Dalam filsafat Islam, JIWA diartikan sebagai AL-NAFS. 

NAFS sebagai elemen dasar jiwa manusia mengandung arti Nafs sebagai satu dimensi jiwa yang memiliki fungsi dasar dalam susunan organisasi jiwa manusia. 
NAFS karena kebesarannya mampu menampung dimensi-dimensi lainya, seperti :

– al-Aql, 

– al-Qalb, 

– al-Ruh, 

– al-Fitrah.
NAFS juga mewadahi potensi-potensi dari masing-masing dimensi psikis, berupa potensi taqwa (baik, positif), maupun potensi fujur (buruk, negatif). 
Pemahaman Nafs sebagai elemen dasar psikis manusia seperti yang dijelaskan di atas adalah pemahaman terhadap seluruh ayat yang menguraikan jiwa manusia dengan menggunakan istilah al-Nafs yg merupakan dimensi jiwa yang menempati posisi di antara Ruh dan Jism. 
Ruh, karena berasal dari Tuhan, maka ia mengajak al-Nafs menuju Tuhan, sedangkan Jism berasal dari materi, maka ia cenderung mengarahkan nafs untuk menikmati kenikmatan yang bersifat material.
Al-Quran dalam menggunakan kata al-Nafs untuk menunjukkan sisi dalam diri manusia, sedikitnya ada 4 pengertian :. 
1. Nafsu berhubungan dengan nafsu keinginan (QS. Yusuf: 53)
2. Nafs berhubungan dengan nafas kehidupan (QS. Ali Imran: 185, al-Anbiya: 35)
3. Nafs berhubungan dengan jiwa
4. Nafs berhubungan dengan diri manusia (QS. al-An’am: 164).
Nafsu adalah elemen jiwa (unsur ruh) yang berpotensi mendorong pada tabi’at badaniyah/biologis dan mengajak diri pada berbagai amal baik atau buruk. 
Nafsu itu pula adalah ruh sebagaimana dimaksud dalam firman Alloh surah At-Takwir ayat 7 
“dan apabila ruh-ruh dipertemukan (dengan tubuh)”.

Nafsu di dalam ayat ini diartikan Ruh.
Nafsu memiliki tingkatan-tingkatan. 

7 tingkatan yang dikenal dengan istilah “marotibun nafsi” terdiri dari :
(1) Nafsu Amarah tempatnya adalah “ash-shodru” artinya dada. 
Adapun pasukan-pasukannya sebagai berikut :
1. Al-Bukhlu artinya kikir atau pelit
2. Al-Hirsh artinya tamak atau rakus
3. Al-Hasad artinya hasud
4. Al-Jahl artinya bodoh
5. Al-Kibr artinya sombong
6. Asy-Syahwat artinya keinginan duniawi

(2) Nafsu Lawwamah tempatnya adalah “al-qolbu” artinya hati, tepatnya dua jari di bawah susu kiri. 
Adapun pasukan-pasukannya sebagai berikut :
1. Al-Laum artinya mencela
2. Al-Hawa artinya bersenang-senang
3. Al-Makr artinya menipu
4. Al-Ujb artinya bangga diri
5. Al-Ghibah artinya mengupat
6. Ar-Riya’ artinya pamer amal
7. Az-Zulm artinya zalim8. Al-Kidzb artinya dusta
9. Al-ghoflah artinya lupa

(3) Nafsu Mulhammah tempatnya adalah “Ar-ruh” tepatnya dua jari di bawah susu kanan. 
Adapun pasukan-pasukannya sebagai berikut :
1. As-Sakhowah artinya murah hati
2. Al-Qona’ah artinya merasa cukup
3. Al-Hilm artinya murah hati
4. At-Tawadhu’ artinya rendah hati
5. At-Taubat artinya taubat atau kembali kepada Alloh
6. As-Shobr artinya sabar
7. At-Tahammul artinya bertanggung jawab

(4) Nafsu Muthmainnah tempatnya adalah “As-Sirr” artinya rahasia, tepatnya dua jari dari samping susu kiri kea rah dada. 
Adapun pasukan-pasukannya sebagai berikut :
1. Al-Juud artinya dermawan
2. At-tawakkul artinya berserah diri
3. Al-Ibadah artinya ibadah
4. Asy-Syukr artinya syukur atau berterima kasih
5. Ar-Ridho artinya rido
6. Al-Khosyah artinya takut akan melanggar larangan

(5) Nafsu Radhiah tempatnya adalah “Sirr Assirr” artinya sangat rahasia, tepatnya di jantung yang berfungsi menggerakkan seluruh tubuh. 
Adapun pasukan-pasukannya sebagai berikut :
1. Al-Karom artinya kemuliaan
2. Az-Zuhd artinya zuhud atau meninggalkan keduniawian
3. Al-Ikhlas artinya ikhlas atau tanpa pamrih
4. Al-Waro’ artinya meninggalkan syubhat
5. Ar-Riyadhoh artinya latihan diri
6. Al-Wafa’ artinya tepat janji

(6) Nafsu Mardhiah tempatnya adalah “Al-khofiy” artinya samar, tepatnya dua jari dari samping susu kanan ke tengah dada. 
Adapun pasukan-pasukannya sebagai berikut :
1. Husnul Khuluq artinya baik akhlak
2. Tarku maa siwalloh artinya meninggalkan selain Alloh
3. Al-Luthfu bil kholqi artinya lembut kepada makhluk
4. Hamluhum ‘ala sholah artinya mengurus makhluk pada kebaikan
5. Shofhu ‘an dzunubihim artinya mema’afkan kesalahan makhluk
6. Al-Mail ilaihim liikhrojihim min dzulumati thoba’ihim wa anfusihim ila anwari arwahihim 
artinya mencintai makhluk dan cenderung perhatian kepada mereka guna mengeluarkannya dari kegelapan (keburukan) watak dan jiwa-jiwanya ke arah bercahayanya ruh-ruh mereka.

(7) Nafsu Kamaliah tempatnya adalah “Al-Akhfa” artinya sangat samar, tepatnya di tengah-tengah dada. 
Adapun pasukan-pasukannya sebagai berikut :
1. Ilmu Al’Yaqiin
2. Ainul Yaqiin
3. Haqqul Yaqiin

Wa Allahu a’lam bisawab
Salam persaudaraan

Iklan