ibu) yaitu dari

Wadi,

Wazi,

Mani

Manikam

2. Diri TERPERI
Yang di maksudkan Diri Terperi itu ialah Ruhul Yaqazah , yang terdiri dari

Roh,

Akal,

Nafsu,
Yaitu terdiri dari komponen Rohani, dan ia berasal dari NUR atau di sebut juga dari Allah dan kembali kepada Allah, tarafnya ialah sebagai ammar Rabbi.
Adapun hakekat perkataan RASUL itu adalah hakekat NYAWA kita, yang menjadi penyambung rahasia diantara Jasmani dan Rohani.
Jadi RASUL = NYAWA ~> penyambung antara JASMANI dan ROHANI
Berawal huruf RASUL itu mengandung 4 huruf yaitu :
RA      adalah hakikat NAFAS
SYIN  adalah hakikat  AMPAS
WAW  adalah hakikat TANAFAS
LAM   adalah hakikat NUPUS.
Perlu ditegaskan disini bahwa NYAWA itu dijadikan dari Jauhar Bashita dan terbagi 4 peringkat/anasir ( HABLU AL-KHAYAT = TALI KEHIDUPAN ) yang menjadi Tali kenyataan & keadaan hidup mengerti

serta mengenal Dzat wajibul wujud (Allah)
1. NAFAS letaknya di Mulut
2. AMPAS letaknya di Hidung

 

3. TANAPAS letaknya pd tengah-tengah bagian dua Telinga
4. NUPUS letaknya pd Qalbu
Jika hilang NYAWA diantara Rohani dan Jasmani, maka orang itu akan mengalami apa yang disebut sebagai MATI.
Hidup NAFAS itu karena AMPAS,
Hidup AMPAS itu karena TANAPAS
Hidup TANAPAS itu karena NUPUS
Hidup NUPUS itu dengan sendirinya dalam Rahasia.
Artinya : QALBU orang-orang mukmin itu adalah istana Allah Ta’ala yg letaknya pada JANTUNG manusia.
Seseorang itu hendaklah mensucikan hatinya dengan berzikir (mengingat Allah) supaya kekentalan darah kotor di ujung Jantung hilang dan bersih.
Bergeraknya NAFAS itu dengan zikir, dan tidak pernah nafas itu berhenti berzikir dalam waktu 24 jam dalam kehidupan kita sehari-hari.
Jika NAFAS berhenti berzikir maka itu berarti manusia tersebut telah mati, dan boleh dikafankan serta di kuburkan.
Oleh sebab itu perlu bagi setiap manusia yang ingin menuju pada jalan makrifat, untuk mengetahui dan mengenal ilmu zikir nafas agar bisa menghancurkan kekentalan darah di hati yang menjadi tempat iblis bergantung, dan disitulah sebenar-benarnya istana iblis itu…!!
Tanpa menghancurkan kekentalan darah kotor itu, maka NUR Allah s.w.t, tidak mungkin memancar untuk memberikan

sinar akal dan iman kepada manusia tsb.
Sesungguhnya yang dinamakan HATI, QALBU itu adalah NUR yang dipancarkan dari bagian bawah jantung ke arah bagian atas jantung.
RUHUL YAQAZAH inilah yang di pegang dan di kuasai oleh Allah disaat tidur dan mati.. ~> silahkan merujuk pada Al-Qur’an surah Al An’am ayat 60 dan Az Zummar ayat 42

3. Diri SEBENAR DIRI
Yang di maksud dengan DIRI SEBENAR DIRI itu ialah Ruhul HAYAT, yang terdiri dari NYAWA atau NAFAS atau INSAN, ia adalah sebagian dari komponen Rohani dan berasal dari NUR.
DIRI SEBENAR DIRI lah yang dinyatakan oleh Allah sebagai INSAN YANG SEMPURNA, sebagaimana firman Allah :
” Aku jadikan Insan itu sesempurna-sempurna kejadian”

4. Diri TAJALLI
Yang di maksud dengan DIRI TAJJALI itu ialah INSAN KAMIL, yaitu insan yang beserta Allah
Insan beserta Allah (tidak bersekutu) yaitu Insan dari Ruhul Hayat dari sifat Qahar, dan dari sifat Kamal itu ialah ujud Wahdaniyah Insan, yg bertaraf Zat La Yakhluqu, sementara Wahdaniyah bertaraf Zat Yakhluqu.. ~> untuk memahami ini perlu memahami sifat 20.

ZAT DIRI YANG BERDIRI SENDIRI .
Wujudnya di Alam LAHUT.

Zikirnya AH ( Alif Ha ) AH .

Ilmunya KAMAL YAKIN

● SIFAT DIRI DENGAN ZAT.
Wujudnya Alam JABARUT.

Zikirnya HU HU.

Ilmunya HAQ QUL YAKIN

● ASMA’ DIRI YANG TERPERI.
Wujudnya di Alam MALAKUT.

Zikirnya ALLAH 3 x .

Ilmunya – ILMU YAKIN

● AF’AL DIRI YANG TAJALLI.
Wujudnya di Alam SAHADAH.

