Coba Perhatikan lirik lagu berikut dan tafsir hikmah yang disampaikan oleh Yok Kuswoyo 

“ANDAIKAN KAU DATANG KEMBALI…”
Terlalu indah dilupakan

Terlalu sedih dikenangkan

setelah Aku jauh berjalan

dan Kau kutinggalkan *(1)
*1 = DUNIA
Betapa hatiku bersedih

Mengenang kasih dan sayang-MU *(2)
*2 = Allah SWT
Setulus pesan-MU * (3) kepadaKu

Engkau kan menunggu *(4)
*3 =  Al Qur’an dan al Hadits

*4 = Di Padang Mahsyar :oops:😰
Andaikan Kau (5) *datang kembali

Jawaban apa yang kan kuberi *(6)
 *5 = dihidupkan di dalam kubur

 *6 = Saat di tanya tentang amal ibadah Kita, 
Adakah cara yang Kau temui

Untuk kita kembali lagi *(7)
 *7= Semua sudah terlambat. Tidak ada jalan lagi untuk mengulang kehidupan di dunia.

So Saudaraku,

🎬Jangan sampai ada penyesalan.  
🎬Mumpung masih ada kemampuan dan kesempatan,
🎬Berbuat baiklah senantiasa. Perbanyak amal ibadah dan dirikan shalat berjamaah,   singkirkan segala perbedaan.
🎬dan masjid / mushollah makmurkanlah.
🎬Kepada orangtua, Guru berbaktilah.
 🎬dan kepada fakir miskin; anak yatim bantu dan muliakanlah
Bersinarlah bulan Purnama

Seindah serta tulus cinta-NYA
Bersinarlah terus sampai nanti *(8)
 *8 = ISTIQAMAH-lah terus di jalanNYA sampai waktu yang ditentukan tiba….       
Aamiin YRA
Lagu ini… “ku akhiri”

MATI.. ?? WAFAT.. ??

MATI menurut pengertian secara umum adalah keluarnya Ruh dari jasad. Kalau menurut ilmu kedokteran orang baru dikatakan MATI jika Jantungnya sudah berhenti berdenyut.

MATI menurut Al-Qur’an adalah terpisahnya Ruh dari Jasad Dan HIDUP adalah bertemunya Ruh dengan Jasad. 

Kita mengalami saat terpisahnya Ruh dari jasad sebanyak 2 kali dan mengalami pertemuan Ruh dengan jasad sebanyak 2 kali pula. 

Terpisahnya Ruh dari jasad untuk pertama kali adalah ketika kita masih berada dialam Ruh, ini adalah saat mati yang pertama. 
Seluruh Ruh manusia ketika itu belum memiliki Jasad. 
Allah mengumpulkan mereka dialam Ruh dan berfirman seperti yg disebutkan dalam surat Al A’raaf 172 :
“Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”, (Al A’raaf 172)
Selanjutnya Allah menciptakan Tubuh manusia berupa Janin didalam rahim seorang ibu, ketika usia janin mencapai 120 hari Allah meniupkan Ruh yang tersimpan dialam Ruh itu kedalam Rahim ibu, tiba-tiba janin itu hidup, ditandai dengan mulai berdetaknya Jantung Janin tersebut..~> Itulah saat kehidupan manusia yang pertama kali.
Selanjutnya ia akan lahir kedunia berupa seorang bayi, kemudian tumbuh menjadi anak anak, menjadi remaja, dewasa, dan tua sampai akhirnya datang saat berpisah kembali dengan tubuh tersebut.
Ketika sampai waktu yang ditetapkan, Allah akan mengeluarkan Ruh dari Jasad.. ~> Itulah saat kematian yang kedua kalinya. 
Allah menyimpan Ruh dialam Barzakh, dan jasad akan hancur dikuburkan didalam tanah. 
Pada hari berbangkit kelak, 

