“AWALUDDIN MA’RIFATULLAH” 

AWAL DARI BERAGAMA ADALAH MENGENAL ALLAH
Maksudnya ialah Mengetahui Maksud Tujuan Akan Arti Dasar AGAMA
AGAMA BERSIMBOL DENGAN 3 HURUF yaitu : 
ALIF / GHAIN / MIM = AGAMA
1.  ALIF menyatakan UNSUR UTAMA dalam ber AQIDAH yaitu DZAT WAJIBUL WUJUD ALLAH TA’ALA 
2. GHAIN menyatakan PELAKSANA UNSUR UTAMA sekaligus sbg Sandaran kezahiran 4 SIFAT yaitu DZAT, SIFAT, ASMA AF’AL  Unsur utamanya Yaitu INSAN
3. MIM Menyatakan PERANTARA dari unsur pertama yaitu MUHAMMAD
MAKA BERNAMALAH AGAMA 

Baru Beragama… Belum Islam 
Dalam Istilah HURUF HIJAYYAH huruf  

” GHAIN ” ADA TITIKNYA, 
Dgn MENGHILANGKAN TITIKnya “GHAIN” Maka  
Jadilah Huruf “AIN” Yang HAKIKATNYA ialah “TIADA” Atau MENGHILANGKAN KE-AKU-AN PADA DIRI
WALA QADIRUN, WALA MARIDUN , 

Tiada Yg Kuasa, Tiada Yang BerkeHendak, 
WALA ‘ALIMUN, WALA HAYYUN ,

Tiada Yang Mengetahui, Tiada Yang Hidup
WALA SAMI’UN, WALA BASYIRUN , Tiada Yang Mendengar, Tiada Yg Melihat,
WALA MUTTAQALIMUN

Dan Tiada Yang Berkata-kata, 
Semuanya Itu HAK ALLAH SEMATA
INILAH YANG DISEBUT JALAN MENGENAL Awaluddin Ma’rifatullah 
( Dalam hal ini barulah kita BerAGAMA  saja… tetapi BELUM ISLAM )
Bagaimana Mau ISLAM dengan BENAR ? 
AL ISLAMU YA’LU WALA YU’LA ALAIHI
ISLAM adalah agama yang TINGGI / SEMPURNA 
” ISLAM AGAMA SEMPURNA ”

Yang jadi Pertanyaan Untuk Diri Kita Sendiri adalah ….

SUDAH SEMPURNA kah “ISLAM” KITA..??
atau
KITA SUDAH MERASA SEMPURNA DALAM ISLAM ?? 

DALAM AL QURAN TERDAPAT

RAHASIA DUA SURAH YANG AGUNG

DUA SURAH yang diturunkan Allah di dalam Al Quran, antara surah terakhir tentang MANUSIA rupanya itu adalah ilmuNYA yg tidak terjangkau oleh akal fikir manusia..
Tidak bisa di fahami jika tanpa melalui petunjukNYA..
DUA GOLONGAN MANUSIA ini yang berdiri pd kepercayaan mereka di atas DUA JALAN yang berbeda..
Namun… dengan kuasa Allah kedua mereka ini memiliki makam yg tinggi diantara kerajaan Allah… dan tidak dapat kamu fahami hal itu tanpa KEIKHLASAN.. 
Ketahuilah… 

Tidak habis pena Kalam Allah ditulis walau habis lautan tinta itu digunakan… 
ilmu NYA maha luas …
Lihatlah hal ini dengan Sirr mu Yang Paling Ikhlas…
✩★✩★✩★✩★✩★✩★✩★✩
B I S M I L L A H … (surah : an nas)
✩★✩★✩★✩★✩★✩★✩★✩
KATAKANLAH : “Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia, Raja manusia, Sesembahan manusia. Dari kejahatan (bisikan) setan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, disebabkan dari jin dan manusia”.

SATU GOLONGAN MANUSIA BERIMAN YANG TAAT DAN PATUH KEPADA TUHAN MANUSIA, RAJA MANUSIA, SEMBAHAN MANUSIA YANG BERDIRI ATAS DALIL AN – NAS.

