Yang dimaksud oleh Al-Qur’an, QURBAN (mendekatkan diri) itu adalah, menyembelih yaitu memisahkan kepala dengan badan. 
QARABA/ QARIBUN/ YAQRABU/ QURBAN.

Artinya : AKRAB – BERKARIB yaitu mendekatkan diri.
Jika manusia itu mau QURBAN (mendekatkan diri) kepada Allah..
Maka ia haruslah mengorbankan lehernya untuk disembelih (memutuskan hubungan luar duniawi), kemudian menyendiri (kedalam kamar/ bilik atau kedalam gua) dan ber-meditasi (melihat diri tanpa sisi) atau bertapa untuk berkarib – akrab dengan dirinya sendiri (Allah) yang menghidupkan dan memeliharakan hidupnya.
Kepala adalah tempat letaknya mata, hidung, telinga dan lidah ~> kesemua indera inilah yang menghubungkan antara dalam dirinya (HATI) dan luar dirinya (DUNIAWI)
TUBUH = JASAD = ZAHIR adalah tempat letaknya hati, akal, fikiran dan nafsu, 
Pada manusia diambil makna kiasan itulah pengorbanan manusia yang mau meninggalkan (menyembelih) urusan dunianya untuk beberapa lama berkarib dengan dirinya sendiri.
Begitulah gambaran pengorbanan Nabi Ibrahim menyembelih putera yg dicintainya sbg tuntutan Allah untuk mencintaiNYA lebih dari segalanya.
Karena pada hari kiamat nanti… anak tak dapat menolong ayah dan ayah tak dapat menolong anak.
Lalu diumpamakan penyembelihan hewan ternak tsb agar menjadi percontohan, memisahkan kepala dengan badan (menyembelih) ~> untuk dijadikan sbg bacaan bagi orang yang berakal.
HEWAN yang selalu dijadikan

KORBAN…
QURBAN DAN KORBAN.. he..hee.. tentu saja berbeda saudaraku

ALLAH SANGAT INGIN AGAR SELURUH UMAT MANUSIA SELAMAT
Makanya Allah menurunkan Al Quran yg tersurat dan tersirat, yg didalamnya terdapat peringatan, pemberitahuan, ancaman, larangan, dan kewajiban agar dihari kemudian tidak ada kata penyesalan
Penyingkapan misteri Ruh merupakan langkah awal yang harus kita lakukan. 
Lalu bagaimana caranya membuka hijab atau tabir Ruh ?
Ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk menyibak hijab Ruh..~> Terapi Istighfar, suatu lembaga kajian hikmah dan dzikir yang menggiring ummat untuk memiliki kesadaran akan pentingnya RUH SUCI, yang merupakan zat Tuhan yang ada pada diri kita sebagai pemimpin JASAD dan JIWA dalam menjalankan hidup dan kehidupan.
Pada tahap awal, RUH SUCI (zat Tuhan) yang terhijab dalam selubung QALB dan NAFS harus dibuka tabirnya
membuka hijab versi Terapi Istighfar diistilahkan dengan sebutan “ waris ”  dengan terbukanya tabir RUH.. 
Maka RUH akan kembali menjalankan fungsinya sebagai “ unsur yang mulia ” yaitu bersifat Energi Ilahiyah. 
Energi Ilahiyah ini bukan saja berfungsi sebagai “ zat hidup ” namun juga sebagi energi yang memberikan kehidupan pada tahap selanjutnya
Energi Ilahiyah ini kemudian diselaraskan dengan energi alam semesta (energi SUNATULLAH).
Adapun manfaat yang dapat diperoleh setelah membuka tabir “RUH” adalah :
1. Membantu menyelaraskan Alam AKAL dan alam RASA lewat praktek dan latihan di Terapi Istighfar. 
Apabila Alam AKAL dan Alam RASA telah terbiasa dalam keadaan selaras, maka perilaku seseorang tidak lagi dikuasai/dikontrol oleh Ego.

2. Sebagai problem solving, dimana energi ilahiyah (zat tuhan) dalam diri dapat digunakan untuk upaya pengobatan bagi diri sendiri maupun orang lain, secara lahir maupun bathin.

3. Meningkatkan kekhusyu’an dalam beribadah.

4. Membersihkan hati sebagai tempat bersemayamnya Zat Allah yg ada pada tubuh manusia melalui praktek/latihan (lewat dzikir, meditasi, khalwat, dll)  
Hal ini akan meredam timbulnya sifat-sifat negatif manusia.

5. Menambah tingkat keimanan kepada Allah, dengan belajar dan terus belajar berserah diri kepadaNya lewat pasrah, ikhlas dan syukur, Senang, susah, suka, duka, rindu dan cinta, bukan karena dirinya, bukan pula karena dunianya, tetapi semuanya Lillahi Ta’ala (karena Allah).
Namun semua manfaat tersebut tidaklah serta merta didapat begitu saja setelah RUH dibuka tabirnya, melainkan semua itu butuh proses dan juga izinNya.
Salam persaudaraan

Iklan