Abu dzar rodhiyallahu anhu pernah berkata, 

“Wahai manusia, injakkan kakimu ke tanah. Sesungguhnya sebentar lagi ia akan menjadi kuburmu. 
Wahai manusia, sesungguhnya hidupmu hanya beberapa hari, tiap kali waktu berlalu, berarti sebagian hidupmu telah pergi. 
Wahai manusia, engkau sekarang ini selalu menghabiskan umurmu sejak lahir dari rahim ibumu. 
”Seorang penyair mengatakan:
نَسِيْرُ إِلَى اْلآجَالِ مِنْ كُلِّ لَحْظَةٍ وَأَيَّامُنَا تُطْوَى وَهُنَّ مَرَاحِلُ

وَلَمْ أَرَ مِثْلَ الْمَوْتِ حَقًّا كَأَنَّهُ إِذَامَا تَخَطَّتْهُ اْلأَمَانِيَّ بَاطِلُ

وَمَا أَقْبَحَ التَّفْرِيْطَ فِيْ زَمَنِ الصِّبَا فَكَيْفَ بِهِ وَالشَّيْبُ لِلرَّأْسِ شَاعِلُ

تَرَحَّلْ مِنَ الدُّنْيَا بِزَادٍ مِنَ التُّقَى فَعُمْرُكَ أَيَّامٌ وَهُنَّ قَلاَ ئِلُ
Kita berjalan menuju ajal dalam setiap detiknya

Hari-hari kita selalu berlalu, dan memiliki tahapan-tahapan
Aku belum pernah melihat ada sesuatu yang lebih meyakinkan daripada kematian… setiap apa yg kau bayangkan tanpa diakhiri kematian itu hal mustahil…
Alangkah buruknya perbuatan kita disaat muda belia tak mau menengok agamanya…
Lantas, bagaimana nasib seseorang yang tetap meninggalkan agama, padahal ubannya telah menyala
Berjalanlah kamu di dunia ini dengan bekal takwa

Karena, umurmu hanyalah hitungan hari yang kian purna…
Saudaraku !
Renungkanlah nasihat berikut ini dengan baik, semoga memberi sedikit pencerahan bagi kita semua…
Suatu ketika ada seseorang mendatangi Imam Ahmad bin Hambal, lalu ia berkata, 
“Semoga Allah memberkahimu, berilah aku nasihat!”
Sang imam pun seraya memberi petuah:
» “Jika kamu sudah mengetahui bahwa Allah pasti menjamin rezekimu, kenapa kamu terlalu ngotot dan menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya..?
» Bila Allah sudah pasti mengganti setiap apa yang kamu infakkan ϑί jalan Allah, lalu untuk apa kamu pelihara sifat pelit dan kikir itu dan apa manfaatnya?
» Kalau Syurga dan nikmatnya sudah pasti, lalu kenapa kamu membiarkan dirimu dilalaikan oleh urusan Duniamu..?
» Jika Neraka adalah sesuatu yang pasti, bukan mimpi dan bukan khayalan, kenapa masih berani bermaksiat..?
» Bila semua orang tahu, bahwa Dunia ini fana dan semu, kenapa masih banyak orang yang tidak mampu beribadah dengan Dunianya, justru lebih banyak yang disombongkan dan dilalaikan olehnya..?!
» Kalau kita semua sadar bahwa setiap harta kita pasti akan dihisab, lalu kenapa kita masih suka menumpuk-numpuk harta, tidak peduli terhadap sumbernya dan penggunaannya serta tidak mampu bermanfaat dengannya di jalan Allah..?”
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Penyakit itu seluruhnya adalah pengantar dan utusan kematian. Jika ajal telah tiba, maka malaikat maut datang sendiri seraya mengatakan, 

“Wahai hamba, sudah berapa banyak berita, utusan, dan pengantar yang datang ? Akulah berita terakhir, tidak ada berita lagi sesudahku. Akulah utusan terakhir, tidak ada utusan lagi sesudahku. Penuhilah panggilan Rabb-mu, baik dengan suka rela maupun terpaksa.”
Ketika nyawanya telah dicabut dan mereka (keluarganya) menangisinya, maka malaikat maut mengatakan, “Kepada siapa kalian berteriak? 

Dan kepada siapa kalian menangis? 
Demi Allah, aku tdk mendzholimi ajalnya, dan aku tdk memakan rezekinya, tetapi Rabb-nya telah memanggilnya. Silahkan orang yg menangis, menangisi dirinya sendiri. Karen aku datang kepada kalian berulang-ulang hingga aku tidak menyisakan seorangpun dari kalian.” (Al Wasiit, karya al-Wahidi dgn sanadnya dr Ibnu Abbas radhiyallahu’anhu)
Wahai saudaraku..

Ia akan dtg pada setiap kita..

Ia akan menyerang ruh dan menyebar di seluruh bagiannya..

Ia menarik ruh dari setiap urat dan syaraf, dari ujung rambut hingga ke ujung kaki..

Ia lebih sakit daripada 300 sabetan pedang, dibelah dengan gergaji, dipotong-potong dgn gunting, bhkan dikuliti hidup2..

Ialah kematian yg pasti akan dtg kepadamu..

Sedang engkau msh tertawa lebar..

Dan senantiasa disibukkan dgn harta dunia..

Seolah engkau tdk akan pernah mati..
Ketahuilah wahai saudaraku..

Dunia ini hanyalah jembatanmu menuju Rabb-mu..
Tp sungguh aneh, engkau sibuk membangun bangunan tinggi di atas jembatan..
Dan menulisi catatan amalmu dgn tinta merah..

Mengacuhkan sang pencatat yg duduk di pundak kirimu..

Yg tak henti2nya mencatat dosa2mu..

Seolah engkau tdk akan pernah mati..
Cukuplah kematian itu sebagai nasehat !
Indahnya Islam, bagi kaum yg berfikir
Ya Allah..! 

Jagalah hati kami agar tetap mampu berdzikir kepada-Mu sepanjang waktu..!
Semoga bisa menjadi renungan wahai saudaraku…

Iklan