Kebahagiaan hidup yang kita alami di Rahim bunda semasa dalam kandungan ialah dengan hidupnya bunda yang mengandung dengan 2 (dua) keadaan hidup, yaitu :

1. yang mengandung 

2. yang dikandung.
Ibu melahirkan kita sebagai seorang manusia lengkap dengan pembawaan lahir..
Kelahiran kita mengandung pembawaan itu untuk hidup selanjutnya… 
Untuk melanjutkan jalannya kehidupan kita supaya dapat menikmati Kebahagiaan Hidup.. maka tugas kita kemudian adalah melahirkan kandungan kita yaitu pembawaan dari Rahim ibu tsb.
Dengan telah melahirkan kandungan itu kita telah menjadi manusia baru dengan tenaga baru.
Yang melahirkan kita dan yang dilahirkan pun kita juga… 
Kita yang telah terlahir itu ialah DIRI YANG BERDIRI DENGAN SENDIRINYA, bergerak dan berjalan dengan sendirinya, akan tetapi badan duduk ditempatnya.
Keluarnya dari badan kita melalui saluran saluran tertentu yang dinamakan pancaran yang setelah sanggup menembus alam sendiri dan akan sanggup pula menembus alam lain, ituu kalau kita telah dapat menguasai dan mengetahui RAHASIA yang sebenarnya.
Sebelum kita dapat melahirkan kandungan kita itu maka kehidupan kita akan terasa panjang jalannya sampai akhir hayat karena melanjutkan hidup sendiri..~> untuk kesempurnaan jalannya kehidupan kita maka lahirkanlah kandungan sendiri.. karena Kelahirannya mendatangkan HIDUP BARU bagi kita dan keseimbangan jalannya kehidupan kita.
Sebab Kita telah bertahun-tahun berjalan sendiri-sendiri mengarungi lautan hidup yang tidak bertepi. 
Jika Rahasia kandungan telah terbuka dengan hasil dari latihan latihan yang telah kita lakukan yaitu keluarnya pancaran yang terasa betul pada ujung KUKU kita, ujung jari jemari kita.. ~> Dan kita sendiri yg telah melahirkan kandungan kita itu . 
Maka pergunakanlah jalan hidup yang baru kita dapat itu.
Bila HIDUP itu tidak kita pergunakan tidak perlu disesalkan kalau satu saat nanti kita ditinggalkannya.

