Adapun tujuan kita mengabdi pada Allah SWT adalah;

● Menunaikan/

    memperbaharui janji  

    pada Allah SWT
Sejak dialam roh lagi kita sudah pun berjanji Allah itu Tuhan kita, janji ini pun kita ulang2 dan perbaharui dalam setiap sholat yang kita dirikan.
Seorang mukmin itu adalah mereka yang menepati janji-janjinya terutama pada Rabbnya, yang menciptakannya dari ketiadaan.
Tiada dalam sedikit pun dalam hati mukmin itu hendak menentang, mengkhiati Tuhannya, baginya hidup dan mati adalah untuk Tuhannya.
● Melahirkan ketaatan 

   Terhadap perintah   

    Allah SWT
Seorang hamba yang baik tentulah patuh dan taat akan perintah Tuhannya, kepatuhan itu pula semata-mata memandang kepada haknya Allah yang sudah sepatutnya disembah, diagungkan, dibesarkan dan dipuja setiap helaan nafas turun naik yang Tuhan Maha Kasih anugerahkan padanya.
Keinginannya hanya harap ridhaNya, menjadi hamba yang bersyukur pada Tuhannya. Tuhan lah semata mata tujuannya di dunia dan diakhirat.
● Melahirkan sifat hamba

   

Ibadah adalah lambang kepatuhan dan ketawadhuan seorang manusia kepada Tuhannya, betapa lemah dan miskinnya kita dihadapan Tuhan yang maha Agung lagi Maha Kaya. Hingga melalui ibadah itulah ia selalu  meminta, mengadu, mengemis kasih dan sayangNya agar Allah yang Maha Baik itu merahmatinya dan mengampuni segala dosa-dosa
Seorang guru ada berkata, ibadah jika tidak melahirkan sifat hamba, itu bukanlah ibadah namanya. 
Hati-hatilah bagi kita yang sudah cendrung kearah ketaatan dan kebaikan, jangan rasa sudah selesa nafsu boleh meniti diatas kebaikan dan ketaatan yang kita lakukan. Bukan sifat hamba yang lahir, tapi lahirlah benih2 sifat khibir, ujub, hasad, sumaah dll. Ini sifat TUAN! bukan sifat HAMBA! yang tentunya mengubur sifat kehambaan seseorang itu, kebaikan dan ketaatan pada lahirnya namun maksiat tersembunyi pada batinnya, diakhirat kelak amalan seumpama ini akan menjadi debu2 yang berterbangan saja….na’udzubiLlahi minzalik.
Untuk itu kita perlukan lagi ilmu-ilmu yang menyuluh batin, seperti yang bunda katakan yaitu Ilmu Tasawuf, agar kita tidak menipu dan tertipu dalam pengabdian kita pada Allah SWT.
Dengan kita memahami tujuan ibadah seperti yang dikatakan diatas, maka lahirlah sifat taqwa pada pribadi seseorang itu, bila sudah bertaqwa barulah ada pembelaan dan pertolongan dari Allah pada diri seseorang itu atau pun pada suatu umat jika sudah bertaqwa maka Allah bukakan keberkahan dari pintu langit dan bumi.

Salam persaudaraan…

Iklan