✩★✩★✩★✩★✩★✩★✩★✩
B I S M I L L A H….. (surah al ikhlas)
✩★✩★✩★✩★✩★✩★✩★✩
KATAKANLAH (wahai Muhammad) : 

“Dia-lah Allah, Yang Maha Esa

Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu (sembarang hajat), “Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan”, Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia”

DAN SEGOLONGAN LAGI MANUSIA YANG BERIMAN DENGAN JALAN BERSERAH DIRI KEPADA ALLAH, TUHAN YANG ESA YANG TIADA SESUATU MENYERUPAINYA. 
Berimankan dg Dalil AL-IKHLAS yg Menjadi Pegangan Hidup.
~~~~~~~~~~~~~~~>
Inilah DUA surah yang agung itu.. 
Surah terakhir dalam Al Quran yg menceritakan tentang DUA jalan… 
DUA golongan manusia beriman dari zaman dulu hingga akhir zaman. 
Dua ayat pertolongan ini merupakan jalan bagi mereka yang sampai… 
Ternyata banyak manusia menceritakan tentang hikmah dunia dari amalan ke 2 ayat ini.. namun…  hikmah akhirat tidak di ungkapkan maksudnya.

~~~~~~[[~> Inilah yg bunda akan selipkan di sini walau tidak seperti yang engkau fikirkan 
Namun KETAHUILAH ..: 

sesungguhnya ilmu AllahTa’ala itu luas tak bertepian…

dan KETAHUILAH oleh mu..
Diantara mereka yang beriman ini ada yg berpegang pada Tali : 
JALAN  AN -NAS  : 

akan menemui SANG ISA di AKHIR ZAMAN… mengIkuti-nya Karena DIA-lah JALAN YANG LURUS.

Dan Bagi mereka diatas Tali : 
JALAN  AL IKHLAS :  

yang berdiri teguh  MENTAUHIDKAN ALLAH semata mata dan berserah diri kpd tiada yang lain selain Allah..
Petunjuk Yang Mereka Temui Adalah JALAN YANG LURUS.

::*:*:*:*:*:*:*:*:*:*:*:*:*:*:*:*:*:*:*:*:*:*:
SUNGGUH ALLAH MAHA KUASA…
Menurunkan ilmu yang tidak ku fahami…
KETIKAku BERJALAN…

diantara kedua jalan ini barulah 

ku fahami artinya… 
KETIKAku MENJALANINYA…

Saat Bertemu Sang Raja….. 

Saat Roh Berjaga & Tidak Tidur… 

Saat Ku Ditimpa Kesusahan … 
KETIKA ku DIFITNAH 

lalu bersabar dan merendah diri… 
KETIKA NYAWA KU direnggut mereka
KETIKA AMALAN KU 

jatuh & naik aku melalui kedua dua jalan ini…
SUNGGUH SEBAIK-BAIKNYA HATI 
::*:*:*:*:*:*:*:*:*:*:*:*:*:*:*:*:*:*:
Apakah Engkau Sudah Mengetahuinya Sebelum aku ??
Apakah Engkau memahaminya 

Seperti ku ??
Apakah Ayat-Ayat Allah Yang Engkau Tafsirkan Dan Hafalkan itu Tanpa Merenungkannya ??
Tidakkah Kau Tahu Andai ..

AN-NAS Adalah Sebuah Jalan ?
Di Mana Raja ( harapan ) mu ?
Apakah ketika kau Mendawamkan Ayat Allah Yang Menjadi Perisai Hidup Dan Pegangan mu itu.. Rasanya Seperti Ada Sesuatu Pertolongan Ghaib Dari Langit ??
Bukankah Syech ABDUL QADIR AL JAILANI juga mendawamkan kedekatannya kepada Sang Raja..?? 
BUKANKAH Syech ABDUL QADIR AL JAILANI yang engkau KENAL adalah PENGHULU WALI SUCI… ?? 
BUKANKAH Syech ABDUL QADIR AL JAILANI yang MENGAJARKAN mu tentang KALIMAH AYAT-AYAT ALLAH..?? 
AN-NAS itu adalah dalil sebuah jalan kedekatan para Sang Wali Suci…
Raja mu adalah Jalan Yang Lurus….

Dia lah Sang Raja,  

Sang Musa Kalamullah, 

Sang Isa Ruhullah..

Roh Qudus yg mengajari mu 

Rahasia makrifat Allah. 
IKUTI-NYA TAATI-NYA… karena DIA memiliki kerajaan dan berkuasa atas amalan mu…
DAN WAHAI KAMU SEGOLONGAN LAGI..!!!!!!!
Ketika Kamu Tidak Punya 

Kelebihan Apa Apa,  

Bukan Golongan Ahli Kitab, 

Namamu Sepi Di Bumi, 

Engkau Yatim Piatu, 

Pemimpinmu Adalah ALLAH Amalan Mu RAHASIA. 
dan ketika sakit mu susah mu… tidak ada ayat yg dpt menyembuhkan selain 

LAHAWLAWALLA QUWATA ILA BILLAH .. 
engkau tidak meminta pertolongan selain berserah diri kepada Allah… 
ITULAH IMAN & PEGANGAN MU….
Tidak ada Ayat di Badanmu.. 

