Dalam mempelajari ilmu Tasawuf, kisarannya sudah pasti jelas ~> ttg ilmu ketuhanan dan hal tsb dapat dipelajari dalam berbagai kitab-kitab yg sudah disediakan oleh para pendahulu kita :

– KITAB SIRRUL  ASRAR Syeikh ABDUL QADIR AL JAILANI
– KITAB IHYA ‘ULUMUDDIN Imam AL GHAZALI.
Siapa saja yang baru ingin mempelajari kitab Ihya ‘Ulumuddin itu supaya meneruskan usaha anda itu… Jangan termakan hasutan orang yang membenci ilmu tasawwuf dan kitab Ihya Ulumuddin tersebut. 
Kepada yang sudah mempelajari, teruskan pembelajaran anda. 
Kepada yang sudah khatam, pasti kalian dapat melihat betapa unggulnya kitab masterpiece Imam Al-Ghazali tersebut.
– Kitab al-Ghunyah li Thalib Thariq al-Haqq ~> kitab ini memaparkan secara ringkas fikih mazhab Imam Hanbali dan ajaran-ajarannya tentang akidah dan tasawuf
– Kitab al-Fath ar-Rabbany ~> kitab ini berisi kumpulan nasihat bagi para murid dan guru sufi dan semua kalangan yang tertarik dengan jalan penyucian diri. 
Sesuai dengan judulnya, kitab ini hendak membawa pembacanya pada keuntungan dan manfaat spiritual yang sangat besar
– Kitab Futuh al-Ghayb yang berisi kumpulan nasihat yang lebih lengkap dan mendalam dari kumpulan sebelumnya. 
Saya sarankan kitab yang sedemikian banyak rahasia-rahasia ilmu dan amal ini dibaca oleh sekalian muslimin agar tidak tersesat oleh aqidah-aqidah diluar ahlusunnah waljamaah
Berikut adalah dokumen-dokumen yang dipastikan kebenarannya sehubungan dengan kisah-kisah Walisongo;
1. “ Het book van Bonang ”, buku ini ada di perpustakaan Leiden-Belanda, yang menjadi salah satu dokumen langka dari Zaman Walisongo. Kalau tidak dibawa Belanda, mungkin dokumen yang amat penting itu sudah lenyap. Buku ini ditulis oleh Sunan Bonang pada abad 15 yang berisi tentang ajaran-ajaran Islam. 
2. “ Suluk Linglung ”, buku karya Sunan Kalijogo. 
Ingat… !! Buku ini berbeda dengan buku ‘Suluk Linglung’ karya Imam Anom yang banyak beredar.
– Kidung Purwajati ini ciptaan dari Sunan Kalijaga, yang memiliki power luar biasa.
Kalo diartikan, Purwa itu kulit, sedangkan Jati adalah pohon jati.
Nah, kalo diartikan menjadi tembang Kulit pohon jati, kan gak nyambung… (ada nilai historisnya)
3. “ Kropak Farara ”, buku yang amat penting tentang walisongo ini diterjemahkan oleh Prof. Dr. GJW Drewes ke dalam bahasa Belanda dan diterjemahkan oleh Wahyudi ke dalam bahasa Indonesia.
4. “ Kitab Walisanga ”, kitab yang disusun oleh Sunan Giri ini berisi tentang ajaran Islam dan beberapa peristiwa penting dalam perkembangan masuknya agama Islam di tanah Jawa.
– KITAB “KANZUL ULUM” IBNU BATHUTHAH
– Kitab “AL-HIKAM” Syekh IBNU ATHAILLAH Syeikh Ibn ‘Atha’illah as-Sakandari
kitab kelas berat, bukan saja karena struktur kalimatnya yang bersastra tinggi, melainkan juga kedalaman makrifat yang dituturkan lewat kalimat-kalimatnya yang singkat… dan menyediakan arahan kepada kaum beriman untuk berjalan menuju Allah Swt, lengkap dengan rambu-rambu peringatan, dorongan dan penggambaran keadaan tahapan serta kedudukan rohani.
– KITAB “AR-RISALAH”  ABU AL-QASIM ABDUL KARIM bin Hawazin al-Qusyairi 
membagi kitab ini kedalam 2 bagian, yakni:
– Bagian Pertama: memaparkan riwayat hidup para sufi dan sebagian pernyataan tentang tasawuf yang mereka lontarkan.
– Bagian Kedua: menjelaskan tentang prinsip-prinsip suluk (tatanan prilaku tasawuf) dan manhajnya, di antaranya tentang waktu, maqam, hal, mukasyafah, musyahadah, taubat, mujahadah, taqwa, syukr, zuhud dsb.
– KITAB BARENCONG DATU SANGGUL
– KITAB KHATAMUL AULIA IBNU ARABY
– KITAB BABBUL IHSAN
dsb… masih banyak lagii
ALLAH SANGAT INGIN AGAR SELURUH UMAT MANUSIA SELAMAT
Makanya Allah menurunkan Al Quran yg tersurat dan tersirat, yg didalamnya terdapat peringatan, pemberitahuan, ancaman, larangan, dan kewajiban agar dihari kemudian tidak ada kata penyesalan
Semoga kita bisa mengetahui, mengerti dan memahami ayat-ayat Al Quran yg merupakan ” mutasyabihat = kiasan ”
★ Jalan SYAREAT = Jalan orang-orang Awam
★ Jalan TAREKAT = Jalan orang-orang Khas
★ Jalan HAKEKAT = Jalan orang-orang Khas ul Khas
★ Jalan MAKRIFAT = Jalan orang-orang Khawas

1.    Dinamakan SYAREAT = Menyembah Allah Ta’ala dengan perbuatan, mengerjakan apa yang diperintahkan dan meninggalkan apa yang dilarang oleh Rasulnya (Al-Quran dan Sunnah)
2.    Dinamakan TAREKAT = Menyembah Allah Ta’ala semata dengan ilmu dan amal yang diketahuinya.
3.    Dinamakan HAKEKAT = Memandang Allah Ta’ala dengan cahaya yang dipancarkan oleh Allah Ta’ala di Hati Sanubari yang dinamakan Sirullah
4.    Dinamakan MAKRIFAT  =  Meliputi seluruh tubuh yaitu Hakekat Allah : Kun, Hu, Dzat. 

●   Ibadah orang SYAREAT = Mengerjakan segala Rukun Islam yang lima
●   Ibadah orang TAREKAT = Mengerjakan SYAREAT + Taubat, Syukur, Tawakkal, Tahmid, Tawadha’, Harap, Ridha, Sabar, Ikhlas
●   Ibadah orang HAKEKAT = SYAREAT + TAREKAT + Mengesakan Af’al Allah, mengesakan Asma Allah, Mengesakan Sifat Allah dan Mengesakan Dzat Allah.
●   Ibadah orang MAKRIFAT = SYAREAT + TAREKAT + HAKEKAT + Mujahadah, Muraqabah, Muqaballah, Musyahadah, Tawajuh dan Tafakur

◎ Sembahyang orang SYAREAT = Tubuhnya yang menyembah Allah
◎ Sembahyang orang TAREKAT = 

Hatinya yang menyembah Allah
◎ Sembahyang orang HAKEKAT = Nyawanya yang menyembah Allah
◎ Sembahyang orang MAKRIFAT = Wahadatul wujud yang menerima sembahnya, inilah sembahyang para Nabi, Wali Allah, Ahli sufi dan orang Kamil dan Mukamil
Salam persaudaraan

Iklan