Bismillaah wal Hamdulillaah …
Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaah ….

Dalam situasi dan kondisi manusia yang kehilangan dirinya sendiri dan kehilangan arah, ajaran Ilmu Tasawuf Ketuhanan dapat memberi ketentraman, ketenangan manusia secara lahir dan batin..
Dengan ajaran ini maka manusia berangsur-angsur kembali kepangkalnya yang memiliki 3 fungsi  dalam kehidupan : 
1. Fungsi manusia sebagai makhluk pribadi. 
2 . Fungsi manusia sebagai makhluk sosial.  
3 . Fungsi manusia sebagai hamba Allah.
Dengan mempelajari ilmu Tasawuf Ketuhanan

–  maka akan mengantarkan manusia yang berpribadi ( Khuluq ), 
– Bagaimana sikap dan prilaku dalam lingkungan sesama manusia dan alam ( Khalaq ) 
– Apa pula yang di persembahkan ( Khaliq ) 
Ke 3 fungsi manusia tersebut telah dijabarkan dalam ajaran Ilmu Tasawuf Ketuhanan.
Inilah suatu ajaran yang membangkitkan semangat hidup dan dalam wawasan yang lebih luas. 
Dengan mempelajari ajaran kesempurnaan hidup seperti : 
Syariat, Tarekat, Hakekat dan Marifat, maka akan membawa manusia kepangkal asalnya untuk menemukan kebahagiaan hidup yang hakiki.
Dalam Tata Surya, aneka planet berputar pada porosnya masing-masing dan beredar di orbitnya mengelilingi Matahari, serta masing-masing memiliki besaran bentuk dan kecepatan gerak yang berbeda-berbeda, ditambah jarak tiap planet dari Matahari pun juga beragam, sehingga jumlah hari dalam setahun di tiap-tiap planet pun tidak sama,
Dengan demikian isyarat ilmiah Al-Qur’an tentang adanya alam yang seharinya sama dengan 1000 tahun Bumi, bukan hal yang mustahil.
Dalam QS.22.Al-Hajj ayat 47, Allah SWT menginformasikan bahwasanya ada suatu tempat (alam) yang sehari disana sama dengan 1000 tahun di Bumi :
وَإِنَّ يَوْمًا عِنْدَ رَبِّكَ كَأَلْفِ سَنَةٍ مِمَّا تَعُدُّونَ
“Sesungguhnya sehari disisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.”

Ini didasarkan pula pada Al Quran ayat ke-7 surat As-Sajdah yang berarti:
“Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepadaNYA dalam satu hari yang kadarnya seribu tahun menurut perhitunganmu”.

KESIMPULAN
Jika dalam Tata Surya telah didapatkan fakta adanya aneka planet yang setahun disana ada yang sama dengan 84 tahun Bumi, dan ada juga yang sama dengan 165 tahun Bumi, serta ada pula yang sama dengan 247 tahun Bumi, maka tidak menutup kemungkinan bahwa di alam semesta ini ada suatu tempat yang setahunnya jauh lebih lama lagi.
Jadi, 1 hari di Alam Ruhani/ Akhirat = 1000 tahun di Alam Bendawi/dunia
secara matematis masa menurut perhitungan akhirat/ Alam Ruhani 

2 jam 24 menit = 100 tahun di dunia/ Alam bendawi 
Jika lebih detil lagi, 

1 jam Akhirat = 41,66 tahun Dunia, 

1 menit = sekitar 255 hari,  

1 detik = 4,25 hari.

Sesungguhnya berita yang akan di sampaikan oleh bumi ialah bumi menjadi saksi terhadap semua perbuatan manusia, sama antara lelaki ataupun perempuan terhadap apa yang mereka lakukan di atasnya
Bumi akan berkata; “Dia telah melakukan hal itu dan hal ini pada hari itu dan ini. Itulah berita yang akan diberitahu oleh bumi.” (H.R. Tirmizi)
Ada cerita menarik yg bisa kita jadikan i’tibar/ pelajaran :
KITA TIDAK BISA MENGOTORI LANGIT (Meludah ke langit)

Suatu hari seorang lelaki pemarah menemui Sang Kakek. 
Dia mendamprat sang Kakek dengan kata-kata kasar. 
Sang Kakek mendengarkanya dengan sabar, tenang, dan tidak berkata sepatah pun.
Akhirnya lelaki itu berhenti memaki. 
Setelah itu, Kakek bertanya kepadanya,

”Jika seseorang memberimu sesuatu tapi kamu tidak menerimanya, lalu menjadi milik siapakah pemberian itu ?” 
“Tentu saja menjadi milik si pemberi.” Jawab orang itu.
”Begitu pula dengan kata-kata kasarmu,” timpal Kakek . ”Aku tidak mau menerimanya, jadi itu adalah milikmu. Kamu harus menyimpannya sendiri. Aku mengkhawatirkan kalau nanti kamu harus menanggung akibatnya, karena kata-kata kasar hanya akan membuahkan penderitaan. Sama seperti orang yang ingin mengotori langit dengan meludahinya. Ludahnya hanya akan jatuh mengotori wajahnya sendiri.”
Lelaki itu mendengarkan Sang Kakek dan merasa malu. Ia meminta maaf dan kemudian pergi.
Semoga kita benar-benar memanfaatkan umur dan waktu sebaik-baiknya, dalam hal kebaikan..  aamiin

