Apa sih sebenarnya tujuan MEDITASI atau KONTEMPLASI itu yang sesungguhnya…??. 

MEDITASI bisa disamakan dengan ZIKIR, malahan dalam istilah Jawa hal ini biasanya disebut dengan “ MANEKUNG “ karena yang berasal dari kata “ TEKUNG “ yang bermakna sebagai sikap yang “ TUNDUK “atau MENUNDUKKAN DIRI. 
Dalam khazanah pendaki Spiritual ( sufisme ) ZIKIR berarti secara terus-menerus menyebut kata-kata tertentu secara berulang-ulang. 
Biasanya berupa kata “ pujian “ terhadap Tuhan Hyang Maha Tunggal yang pada intinya ZIKIR adalah sebagai formula untuk mengingat akan keberadaan Tuhan. 
Dalam praktiknya Zikir berupa aktifitas menuangi pikiran dan hati dengan nama atau pujian terhadap Tuhan. 
Atau menuangkan “ Asma “ Tuhan ke dalam hati dan pikiran sehingga tak ada nama lain dalam hati dan pikiran tadi selain Asma-NYA.
Lalu apa yang disebut dengan MEDITASI..??. 
MEDITASI adalah MERENUNGKAN atau MERESAPKAN dan bisa juga bermakna PIKIRAN yang amat DALAM yang bertujuan untuk mencapai KESADARAN DIRI dan untuk mencapai OBYEK SPIRITUAL, guna menjadi manusia-manusia yang TERCERAHKAN. 
Sehingga dalam prakteknya dalam kehidupan bermasyarakat diharapkan bisa menjadi manusia yang penuh KEARIFAN, BIJAK dan KASIH SAYANG terhadap sesama makhluk dalam segala tindakan dan perbuatannya.
Nafsu bukan untuk dibasmi…!!. 
Membasmi daya nafsu sama dengan menyalahi KODRAD manusia itu sendiri.
Daya dorong kearah positif dan negatif harus, diselaraskan, diharmoniskan dan selalu dijaga keseimbangannya. 
Jika daya nafsu bisa kita kendalikan dengan baik, itu sama artinya kita telah bergerak untuk menyatukan DIRI dengan Tuhan Hyang Maha Tunggal. 
Menyatukan yang saya maksudkan bukanlah dalam pengertian menyatunya Dzat manusia dengan Dzat Tuhan loh yaa…??. BUKAN… Bukan demikian..!! 
Manusia tidak perlu menyatukan DIRINYA dengan Dzat Tuhan, karena Tuhan keberadaan-NYA sudah meliputi segala sesuatu. 
Yang perlu disatukan itu adalah “ Sifat, Asma dan Af’al “manusia, agar selaras dengan sifat, asma dan af’al Tuhan yang telah diberikan kepada semua manusia sebagai KODRAD dan IRODAD yang sudah ada dalam diri setiap manusia. 
Jadi tugas manusia hanyalah 