Zikirnya LA ILA HA ILLALLAH.

Ilmunya – ILMU YAKIN.
Jelaslah kewujudan itu sebagai PENZAHIRAN KEBESARAN diri-NYA.
Dengan wujud itu terzahir pula segala KEINDAHAN, JAMAL Allah namanya.
Lantas terzahir pula CAHAYANYA yang menerangi segala Keindahan itu, JALAL ALLAH namanya dengan KEAGUNGAN itu sempurnalah sudah sebagai Kenyataan ALLAHU AKBAR.
ALLAH – ( Alif – Lam – Lam – Ha ) –>  4 (Empat) Sifat
ALIF = ZAT

LAM AWAL = SIFAT

LAM AKHIR = ASMA’

HA = AF’AL

AKBAR – ( Alif – Kaf – Ba – Ra )
ALIF = KAHAR

KAF = JAMAL

BA = JALAL

RA = KAMAL ALLAH = GHAIBUL GHUYUB

ALIF = LA TA’AYUN = MARTABAT ZAT

LAM AWAL = TA’AYUN AWAL = NUR MUHAMMAD = RUH

LAM AKHIR = TA’AYUN THANI = MARTABAT ADAM = NYAWA

HA = MARTABAT TUBUH = JASAD

◎ MENGENAL DIRI YANG KASAR
ADAM = JASAD YANG KASAR
a. HIDUP Jasad dengan hidup Nyawa

b. TAHU Jasad dengan tahu Nyawa

c. BERKUASA Jasad dengan berkuasa Nyawa

d. BERKEHENDAK Jasad dengan kehendak Nyawa

e. MENDENGAR Jasad dengan mendengar Nyawa

f. MELIHAT Jasad dengan melihat Nyawa

g. BERKATA Jasad dengan berkata Nyawa

◎ MENGENAL DIRI KITA YANG BATIN
MUHAMMAD = NYAWA INSAN
a. HIDUP Nyawa dengan HAYAT Tuhan

b. TAHU Nyawa dengan ILMU Tuhan

c. BERKUASA Nyawa dengan KUDRAT Tuhan

d. MENDENGAR Nyawa dengan SAMA’ Tuhan

e. MELIHAT Nyawa dengan BASAR Tuhan

f. BERKEHENDAK Nyawa dengan IRADAT Tuhan

g. BERKATA Nyawa dengan KALAM Tuhan
PANDANG WUJUD YANG ESA PADA WUJUD YANG BANYAK,

ZIKIRNYA HU ALLAH
Adapun Allah itu banyak namanya karena Nama Allah yang menjadikan Alam ini dengan limpahan Sifat-Sifat diatas.
Oleh karena itu Alam ini ialah Hakikat ZAT YANG ESA.

DALIL-DALIL AL-QURAN :
WALLAH HU MUHITHU LIL ALAMIN

Adapun Allah itu MELIPUTI sekalian Alam
LA TATA HAR RAKU ZAR RATUN BI IZ NILLAH

Tidak bergerak sesuatu walau sebesar zahrah sekalian melainkan dengan IZIn Allah
WA LA HAU LA WALA QUWWA TA ILLA BILLAH

Tiada DAYA UPAYA melainkan dengan KUDRAT Allah
FA IN NA MA TAL WAL LAU AF SII HIM WAJ JAHULLAH

Dimana kamu hadapkan wajahmu disitu Wajah Allah
Jika kamu memandang hingga sampai pada yang menjadikan, janganlah terhenti pandangan mu pada semua itu, pandang lagi hingga sampai pada ZAT WAJIBUL WUJUD
Jika kamu memandang keadaan dirimu, hendaklah kamu pandang dengan HAYAT Tuhanmu.
Jika kamu memandang pengetahuanmu hendaklah kamu pandang ILMU Allah.
Apabila kamu memandang kuasamu hendaklah kamu pandang KUDRAT Allah.
Begitulah seterusnya dengan panca indera mu dan Sifat-Sifat MAANI Allah yang lain.
Jika tidak demikian halnya maka sia-sialah pandangan itu dan DURHAKAlah kamu terhadap Tuhan mu.
Setelah Mengenal Diri, wajiblah Mencuci Diri dengan zikrullah
Haqikat Zikir itu adalah perbuatan yg benar-benar dan Rutin tanpa ada Putus-putusnya, contohnya seperti Turun-Naiknya Nafas, Perputaran Planet-planet pada As/Porosnya dll.
Jadi zikir merupakan Perbuatan yg Automatis, Bergerak dengan sendirinya. Tanpa di Rekayasa.
Turun-Naik atau Keluar-Masuk atau Isap-Hembus, GERAK/ PERBUATANnya itulah yg di Sebut zikrullah (yg Sunnatullah).
Apabila mereka yg telah mengenal dirinya tetapi tidak melaksanakan kewajiban Syariat, maka ia tidaklah kenal dg sebenar-benar Dirinya dan tidaklah lepas dari hukuman Syariat yg akan menempatkan ia dalam azab Neraka
Na’uzubillah…
Wallahualam.

Iklan