Hakikat manusia Dilihat dari penciptaannya, manusia tersusun dari unsur bumi dan langit. 

Unsur bumi menyumbang tanah sebagai unsur penciptaannya; setelah proses penciptaan fisiknya sempurna dari tanah ini, ruh sebagai unsur langit ditiupkan Allah kepadanya.
Tujuh Lapis Bumi

ini adalah simbol dari 7 Inderawi Jasad kita yaitu 2 Telinga, 2 mata, 2 lubang hidung, 1 Mulut. dan kepala kita sebagai Pasak 7 inderawi, sebagaimana Gunung menjadi Pasak 7 lapis bumi.
Tujuh Lapis Langit

adalah simbol 7 sifat yang berada diatas 7 inderawi kita, yaitu 2 Pendengaran, 2 Penglihatan, 2 Penciuman, 1 Pembicaraan.
Dalam ilmu MENGENAL DIRI :
DUNIA itu ~> LUAR DIRI
AKHIRAT itu ~> BATIN/ DALAM DIRI
“Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahuinya.” (QS. Al Ankabut 64)
Dan kalau kita tafsirkan ayat tsb diatas adalah :
Dan tiadalah kehidupan DUNIA (kehidupan luar diri) ini melainkan senda gurau dan main-main (tidak nyata/samar/tidak abadi). Dan sesungguhnya AKHIRAT (dalam diri) itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahuinya (QS. Al Ankabut 64)
Oleh karena itu…

barang siapa mengenal dirinya maka sesungguhnya ia telah mengenal TUHANnya
Barangsiapa mengenal akan BADANnya ia mengenal akan NYAWAnya. 
Barangsiapa mengenal akan NYAWAnya ia akan mengenal akan SIRRnya.
Barangsiapa mengenal akan SIRRnya akan mengenal akan TUHANnya yang Qadim adanya.
INGAT….

AKU KENAL TUHANKU KARENA PENGENALANYA JUGA.. !!!
BARANG SIAPA MENGENAL DIRINYA, MAKA IA AKAN MENGENAL TUHANNYA, 

BARANG SIAPA MENGENAL TUHANNYA MAKA SIRNALAH DIRI-NYA/HILANG AKU-NYA..
Mengenal diri ( NGAJI diri ) adalah upaya membuka diri untuk di teliti sendiri ( instrospeksi ) apa yang berada dalam diri.
Mengenal diri ( ngaji diri ) adalah usaha mensyukuri anugerah dan nikmat yang telah diberikan illahi sebagaimana ditetapkan dalam kitabullah :
“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhan-mu memaklumkan ,” Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah nikmat kepadamu , dan jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka sesungguhnya Azab-Ku sangat Pedih” ( QS Ibrahim 7 )
FA-BIAYYI ALAAI RABBI KUMA TUKADZDZI BAN
Maka nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan..??
Dan jawablah dg :
LA BISYAY-IN MIN ALAIKA RABBI AKDZIBU
tidak ada satupun nikmat-Mu duhai Tuhanku, yang aku dustakan.
Diantara Anugerah dan nikmat yang mudah dikenali tapi justru sering dilupakan orang banyak adalah :
1. Adanya Diri :

( tubuh Lahiriyah & tubuh Bathiniyah )
2. Adanya Nafas/ asma’.
Secara umum keadaan diri terdiri atas 2 ( dua ) keadaan yaitu :

a. Tubuh Luar ( Jasad = Lahir).

b. Tubuh Dalam ( Jisim = Bathin)
Tubuh Dalam ( software ) merupakan penggerak dari adanya tubuh Luar ( hard ware ).
Hubungan antara hardware ( Jasad = Lahir) dan Software ( Jisim = Bathin ) telah ditetapkan oleh Yang Maha Pencipta sebagai mana petunjuk berikut :
“Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat dari urusan (agama) itu, maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui.” 

( QS. Jatsiyah 018 ).
SYARIAT berasal dari kata syaro’a yang berarti melihat atau mengetahui 
AGAMA atau Ad Dien adalah aturan tetap yang telah dibakukan bagi diri manusia, 
mengikut syariat berarti berada dalam aturan bahwa bekerjanya hardware ( jasad ) dalam ibadah harus berdasar pada keadaan software ( jisim ) alasannya adalah karena jisim tidak pernah tunduk pada dunia sedang jasad selalu berkiblat pada keduniaan.
Singkronisasi jasad dengan jisim inilah yang sebenarnya disebut sebagai “ Manunggaling Kawula Gusti “ dimana jasad ( hardware ) yang nampak ini harus selalu Manunggal dengan Jisim ( software ).
Sehingga dalam ber ibadah tidak terjadi tarik menarik kepentingan..
Jasad/ Badan Lahir sebagai abdi  

Jisim/Bathin sebagai Gusti yang memimpin.. harus tidak ada jarak antara… karena jika terdapat jarak maka pasti akan terjadi banyak gangguan dalam amal ibadahnya.
Seluruh rangkaian software (tubuh dalam/ jisim) manusia dalam keadaannya juga Laisa Kamislihi ( tan kena kinaya ngapa ) hal itu sebagai bentuk mewakili dari keadaan Sang Maha Suci dan Sang Maha Laisa Kamislihi di dunia.
Rumusan Singkronisasi Laisa kamislihi adalah :
Manunggalnya bentuk Jasad laisa kamislihi dengan Jisim laisa kamislihi.
Jasad laisa kamislihi : adalah keadaan bentuk jasad yang sudah mencapai pengembalian bentuk pada ufuk dirinya sendiri.
Dalam mengarungi kehidupan, setiap kali kita menanam padi maka rumput pun akan ikut tumbuh menyertainya… itu yg berarti ketidak sempurnaan akan selalu ada, sehingga jalan perjuangan yg sangat panjang menantang penyelesaian pd masalah hidup itu hanya melalui iman dan amal… 
Hidup ini terlalu singkat untuk disesali dan dikesali… jangan gagal menikmati…

Salam persaudaraan

Iklan