Sebagian manusia hidup di dunia ini dalam kondisi tidak kreatif, lahir menjalani kehidupan, kemudian meninggal dunia, berlalu seperti debu yang tertiup angin di musim panas…. 
Kehadiran dan ketidakhadirannya di dunia tidak memberikan pengaruh apa-apa, dan inilah kebanyakan manusia…
Kalau kita tidak mengetahui untuk apa tujuan Tuhan menciptakan manusia, berarti kehadiran kita di dunia ini sama dengan kehadiran ikan, rumput, kambing dll, hanya sebagai pelengkap agar dunia ini menjadi ramai.
Karena itu… manusia juga diberi anugerah Allah, untuk berkemampuan dapat melakukan pilihan…
Bahkan manusia dibekali akal budi dan potensi lainnya, untuk menjadi wakil Allah ( khalifah) didunia. 
Karena manusia berpotensi untuk dapat mengikuti berbagai sifat Allah dan mengikuti keluhuran yang disebut dalam nama-nama Allah ( asma ul husna). Yaitu kalau manusia mendayagunakan segenap akal budinya menjadi amal shalehnya dan perilaku ahlak mulia. 
Namun sayangnya…, manusia juga bisa melakukan pilihan yang hanya memikirkan diri sendiri dan atau golongannya, melakukan berbagai kemungkaran dan kejahatan lain, demi kepentingan diri atau golongannya. 
Manusia juga dapat membuat kerusakan alam, permusuhan dan membunuh sesama manusia, bukan sekedar memenuhi kebutuhan hidupnya yang primer, namun untuk mendapatkan kekuasaan dan kebanggaan diri. 
Sekalipun… seluruh dunia dalam genggamannya, manusia bisa tidak pernah akan puas…
Tuhan menciptakan manusia dengan tujuan yang sangat istimewa, yaitu untuk mengabdi kepada-Nya lewat ibadah dan lewat aktifitas sehari-hari yang bisa memberikan manfaat kepada sesama. 
Nabi juga pernah memberikan nasehat tentang hal ini, dimana manusia terbaik menurut Beliau adalah manusia yang paling bermanfaat untuk sesama.
Keempat tahapan yang harus dilalui oleh seorang yg hendak mensucikan diri ketika menekuni ajaran Tasawuf adalah harus mulai dari Syariat, Tarekat, Hakikat dan Ma’rifat, secara ber-urutan.
Dengan cara menempuh tahapan Tasawuf yang ber-urutan tsb, seorang hamba tidak akan mengalami kegagalan dan tidak pula mengalami kesesatan, dan hal itu tidak mungkin dapat ditempuh secara terbalik dan tidak pula secara terputus-putus.
“Kami akan perlihatkan tanda tandanya ada kami dicakrawala  dan dalam diri mereka sendiri, hingga pada akhirnya jelas bagi mereka itu, bahwa sesungguhnya ada haq kebenaran,

Atau belumkah cukup jelas dengan Tuhanmu,

Bahwa IA itu mengawasi seluruh yg ada,

Yang demikian itu ialah penetapan orang orang yg benar, yang mengumpulkan keterangan keterangan persoalan itu”
Anas Bin Malik  RA  Berkata  :  

Bahwa Setiap Hari Bumi Memanggil  dengan 10 Kalimat, yaitu :  
1_   Wahai Anak Adam, engkau berjalan  di atas punggungku, dan engkau akan  kembali  ke dalam  perutku .
2_   Engkau bermaksiat di atas  punggungku, maka engkau akan di siksa  di dalam  perutku .
3_   Engkau tertawa di atas punggungku,  maka engkau akan menangis di  dalam   perutku . 
4_   Engkau makan barang haram di atas   punggungku,  maka engkau akan di makan Ulat dalam perutku . 
5_   Engkau bergembira di  atas  punggungku, maka engkau bersedih  dalam perutku . 
6_   Engkau mengumpulkan barang  haram di atas punggungku, maka engkau  akan hancur dalam perutku .
7_   Engkau berlaku sombong  di  atas  punggungku, maka engkau akan terhina  di  dalam perutku . 
8_   Engkau berjalan dengan senang  di atas  punggungku, maka engkau akan  jatuh susah di dalam perutku.
9_   Engkau berjalan di bawah  cahaya  di atas  punggungku, maka engkau akan  duduk dalam gelapnya  perutku . 
10_   Engkau  berjalan dengan orang banyak di  atas punggungku, maka  engkau akan duduk sendirian di dalam  perutku . 

Saya rasa Anda sekalian lebih mengerti dg apa yang saya maksudkan…

Salam persaudaraan

Iklan