Tidak ada Huruf di Selendang mu…
Dan Tahukah Engkau… di Atas 

jalan apa Kau Sedang Berjalan ?

 

Itulah Jalan Wali Allah…

jalan berserah diri kpd Allah..

jalan nabi Ibrahim, 

jalan nabi Muhammad Rasulullah.. 
WAJIB bagimu bertemu ‘PETUNJUK’ karena Petunjuk Jalan yang Lurus… Ini lah jalan yg sukar… karena TANPA petunjuk engkau terputus hubungan…
Dan diantara dua golongan ini akan ada dua golongan lain…. golongan kanan dan golongan terdahulu ( wassabiqun nassabiqun ).

Andai Apa Yang bunda Sampaikan Ini Tidak Sampai Ke Pengetahuan Akal Fikir Mu… 
[ USAH LAH KAMU BERTANYA.. ]
karena uraian Ini Belum Menjadi Saksi  Dari Amalan mu….
BIAR SESAT DIJALAN YANG BENAR 
DARIPADA MERASA BENAR DI JALAN YANG SESAT 

” Misi Utama Nabi Muhammad bukan untuk mengislamkan dunia ”
“Kalau seandainya Tuhanmu menghendaki, tentu berimanlah semua manusia di bumi. Maka apakah engkau (Muhammad) akan memaksa manusia hingga mereka menjadi orang-orang yang beriman semua?” 

(QS Yunus 10:99). 
Banyak yang kaget rupanya ketika disodorkan ayat ini. Misi utama Nabi itu sejatinya bukan untuk menaklukkan dunia dan mengislamkan semua orang. 
Misi Nabi itu dijelaskan oleh al-Quran sebagai rahmat untuk semesta alam. “Dan tiadalah Kami (Allah) mengutus engkau (Muhammad), kecuali untuk menjadi rahmat bagi semesta alam” 

(QS. Al-anbiya 21/107). 
Dan dijelaskan sendiri oleh Nabi dalam satu riwayat Hadis Sahih:
Innama bu’itstu liutammima makarimal akhlaq
 “Sesungguhya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” 

(HR Bukhari).
Menebar Rahmat dan memperbaiki Akhlak itulah misi utama Nabi, bukan maksa-maksa orang lain masuk Islam atau memaksa mengikuti fatwa dan tafsiran kita sendiri, atau bahkan memaksa orang lain mengikuti pilihan politik kita. 
Pemaksaan terhadap orang lain itu bukan rahmat dan bukan pula akhlak yang mulia. 
La ikraha fi al-din. 

Tidak ada paksaan dalam beragama. 
Tafsir Ibn Katsir menjelaskan: 

“tidak perlu memaksa mereka. Barangsiapa dibukakan pintu hatinya oleh Allah maka mereka akan memeluk Islam. Barang siapa dikunci hati, pendengaran dan penglihatannya maka mereka tidak akan mendapat manfaat jikalau dipaksa masuk Islam”. 
Tafsir Fi Zhilalil Qur’an mengonfirmasi bahwa ” manusia telah diberi tanggung jawab untuk memilih jalannya sendiri, dan mereka pula lah yang akan bertanggungjawab atas pilihannya tersebut .” 
Keimanan itu tidak perlu dipaksakan…
Dakwah itu mengajak, bukan memaksa. Maka hindari cara-cara yang memaksa. 
QS al-Nahl 16/125 memberi kita petunjuk metode dakwah yang harus ditempuh: 
– Pertama, dengan hikmah, 
– Kedua, dengan mauizah (nasehat/pelajaran) yang baik dan 
– terakhir kalau harus berdebat, bantahlah dengan argumentasi yang lebih baik. 
Tidak perlu pula menjelekkan atau menghina kepercayaan orang lain. Bahkan standar moral yang luar biasa ditegaskan dalam QS al-An’am 6/108: 
“Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan.” Kita dilarang dengan tegas untuk menistakan Tuhan dan sesembahan agama lainnya. Inilah akhlak yang diajarkan al-Qur’an. 
Mari Saudaraku …

Kita tunjukkan pada penduduk dunia akan ketinggian ajaran Islam yang menjadi rahmat bagi semesta dan membentuk pribadi-pribadi yang berakhlak mulia. Begitu mereka tahu maka biarkan mereka sendiri yang akan berbondong-bondong masuk Islam. 
“Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan. Dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat”. (QS al-Nashr 110/1-3)
Salam hangat dan selamat melanjutkan misi Nabi Muhammad 

CINTA  pada ALLAH itu TUJUAN
CINTA pada RASUL itu JALAN
CINTA pada DIRI itu KEIMANAN
CINTA pada ROHANI itu KAMPUNG HALAMAN
CINTA pada JASMANI itu PENGENALAN

Iklan