Allah akan menciptakan jasad yang baru, kemudian Allah meniupkan Ruh yang ada di alam barzakh, masuk dan menyatu dengan tubuh yang baru sebagaimana disebutkan dalam surat Yasin ayat 51: 
51- Dan ditiuplah sangkakala, maka tiba-tiba mereka ke luar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka. 
52 – Mereka berkata: “Aduh celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?” Inilah yang dijanjikan (Tuhan) Yang Maha Pemurah dan benarlah Rasul-rasul (Nya). (Yasin 51-52)
Itulah saat kehidupan yang ke 2 kali, kehidupan yang abadi dan tidak akan adalagi kematian sesudah itu. 
Pada saat hidup yang ke 2 kali inilah banyak manusia yang menyesal, karena telah mengabaikan peringatan Allah. 
Sekarang mereka melihat akibat dari perbuatan mereka selama hidup yang pertama didunia dahulu. 
MATI = diperuntukan untuk hewan, tumbuhan atau suatu alat yang tak berfungsi.
WAFAT = adalah bahasa arab yg berarti meninggal. untuk para nabi, dan rasul, para pejuang, dll.
MENINGGAL = sebutan bagi orang yg tutup usia karena sakit atau kecelakaan, untuk orang biasa, umat manusia umum, dll.
Jangan katakan MATI, tapi “ KEMBALI KE RAHMAT ALLAH”. 
Kenyataannya adalah Roh meninggalkan Jasad. 
Kenapa ?  Karena kekotoran Jasad selama dihidupkan. Mungkinkah kepulangan Roh bersama Jasad ? 
Kenapa tidak, jika atas Kuasa Allah. 
“Upaya kita” adalah berTOBAT dan berDZIKIR… dan Yang terpenting  “KENALI DIRI”
“Menafikan segala ketuhanan untuk mengenali Allah” (dalami 20 sifat Allah). 
20 sifat ini inilah minimal wajib diketahui oleh seorang mukmin untuk mengenal Allah. 
Jika kita sudah memahami sifat2 itu maka kita akan tahu siapa itu Allah dan mana yg bukan Allah. 
Jika ada sesuatu sesembahan atau sesuatu yg dipertuhanan tidak memenuhi ketentuan yg ada dalam sifat 20 tadi maka sesuatu sesembahan atau sesuatu yg dipertuhanan itu bukanlah Allah. 
Karena sifat yg 20 itu hanya dimiliki (wajib) bagi Tuhan yaitu Allah.
Semoga bermanfaat.
manusia yang sedang tidur tak ubahnya seperti manusia yang telah WAFAT..~> Ruh dikeluarkan oleh malaikat dengan seizin Allah SWT dari Jasad manusia tersebut dan dibawa ke suatu tempat di luar alam Zhohir. 
Hal ini dibuktikan dengan keterangan ayat Al Qur’an surat Az Zumar ayat 42. 
Dalam ayat tersebut diterangkan bahwa Allah SWT memegang jiwa orang-orang diwaktu tidurnya sebagaimana memegang jiwa-jiwa orang yang telah mati. Kemudian Dia melepaskan jiwa-jiwa orang yang tidur sampai waktu yang ditentukan (baca: sakarotul maut). 
Itulah rahasia mengapa kita bisa melihat ruh orang-orang dekat kita yang telah meninggal dunia dalam mimpi sewaktu kita tertidur. Karena pada hakikatnya malaikat telah membawa jasad kita untuk berwisata sebentar ke alam barzah menemui ruh orang-orang yang telah meninggal dengan izin Allah SWT.
Jelas sekali pada kedua hadits di atas bahwa tidur bukan hanya aktifitas jasadiyah semata. Akan tetapi tidur adalah aktifitas manusia yang melibatkan antara hidup dan mati. 
Itulah alasan mengapa Rosulullah Muhammad saw menganjurkan agar kita memperbanyak ISTIGHFAR dan memohon ampun di waktu petang, karena kita tidak pernah tahu apakah setelah tidur, kita diberikan kesempatan lagi oleh Allah SWT untuk bangun di esok hari.
Tidur bukan hanya aktifitas jasadiyah semata, namun tidur juga merupakan aktifitas wisata ruhiyah ke alam yang tidak pernah kita kenal sebelumnya.
Apa jadinya jika tidur kita malam ini adalah tidur kita yang terakhir di dunia lantaran Allah SWT tidak melepaskan Jiwa atau Ruh kita untuk kembali menemui Jasad kita ?
Kalau kita amati proses perjalan hidup dan mati seperti yang disebutkan diatas , maka yang mengalami kematian hanyalah Jasad kita saja, sedangkan Ruh tidak pernah mengalami kematian. 
Sejak diciptakan pertama kali dan diambil kesaksiannya tentang ke Esaan Allah ketika dikumpulkan dialam Ruh sebagaimana disebutkan dalam surat Al A’raaf 172, mulailah Ruh menempuh perjalanan panjang yang tidak akan pernah berakhir.
Sifat Ruh sama seperti Energy, dalam ilmu fisika kita mengenal teori kekekalan Energy. 
Teori kekalan Energy mengatakan bahwa Energy bersifat kekal, tidak bisa dimusnahkan, dihancurkan ataupun dilenyapkan.. Energy hanya mengalami perubahan bentuk. 
Ruh memiliki sifat seperti Energy ini, ia tidak bisa dimusnahkan, dilenyapkan ataupun dihancurkan, ia kekal selamanya, ia hanya berubah bentuk mulai dialam Ruh, alam Dunia, alam Barzakh dan alam Akhirat kelak. 
Ruh tidak bisa hancur, musnah dan lenyap namun ia bisa merasa lemah, sakit dan menderita. 
Ruh yang kurang mendapat perawatan akan menjadi lemah menderita dan sakit. 
Penyakit Ruh umumnya akan merembet pada penyakit fisik atau jasmani.
Penyakit Ruh yang umum kita kenal antara lain, gelisah, kecewa, dengki, cemas, takut, sedih, tertekan dan stress berkepanjangan.
Ruh mengalami proses pendewasaan selama hidup didunia . 
Semua bekal yang dibawa untuk perjalanan hidup dialam Barzakh dan Akhirat, didapat dari alam Dunia. 
Namun sayang… 