“ MENYELARASKAN, MENYERASIKAN “ dengan Kodrad dan Irodad Tuhan.
Untuk bisa menyatukan diri dengan Tuhan, manusia dalam berbagai cara melakukan diantaranya adalah dengan cara MEDITASI, KONTEMPLASI yang dalam hal ini manusia harus bisa menyatukan segenap PERASAAN dan PIKIRAN dengan nafasnya dalam berMEDITASI . 
Puncak dari adanya penyatuan ini biasanya dalam ukuran minim yang bisa terasa adalah timbulnya “ ketenangan Jiwa “ dan tentramnya Qalbu.
Ya..ya.. hanya dengan “ mengingat “ Tuhan lah qalbu / hati bisa menjadi tenang ( QS. Ar-Ra’d . 28 )
MEDITASI, KONTEMPLASI, ZIKIR hanyalah sarana dan cara untuk meningkatkan kesempurnaan SPIRITUAL…
» ZIKIR Anggota Badan dan Panca Indera adalah mempergunakan anggota badan dan panca indera untuk keta’atan beribadah semata-mata kepada Allah, untuk memperbanyak amar makruf dan menjauhi hal-hal yang munkar.  
Ini sudah tercermin di dalam makna hakikinya berSuci dan Sholat.
ZIKIR lisan adalah dengan cara membaca Al Qur’an, takbir, tahlil, tahmid, istigfar , do’a, wirid dsb.  dengan suara yang dapat didengar oleh telinga.
» ZIKIR Qolbi adalah menghadirkan hati dengan penuh keyakinan akan keberadaan Dzat, Sifat, Asma dan Af’al Allah, Dzat yang maha melihat, maha mendengar, maha mengetahui dan maha kuasa atas segalanya. 
Zikir Qolbi dilakukan dalam hati tanpa bersuara. Semua panca indera dan seluruh tubuh ditutup (dimatikan). Dunia tidak  tampak lagi, alam wadah tampak jelas, Ruhani yang berkomunikasi dengan Allah. 
Sejak semula memang hanya Ruhani yang bisa berkomunikasi dengan Allah. Ruhani berasal dari Nur Muhammad. 
Untuk mengenal Tuhan harus melalui Tuhan . 
Berarti bila kita hendak berkomunikasi dengan Tuhan harus melalui bahasa Ruhani, berarti jasmaninya harus diam, hening, harus bisa mati sebelum mati . 
MATI yang dimaksud disini adalah KEMATIAN RASA kemanusian kita setelah tenggelam dalam zikir, setelah mengalami 4 TAHAP MATI yaitu : 
– Mati Tabi’I (Zikir Qalbi), 
– Mati Ma’nawi (Zikir Lathifatul Ruh), 
– Mati Suri (Zikir Lathifatus Sirri) 
– Mati Hissi (Zikir Lathifatul Kullu Jasad).
Semua pengalaman mati itu hanya bisa didapat lewat Thariqatullah (jalan kepada Allah) dan sudah ada sejak zaman nabi yang dikenal dengan Thariqatussiriah (Jalan Rahasia). 
Ruhaninya yang menjerit mengumandangkan Asma Dzat. Jeritan Ruhani akan menembus 7 petala langit, mencapai Arasy. 
Dan sebutlah nama Tuhan-mu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara ( AL A’RAF 7 : 205 )
» Dzikir Haqq adalah dzikir di dalam sir, sudah dalam keadaan fana, AKU Yang Bicara, suatu tingkatan dzikir yang paling tinggi, dzikir gerak rasa dari suara hati atau shabda .. HU .. HU..HU.. atau dzikir apapun, sesuai suara hati… ikuti saja sesuai Shabda…
Dengan cara Zikrullah berarti kita sudah mulai melatih diri untuk melakukan Shalat yang kekal, dimana kiblat yang terdekat adalah menghadapkan diri kepada diri kita sendiri (Qolbu mukmin baitullah)  
Pengertian Zikrullah yang lebih luas adalah tidak hanya sekedar duduk Tafakur sambil mengucapkan Asma Allah semata, akan tetapi mengingat Allah secara berkesinambungan, secara istiqomah, setiap gerak-gerik kita, tingkah laku kita senantiasa ingat kepada Allah yang mengawasi dan menyaksikan gerak-gerik perbuatan kita..~> Dengan demikian perilaku dan nafsu kita akan menjadi terkendali.
Bila dalam setiap perilaku kita senantiasa disertai ingat kepada Allah semata, benar-benar Lillahi Ta’ala, benar-benar ikhlas kepada Allah maka itulah yang sebenar-benarnya ibadah yang akan membawa keselamatan dunia akhirat bagi yang melaksanakannya.  
Hatinya bersih karena terisi Asma Allah, tidak terisi angan-angan kotor, tidak memper-Tuhan-kan hawa nafsunya yang merupakan dosa syirik tersembunyi.  
Oleh karena itu pengertian bersuci, shalat dan zikrullah adalah merupakan suatu kesatuan yang tidak bisa dipisah-pisahkan satu sama lain, ketiga-tiganya harus dilaksanakan serempak, direalisasikan dan diterapkan makna haqiqinya di dalam kehidupan sehari-hari agar ibadah kita menjadi sempurna.

PROSES… itulah yg harus kita mengerti dan pahami. 
Sebab didalam PROSES itulah terdapat sebesar-besarnya ilmu Allah yg terselubung, yg hanya bisa di artikan oleh hamba-hambaNYA yg berpikir…
Karena sudah mulai banyak diantaramu yang mulai bersentuhan dengan kegaiban, maka akan kuterangkan antara alam khayali dan alam maknawiah.
● Alam khayali adalah alam kegaiban yang timbul akibat pengaruh daya khayalmu sendiri.
● Alam maknawiah adalah alam simbol2 dan isyarat2 kegaiban, yang mawujud sebagai ujud dari pendidikan alam malakut.
Untuk menghindari agar engkau tak tersedot masuk dalam alam khayali, maka ikuti kata-kataku ini dengan baik:
” Buang semua ingin, yaitu ingin mengetahui perkara yang gaib… biarkan segala gaib itu datang dan menjelangmu dengan sendirinya, bukan atas keinginanmu ataupun engkau cari “.
Rileks dan mengalir sajalah..
Salam persaudaraan

Iklan