🎐Kita akan kembali pada LATIHAN semula yaitu mencari DIRI SENDIRI yang berdiri dengan sendirinya.. 
Setelah kita dapat MENEMUKAN JALANNYA PERNAFASAN kita ~> yang turun naik, yang berasal dari dalam
maka DENGAN MEMATIKAN SEGALA TENAGA kita yang ada, kita MENCOBA MENURUTI TURUN NAIKNYA PERNAFASAN kita tsb, dengan pengertian kita MULAI MEMAKAI atau MENGGUNAKAN TENAGA DARI DALAM yaitu TENAGA YANG MENYEBABKAN TURUN NAIKNYA PERNAFASAN kita.
Lancarnya latihan kita hingga sampai pada MENINGKATNYA PERGERAKAN yang dibawa oleh DAYA TENAGA YANG BERASAL DARI JALAN PERNAFASAN kita itu sangat bergantung pada kepandaian kita membawakannya. 
Untuk dapat membawakan sampai mengerti, yaitu kemampuan kita MENYERAHKAN SEGALA SESUATU apa yang ada pada kita KEPADANYA YANG BERDIRI DENGAN SENDIRINYA. 
DIA akan bebas bergerak, kalau apa yang ada pada kita telah dipunyainya dan dikuasainya, dengan pengertian kalau tadinya kita menganggap Dia kepunyaan kita, maka sebaliknya JADIKAN KITA MENJADI KEPUNYAANNYA.
Setahu kita, DIA telah ada bersama kita dan  Dia itu adalah kepunyaan kita, sebagai KARUNIA atau ANUGERAH dari yang Maha Besar lagi Maha Esa kepada kita. 
DIA datang dariNYA dan akan kembali kepadaNYA pula. Dan kedatangannya pada kita untuk Kesempurnaan Kejadian kita. 
Sungguh tidaklah sempurna rasanya kalau kita tidak mengetahui, mengenal dan MENEMUInya.
DIA langsung dari Yang Maha Esa sedangkan keadaan kita adalah dijadikan dari yang telah dijadikan. 
Tingkatannya juga lebih tinggi dari kita karena DIA ASLI ( original ) dan kita dari yang dijadikan, meskipun yang menjadikan kita itu Tuhan Yang Maha Esa juga.
Satu ASAL, tetapi berlainan KE-ADA-AN. 
DIA ada tetapi tiada, kita ada dan nyata, DIA yang telah berada bersama kita, bahkan terkandung didalam batang tubuh kita, kenapa kita tidak dapat menemuinya? 
Tuhan telah memberikannya kepada kita untuk HIDUP bukan untuk MATI.
Jadi sudah tentu ada KELEBIHANNYA dari kita dan padanyalah LETAKNYA Rahasia Hidup dan kehidupan kita. 
Dan kalau kita ingin hidup bahagia, tentu DIA MESTI KITA CARI dan KITA TEMUI, sebab PADANYALAH TERLETAK RAHASIA HIDUP itu. 
Untuk mengetahui dan MENEMUInya kita harus MEMISAHKAN YANG SATU DENGAN YANG LAIN, yaitu memisahkan antara BADAN dan DIRI atau antara DIA dan AKU.
Latihan mematikan badan sebelum mati sebenarnya mendatangkan PERMULAAN PERPISAHAN, karena dengan perbuatan kita itu maka tinggallah YANG HIDUP. 
Dengan latihan itu kita meninggalkan YANG HIDUP karena kita ingin mengetahui KE – ADA-AN yang sebenarnya. 
Hendaklah kita TERUS BERLATIH dan BERLATIH mencarinya ~> SAMPAI ADA PANCARAN yg KELUAR DARI UJUNG JARI JARI kita. 
Dengan MERASAKAN PANCARAN YANG KELUAR DI UJUNG JARI JARI kita itu berarti DINDING TELAH TEMBUS dan RAHASIA TELAH TERBUKA ~> dan tugas kita ialah MEMPELAJARInya lagi dengan PERCOBAAN-PERCOBAAN dan pengalaman-pengalaman .
DIA adalah HAK MILIK kita dan orang lain tidak berhak atasnya. 
Kenapa  kita tidak pergunakan Hak milik kita Yang Amat Berharga itu ? 
Pendirian kita selama ini  SALAH karena tidak berpegang pada DIRI yang hidup, melainkan kepada BADAN ~> barang yang mati. 
Yang TERANG ada pada kita dan yang GELAP pun ada pada kita. 
Kenapa berpegang pada yang GELAP ? SIANG ada pada kita MALAM pun ada pada kita.
SIANG adalah TERANG dan Yang Terang adalah DIRI 
MALAM adalah GELAP dan Yang Gelap ialah BADAN. 
Siterang letaknya DIDALAM dan Sigelap letaknya DILUAR. 
MASUKKAN MALAM kepada SIANG dan MASUKKAN SIANG kepada MALAM. ~> Datangkanlah YANG HIDUP dari YANG MATI dan YANG MATI dari YANG HIDUP. 
KELUARKANlah Yang Didalam dan KEDALAMKANlah Yang Diluar.
UNTUK itu REZEKI yang TIDAK TERDUGA-DUGA dan TERBILANG banyaknya akan kita DAPATKAN.
Semua orang takut mati karena SALAH MEMAHAMI HIDUP.~> Dia takut ditinggalkan Hidup… makanya dia takut mati. 
Mereka SALAH PEGANG, salah tangkap berpegang pada Yang Mati YANG DIANGGAPnya Yang Hidup
Sebenarnya Hidup, tidak diperdulikannya selama ini…
Bagi kita berpegang pada Yang Hidup tidak akan takut mati karena bagi kita Yang Hidup itu mestilah TIDAK ADA MATInya..~> DIA itu KEKAL dan ABADI dan mungkin BERPINDAH – pindah tempat.
Pembawaan hidup mereka yang seperti itu menuju pada kematian dan perjalanan hidup yang kita bawakan menuju pada hidup kekal dan abadi untuk kembali ke asalnya.
Perlalanan mereka KEBAWAH sedangkan perjalanan kita KEATAS. Mereka MENUJU KEMATIAN manakala kita MENUJU KEHIDUPAN YANG KEKAL dan ABADI.
Perjalanan kita BESERTANYA ialah kita telah mati sebelum dimatikan, telah pergi sebelum dipanggil dan AKU telah kembali dari SANA. 
AKU telah MENEMUINYA setelah engkau menemui AKU dan BATAS Aku dengan DIA ialah seperti batas antara Engkau dengan Aku yaitu JAUH TIDAK BERANTARA dan DEKAT TIDAK BERBATAS. 
Engkau yang tadinya DINDING bagiku untuk menghubungi dan MENEMUI-Nya setelah dapat menghubungiku dengan CARA PEMECAHANMU, maka TERBUKAlah JALAN bagiku untuk menghubungi dan menemui NYA, karena pintu telah terbuka bagiku.
Engkau Aku bawa serta karena cinta kasih sayangku tertumpah padamu dan ENGKAUlah BADANKU itu … 
Kita tidak akan berpisah kecuali kalau dipisahkan oleh Yang Maha Kuasa.. ~> Maka Dari itu KUASAILAH AKU supaya apa yang ada padaku menjadi KEPUNYAANMU.
Bagaimana cara menguasainya ? 
Mudah saja… 

