Patriotisme berasal dari kata patria, yang artinya ‘tanah air’. 
Kata patria kemudian berubah menjadi kata patriot yang artinya ‘seseorang yang mencintai tanah air’. 
Patriotisme berarti ‘semangat cinta tanah air atau sikap seseorang yang bersedia mengorbankan segala-galanya untuk mempertahankan bangsanya’. 
Patriotisme muncul setelah lahirnya nasionalisme, tetapi antara nasionalisme dan patriotisme umumnya diartikan sama..
Ksatria bertempur untuk “Melindungi” yang lemah, dan yang tidak berdaya, mereka termasuk pelayan seorang Raja yang paling setia, karena tugas utama mereka adalah menjaga dan melindungi seorang Raja juga rakyatnya.
Ksatria adalah pasukan yang sangat “kuat” baik dari luar ataupun dari “dalam”, karena sebelumnya dia sudah di didik selama belasan tahun, baik dari segi fisik maupun mentalnya.
Seorang Ksatria dianggap sebagai pasukan yang spesial karena mereka bersumpah untuk menjaga nilai-nilai keimanan, kesetiaan, keberanian, dan kehormatan.
Lalu apa gunanya kita mengetahui Ksatria ? 
Kita harus bisa memasukan nilai-nilai filosofi yang terkadung dalam “Ksatria” dalam kehidupan kita, agar kita bisa seperti mereka, hanya saja bukan untuk berperang melawan sesama kita, ataupun yang lainnya, tapi untuk bertempur melawan sisi gelap yang ada di dalam jiwa kita, karena pertempuran sesungguhnya ada dalam jiwa kita, antara gelap (jahat) dan terang (baik), tergantung kepada kita, apakah akan memilih sisi gelap ? atau terang ?
Seorang ksatria dididik untuk bisa “bertempur” dan “mengenali” situasi pertempuran seperti apa sampai dia akhirnya bisa menjadi seorang Ksatria yang sesungguhnya.
Mereka lebih memilih untuk “bagaimana aku bisa melindungi orang-orang banyak ?” karena itulah sebenarnya yg menjadi “tujuan” mereka.
Ksatria memiliki sifat “loyal” yang sangat tinggi baik terhadap Rajanya ataupun rakyatnya.
Mereka memiliki sifat “loyal” yang sangat tinggi, itulah yg menjadi salah satu kekuatan mereka yang paling kuat dari segi “keimanan” 

 

Percayalah saudaraku, hanya dengan  “iman” kita akan bisa memindahkan gunung seberat apapun.
Ksatria bertempur untuk “melindungi” mereka yang lemah bukan untuk membunuh, merampas ataupun mengambil kekuasaan.
Ksatria adalah pasukan yang sangat “kuat” baik dari luar ataupun dari “dalam”, karena sebelumnya dia sudah dididik selama belasan tahun, baik dari segi fisik maupun mentalnya.
Tujuan mereka yang mulia, menjadikan mereka selalu dilindungi oleh Tuhan, karena itulah mengapa “kasih” dan “lindungan” Tuhan selalu bersama mereka.
Ksatria adalah pasukan yang tidak takut mati, mereka berani mengorbankan hidupnya, demi kepentingan orang banyak, hanya untuk “melindungi” .
Wahai saudaraku…

tahukah Anda, bahwa sekarang kita sedang berada di medan pertempuran…
Pertempuran yang sebenarnya ada di dalam jiwa kita, antara sisi gelap dan sisi terang..
Hiduplah bagaikan seorang ksatria, yang selalu memilih sisi terang dan memerangi sisi gelap. 
Hiduplah bagaikan seorang ksatria yang memiliki hati sekuat baja. 
Hiduplah bagaikan seorang ksatria yang selalu menyebarkan kemuliaan terhadap sesama. 
Hiduplah bagaikan seorang ksatria yang memiliki iman dan keteguhan yang sangat kuat. 
Hiduplah bagaikan seorang ksatria jika memang benar-benar tidak takut mati untuk orang banyak, orang-orang yang kita cintai, dunia dan Allah Ta’ala.
Saudaraku, 

jika kalian mampu hidup bagaikan seorang ksatria dalam sisi terang, maka percayalah…, kasih dan lindungan Allah akan selalu menyertaimu, mendampingimu, dan akan selalu tersimpan dan terjaga dalam jiwamu..
Aamiin
Salam persaudaraan

Iklan