Taqabalallahu Minna wa Minkum Shiyamana wa Shiyamakum

Semoga amalanku dan amalanmu, puasaku dan puasamu diterimaNYA… 

                            

 آمِيّنْ… آمِيّنْ… يَ رَ بَّلْ عَلَمِيّنْ 
Sesungguhnya yang baik itu datangnya dari Allah s.w.t dan yang buruk itu datangnya dari diri saya sendiri 
Penelitian spiritual telah menunjukkan bahwa manusia terdiri dari 4 tubuh dasar sebagai berikut:
1. Fisik
2. Mental
3. Kausal atau intelektual (kecerdasan)
4. Suprakausal atau ego halus (tak kasat mata)
Ketika seseorang meninggal, tubuh fisiknya berhenti untuk hidup. 
Namun, sisa eksistensi atau kesadarannya terus berlanjut. 
Eksistensi orang tersebut, minus tubuh fisiknya dikenal sebagai tubuh halus (lingga deha) dan terdiri dari tubuh-tubuh mental, kausal (intelek) dan supracausal (ego halus). 
Tubuh halus ini kemudian pergi ke salah satu dari 13 tempat (alam-alam)  eksistensi halus selain alam Bumi.
Ada 14 tempat utama di dalam alam semesta ini. .~> Tujuh (7) dari mereka adalah tempat positif dan Tujuh (7) lainnya adalah tempat negatif. 
Tujuh alam-alam eksistensi positif :
Tempat ini ditempati oleh tubuh rohani yang melakukan perbuatan baik dan melakukan praktik spiritual sesuai dengan jalan positif dari ajaran spiritualitas. 
Dengan jalan positif, kita artikan sebagai orientasi praktik spiritual menuju kesadaran Tuhan atau bersatu dengan Tuhan seutuhnya (Pencerahan). 
Bersatu dengan Tuhan seutuhnya, adalah tujuan paling utama dalam pertumbuhan spiritual.
Alam Bumi adalah satu-satunya alam fisik eksistensi di alam semesta dan juga merupakan alam eksistensi pertama dalam hirarki alam-alam eksistensi positif di alam semesta.
Tujuh alam-alam eksistensi negatif :
Tempat ini kebanyakan ditempati oleh tubuh rohani yang telah melakukan kejahatan serta melakukan praktik spiritual sesuai dengan jalan yang negatif dari ajaran spiritualitas. 
Dengan jalan negatif, kita artikan sebagai orientasi praktik spiritual dengan kekuatan-kekuatan spiritual, misalkan kekuatan supranatural atau ilmu kesaktian. Kekuatan spiritual ini digunakan untuk tujuan yang negatif. Dengan demikian semua tubuh rohani/ halus yang pergi ke salah satu alam-alam eksistensi neraka, menjadi hantu berdasarkan niat-niat jahat mereka..
Ke tujuh tempat negatif biasanya dinamakan sebagai Neraka (Pataal). 
Terdapat banyak divisi lainnya di setiap ke 14 tempat tersebut.
Kelahiran kembali adalah suatu proses penerusan kelahiran di kehidupan sebelumnya…
Yang dilahirkan itu bukanlah wujud fisik sebagaimana keberadaan kita saat ini. 
Yang lahir kembali itu adalah jiwa orang tersebut yang kemudian mengambil wujud tertentu sesuai dengan hasil pebuatannya terdahulu..~> melunasi takdir dan menyelesaikan akun-akun memberi dan mengambil (give and take account) yang mereka miliki
Alam eksistensi Bumi amatlah penting…! 
Ini adalah satu-satunya alam eksistensi di mana kita bisa membuat pertumbuhan spiritual yang cepat dan melunasi perhitungan/ akun memberi-dan-mengambil kita dalam periode waktu yang paling singkat. 
Alasan utama untuk hal ini adalah dengan bantuan tubuh fisik, kita bisa melakukan banyak hal untuk meningkatkan pertumbuhan dan tingkat spiritual kita serta mengurangi komponen dasar non-fisik tama.
Pada saat kematian, sewaktu tubuh fisik menjadi tidak aktif, energi vital yang digunakan untuk fungsi tubuh fisik di bebaskan ke Alam Semesta. 
Energi vital ini mendorong tubuh halus menjauh dari wilayah Bumi pada saat kematian. 
Sama seperti berat proyektil menentukan seberapa jauh roket dapat mendorong nya, demikian pula berat dari tubuh halus menentukan ke alam eksistensi mana tubuh halus tersebut pergi dalam alam-alam eksistensi halus di kehidupan setelah kematian..
Kita masing-masing terdiri dari 3 komponen dasar halus/ non-fisik (tak kasat mata) atau gunas. 
Komponen ini bersifat spiritual dan tidak dapat dilihat, tetapi mereka menentukan kepribadian-kepribadian kita. 
Ke 3 komponen itu adalah:
– Sattva : 

Kemurnian dan pengetahuan
– Raja : 

Aksi dan gairah
– Tama : 

Ketidaktahuan dan inersia. 
Di dalam rata-rata orang di era saat ini, komponen halus dasar tama mereka mencapai 50%.
Semakin kita dipenuhi dengan komponen-komponen raja dan tama, semakin kita menampilkan karakteristik-karakteristik berikut yang menambah ‘berat’ kita dan akan berdampak pada alam eksistensi yg mana kita pergi dalam kehidupan setelah kematian :
– Lebih melekat pada hal-hal duniawi dan keegoisan
– Lebih banyak hasrat keinginan yang tak terpenuhi
– Perasaan-perasaan balas dendam
– Lebih tingginya jumlah kekurangan atau perbuatan-perbuatan salah
– Lebih tingginya jumlah gangguan kepribadian seperti marah, takut, keserakahan, dll.
– Jumlah ego yang lebih tinggi : 
Dengan ego, maksud kami adalah berapa banyak seseorang mengidentifikasikan dirinya dengan tubuh, pikiran dan intelek (kecerdasan) dan bukan dengan jiwa (roh/ atma) di dalam Menghasilkan tingkat spiritual yang lebih rendah
Keadaan mental sesaat sebelum kematian, selain dari apa yang telah disebutkan di atas, sangatlah penting. 
Jika seseorang benar-benar melakukan praktik spiritualnya seperti mengucap dan merepetisikan (mengulang) Nama Tuhanpada saat kematian, maka pengaruh dari hasrat keinginan, kemelekatan, hantu, dst menjadi seminimal mungkin bagi orang itu dibandingkan dengan keadaan di mana dia tidak mengucap dan merepetisikan. Hal ini membuat tubuh halusnya menjadi lebih ringan.
Sesaat sebelum kematian, jika seseorang mengucap dan merepetisikan Nama Tuhan YME dan juga dalam keadaan berserah pada kehendak Tuhan, maka ia mencapai alam eksistensi yang bahkan lebih baik dalam kehidupan setelah kematiannya (akhirat). Perhentian sementaranya pun ditempuh dengan kecepatan cahaya..~> Hal ini disebabkan oleh karena orang yang berada dalam keadaan berserah di alam eksistensi Bumi itu sendiri, memiliki kemungkinan yang sangat kecil untuk meningkatkan egonya dalam kehidupan setelah kematiannya. Seluruh tanggung jawab atas kesejahteraannya dalam kehidupan setelah kematian orang tersebut juga telah di ambil alih oleh pembimbing spiritualnya yang telah berevolusi (Guru).
Salam persaudaraan

Iklan