selama hidup didunia banyak orang yang tidak memperdulikan kebutuhan Ruhnya untuk menghadapi perjalan panjang yang tak akan pernah berakhir ini. 
Kebanyakan manusia hanya fokus pada masalah kehidupan dunia, dan tidak perduli dengan masalah kehidupan akhirat yang lebih dahsyat dibandingkan dengan kehidupan dunia.
Mereka baru menyadari kekeliruan mereka tatkala Ruh telah sampai ditenggorokan, hingga tatkala mereka telah pindah kelam barzakh mereka mengeluh sebagaimana disebutkan dalam surat Al Mukminun ayat 99-100 : 
99 – (Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: “Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia),
100- agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. 

Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan (Al Mukminun 99-100)
Penyesalan itu memang selalu terlambat datangnya..
Namun penyesalan yang muncul setelah datangnya kematian hanyalah sesuatu yang sia-sia . 
Masa lampau tidak akan pernah kembali, kita hanya terus maju menghadang masa yang akan datang, apapun keadaan kita . 
Orang yang bijaksana akan mengumpulkan bekal sebanyak banyaknya untuk menempuh perjalanan panjang dialam Barzakh dan Akhirat. 
Orang yang lalai hanya fokus pada kehidupan dunia, tidak pernah mempersiapkan diri untuk menempuh perjalanan panjang itu. Bahkan terkesan tidak peduli dengan kehidupan akhirat. 
Wallahu a’lamu bishshowab

Iklan