Cintailah, kasihilah dan sayangilah AKU. 
Bagimana cara mencintai, mengasihi dan menyayanginya ? 
AKU tidak meminta apa yang tidak ada padamu, cukuplah kalau engkau SERAHKAN APA YANG ADA PADAMU KEPADAKU dan untuk itu akan AKU serahkan pula apa yang ada padaKu sehingga AKU menjadi kepunyaanmu dan engkau menjadi kepunyaanku.
Kedalam Engkau yang berkuasa, keluar AKU dimuka. 
Tadinya sebelum engkau mengenal Aku maka AKU NYAWA mu… Setelah Engkau dapat mengenal AKU, maka Engkau tahu bahwa AKU ini sangat berguna bagimu. 
Ketahuilah bahwa seluruh kehidupanmu BERGANTUNG PADAKU..~> Setelah Engkau menemui AKU, maka Engkau lebih kenal padaku.
AKUlah yang akan menjadi Engkau dan Engkaulah yang akan jadi AKU. 
AKU dan Engkau sebenarnya SATU dan memang kita satu… Ilmu pengetahuanlah yang memisahkan kita.. Dan AKUlah kita, AKU LUAR dan DALAM.
Selama ini Engkau berjalan sendiri dengan tidak memperdulikan AKU. 
Sekarang setelah Engkau menemui AKU, apa lagi kita telah menjadi AKU maka kalau Engkau berjalan ikut sertakanlah AKU dan kalau AKU berjalan akan mengikut sertakan Engkau pula… Satu arah, satu tujuan dan satu tindakan. 
Selama ini kita berjalan pada jalan sendiri – sendiri.
Sekarang kita kenal mengenal satu sama lain. Selapik sepetiduran, sebantal, sekalang hulu, sehina, semulia, kelurah sama menurun, kebukit sama mendaki, sakit senang sama-sama kita rasakan.
Apa yang tidak ada padaKU, ada padamu dan apa juga yang tidak ada padamu ada padaku.
Engkau selama ini sudah jauh berjalan sendiri dengan tidak mengikut sertakan AKU, walaupun Aku sentiasa berada bersamamu… Dalam banyak hal AKU menderita karena AKU yang merasakannya.
Sekarang AKU berjalan dan Engkau Aku ikut sertakan. 
Tugasmu hanya menurut dan mempelajari hasilnya untuk kita. Engkau yang tadinya tidak tahu setelah mempelajari perjalananku akan banyak mendapatkan apa yang Engkau tidak ketahui selama ini.
AKU yang berbuat, Engkau yang melakukan dan hasilnya untuk KITA. 
Bahagiamu terletak PADAKU dan bahagiaku padamu. 
AKU sangat merasa bahagia kalau yang AKU perbuat dan melakukan besertamu menghasilkan yang memuaskan. 
Lambat laun Engkau akan mengenal AKU yang sebenarnya. Dan perbuatanku bagimu namanya ILMU. 
Oleh karena Aku GHAIB sifatnya maka namanya ILMU GHAIB.

Dalam Al Qur’an,

Allah bercerita tentang alam Materi.

Allah bercerita tentang alam Energi.

Allah bercerita tentang alam Cahaya.

Allah bercerita tentang alam Ilahiah.
Orang yang tidak percaya tentang alam ghaib, alam-alam selain alam materi, tentunya tidak akan bisa ”menyentuh” hakikat ilmu yang tertuang dalam ayat-ayat yang bercerita tentang alam-alam ghaib tersebut.
Orang yang hanya percaya alam materi dan alam energi, tentu sulit untuk memahami adanya alam cahaya dan alam ilahiah, dst.
Percaya dulu..
Sucikan diri dulu..
Dengar dan laksanakan perintah tanpa reserve (samikna waatokna, maka sedikit demi sedikit akan paham).. ~> Yang tadinya tidak masuk akal, sedikit demi sedikit akan menjadi masuk-akal, menjadi mengerti dan paham.. 
Akalnya akan tumbuh dan berkembang. Itulah ketetapan Allah yang berlaku.
Lagian, bukankah pengetahuan itu terus berkembang? 
Yang dulunya dianggap tidak masuk-akal, kini orang tidak lagi mempertanyakannya 
Pemahaman tentang Matahari sebagai pusat edar tata-surya misalnya, dulu orang akan memandang ”berdosa” bagi orang yang mempercayainya, bahkan pihak gereja waktu itu menghukum mati orang yang mempercayainya. 
Lha sekarang ?? Setelah semuanya terbukti…

Salam persaudaraan

Iklan