​1. BATANG TUBUH ==> JASAD
2. SUKMA ==> AURA, RASA TUBUH, TUBUH ASTRAL, setara alam jin
3. RUH INSANIAH (AKAL) ==> RUANG CIPTA DIRI PRIBADI, munculnya bayangan angan2, cita2. alam fikir tempat tafakur…. alam Tarekat
4. RUH INSANIAH (HATI) ==> HATI SANUBARI/SAMUDERA HATI, munculnya dorongan2 baik/buruk… alam Hakekat
5. NYAWA/NURANI/RAHSA/RUH IDHOFI/RUH QUDUS ==> Nurani/Ruh Qudus mendzahirkan diri sebgai insan kamil mukamil… alam makrifat
6. HAYAT/HIDUP/URIP/NUR MUHAMMAD  ==> Alam MANUNGGAL/ PELEBURAN, tempatnya luapan “ANA AL-HAQ”… puncak makrifat
7. DZAT ALLAH ==> tak terjangkau, hanya ada “TIDAK TAHU”…..

Sebutan RUH memang agak rancu……. 

Karena RUH itu berlapis-lapis, sehingga ketika disebut RUH, maka si A pengertian/maksudnya ini, si B pengertian/maksudnya itu, jadinya yaa tidak nyambung.
Usia RUH dan usia BATANG TUBUH itu berbeda. 

Walaupun dalam penciptaan Adam as lebih dulu dari penciptaan Muhammad SAW, namun usia ruhaninya jauh lebih tua ruh nabi Muhammad SAW. 
RUH yang tua adalah RUH yg diciptakan lebih dahulu ketimbang RUH-RUH lain. karena Alam Ruhani itu memiliki takaran waktu yg berbeda dengan Alam Bendawi… dimana 1 hari Alam Ruhani itu setara dengan 1000 tahun dalam Alam Bendawi/ Dunia. 
Maka selisih waktu penciptaan RUH, meski hanya 1 hari itu tingkat ketuaan ruhaninya berbeda 1000 tahun…….
RUH yang semakin tua, maka semakin dekat dengan ruh para nabi…… 
Hal ini Bukan berarti orang-orang terdahulu itu ruhaninya selalu lebih tua dari orang sekarang… tidak mesti demikian, orang sekarangpun ruhaninya ada yang tua melampaui orang-orang dahulu…..
Tuanya usia ruhani seseorang akan membuat kedudukan ruhaninya semakin dekat dengan RUH nabi Muhammad SAW. 
Ruh tua yang dilahirkan kemuka bumi, akan menjadi orang-orang yang khusus. Karena dalam silsilah RUH, ia dekat dengan RUH nabi Muhammad SAW. 
Usia ruhani akan berhubungan langsung dengan keilmuan seseorang, sebagaimana ruhani nabi  Muhammad SAW adalah yang tertua diantara semua ruhani. 
Tua secara ruhani berarti tahu lebih dahulu, berarti juga tahu lebih banyak dan lebih matang di banding yang lainnya. 
Silsilah RUH, adalah silsilah BATIN yang tak nampak mata, itu merupakan urutan dari proses penciptaan RUH demi RUH, karena pertama kali ada, adalah RUH nabi Muhammad SAW, yang dekat waktunya dengan penciptaan RUH pertama, akan berada dekat dalam silsilah RUH dan menerima pancaran cahaya lebih banyak. 
Inilah yang menyebabkan seseorang tertentu memang dilahirkan karena tujuan khusus/ tertentu….. sebenarnya silsilah RUH ini pula yg dimaksud sbg ulama pewaris nabi itu……. 
Engkau tak akan bisa melihat silsilah RUH itu, karena silsilah ini bukanlah sekedar silsilah guru ke murid, ataupun anak ke bapak, namun silsilah urutan penciptaan RUH.
RUH artinya HEMBUSAN atau TIUPAN…. 

RUH TUHAN itu adalah HEMBUSAN TUHAN, kata lain bagi ” AF’AL ALLAH “..
SUKMA, AKAL, QALBU, NYAWA  ~> semuanya adalah juga RUH….
SUKMA adalah wujud terendah dari RUH, berada dalam alam mitsal/alam astral/alam gelombang elektro magnetik yang setara dengan alam jin. 
SUKMA itu memiliki akal fikiran, memiliki pula perasaan hati yang disebut QALBU. 
SUKMA bisa meninggalkan tubuh dalam waktu sementara, namun SUKMA sendiri hidup, dan tubuhnya juga tetap hidup… seolah-olah, NYAWAnya pecah menjadi 2..
Yaitu.. NYAWA bagi SUKMA dan NYAWA bagi Tubuh… namun kesadaran akal fikiran dan perasaan hatinya hanya ada 1 dan hanya mengikuti SUKMA.
NYAWA itu adalah RUH IDHOFI, yang sebenarnya adalah HAYAT (HIDUP = URIP), dia tak bertempat sama sekali, tidaklah bertempat dalam tubuh sebagaimana air bertempat dalam gelas.. tidak pula ada di dalam jantung sebagaimana anggapan banyak orang… Sebab seseorang tetap bisa hidup tanpa adanya jantung, dgn mengantinya memakai jantung buatan.
RUH IDHOFI = NYAWA = HAYAT = HIDUP = URIP itu tidaklah bisa dikatakan ada dimana, nyatanya ia dekat sekaligus juga jauh, tak bisa dikatakan disini atau disana, tapi ya INI.  
RUH itu adalah AMAR/urusan Allah… yang bisa kukatakan hanyalah 

RUH IDHOFI = NYAWA = HAYAT = HIDUP = URIP itu disebalik segala sesuatu ini semua, dalam dimensi alamnya sendiri. 
AKAL = ‘AQL terkecoh keadaan ruang 3 dimensi (panjang kali lebar kali tinggi), terkecoh hukum “disini dan disana”…… itulah yg menjadikan 

AKAL = ‘AQL kerdil karena masih terkungkung ruang dan waktu. 
Bebaskan segala keterbatasan itu…..!!
Adapun RUH INSANIAH itu adalah RUH yang berakal fikiran dan memiliki perasaan hati, ia bisa mengalami kekeruhan dan penjernihan… ketika keruh akan terasa sesak dan tertekan, ketika jernih akan terasa plong..
SUKMA adalah bagian dari RUH INSANIAH…. 
Jika dikatakan RUH, umumnya yang dimaksud adalah RUH INSANIAH itu, bukan NYAWA…
RUH INSANIAH itu berderajat-derajat, tergantung kadar kemurniannya, itulah yg membuat perbedaan antara seseorang dg orang lainnya. yg kadarnya tinggi dan daya serapnya juga tinggi. 
RUH INSANIAH bersifat “menyerap cahaya”, menyerap ilmu dan pengetahuan secara terus menerus.

Wa Allahu a’lam

Salam persaudaraan

Iklan