Waliyullah itu jika tidak di rahasiakan oleh Allah maka akan disembah oleh manusia

makanya wali-wali Allah itu di rahasiakanNya
karena orang biasa tidak akan tahu bhw orang itu wali atau bukan
dan jika orang yg mengetahui seseorang itu wali, dia sendiri itu juga wali
maka berhati hatilah dengan orang yg kelihatannya remeh… he.. hee..hee..  siapa tahu dia itu waliyullah  
Man syaro yahsud

Siapa yg menanam akan menuai apa yg di tanamnya.
Man jadda wajadda

siapa yg sungguh sungguh akan berhasil 

THE  REAL GOD … 

adalah Tuhan seluruh mahkluk di seluruh alam raya … yang tidak dibatasi oleh agama, suku, ras, dll …
DIA berada dalam diri (raga/badan) Anda dan kita semua … dan juga berada di alam raya yang tiada batas ini ….
Kasih sayangNya … jauh melebihi kasih sayang orang tua yang sangat menyayangi anak kesayangannya … yang tidak tega anaknya menderita
Tuhan yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang ..menginginkan mahklukNya hidup dalam kedamaian dan kebahagiaan .. termasuk kepada Anda ..
RUH itu bahasa Arab, maknanya Tiupan/Hembusan (kutiupkan ruhKU). sedangkan NYAWA itu adalah bahasa Indonesia. 
RUH itu yah NYAWA, sama saja….
JIWA itu NAFS, sebutan bagi RUH tatkala masih bersatu dengan batang tubuhnya. 
NYAWA itu adalah “kekuatan hidup” didalam RUH itu. 
RUH itu berasal dari ” min amri Robbi ” dari amar Tuhan atau pekerjaan/perbuatan Tuhan.”
“kalau Engkau meniupkan ruhMU, itu berarti aku menghisap ruhMU”……
“kalau Engkau meniupkan cintaMU, itu berarti aku menghisap cintaMU”…
“kalau Engkau memberi, itu berarti aku menerima”……
Dahulu kalau Sunan Kalijogo disuruh bertapa dan melakukan lelaku batiniah oleh Sunan Bonang.. ~> itu maksudnya adalah untuk memasukkannya kedalam pengenalan pada ibadah RUH, bukan ibadah batang tubuh. 
Mencari jalan pelepasan ruhani, agar kenal rasanya mati di dalam hidup, atau hidup didalam mati. 
Ibadah RUH itulah yang disebut Sholat DAIM
” Assholatu daiman abada ”
yaitu sholat yang langgeng dan kekal terus menerus. 
Ibadah tubuh itu sangat terbatas..
Tubuh tidak bisa dipakai sholat terus menerus, tidak akan kuat… 
Oleh sebab itulah dengan RUH itulah kita bisa sholat selama lamanya…….. 
Satu-satunya jalan adalah dengan belajar pelepasan RUH, lalu hidup dialam ruhani, hidup didalam mati, dan mengenal keadaan diri sejati… Dan beribadah dengan ibadah RUH….. 
Maka yang namanya membersihkan hati itu sama dengan mempercantik wajah ruhani…. he.. hee..hee..
Tatkala selesai lelakunya, sunan Kalijogo mengajarkan syariat juga, hal itu karena urusan menanam dan urusan menikmati itu berbeda urusannya. 
Menanam itu mengajarkan kepada orang lain, sedangkan menikmati itu untuk diri sendiri. 
Menanam harus dengan kulit, menikmati harus meninggalkan kulit.
RUH” adalah bagian (“Sel”) dari Tuhan … 
RUH berada disetiap mahkluk hidup .. dan membuat hidup di kehidupan seluruh mahkluk diseluruh alam raya ini … tidak sebatas hanya mahkluk yang tinggal di bumi yang kita pijak saja …. masih banyak sekali “bumi2″ lain yang bertebaran dialam raya yang tiada batas …. Mereka semua ada karena kehendak atau juga (mungkin) takdir (skenario) Allah ….
Bermula dari QS 17.( Al Israa’ ) 85. 

Dan mereka bertanya kepadamu tentang ROH. Katakanlah: “Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit”.
Sebelum RUH masuk kedalam tubuh seorang insan atau manusia maka tubuh atau badan tersebut tidak mempunyai nafsu, pendengaran, penglihatan, pengrasa dll 
Jadi setelah RUH tersebut masuk atau ada didalam raga tubuh seorang insan, maka jasad atau badan tersebut bisa mendengar, melihat, berkata-kata dan ada nafsu apabila telah dewasa dll 
So… yang hidup, yg mendengar, yg melihat, yg berkata-kata,… dll pada sejatinya adalah RUH bukan badan atau tubuh. 
Ruh diseluruh sel tubuh… 
Ruh dengan caranya sendiri merekam semua kejadian. 
Jadi dia memang merasa laki atau perempuan tapi sudah tidak membedakan jenisnya. Jadi tdk ada rangsangan sex lagi. 
Laki atau perempuan ditentukan oleh gen, bukan oleh RUH.
“RUH” tidak punya jenis kelamin …… 
Jd … tidak laki-laki ataupun perempuan
“JIWA, ARWAH, SUKMA” adalah sama  ….. hanya beda sebutan saja …. adalah mahkluk Tuhan yang bersifat gaib … dia juga tidak punya jenis kelamin.
RAGA, BADAN, ZAHIR atau JASAD….. adalah tempat (rumah) si JIWA/ARWAH/ SUKMA dalam menjalani kehidupan sesuai “TAKDIR” yang “tertulis” dalam RAGA (BADAN) tsb… sesuai karma yang harus dia jalani ……
Bila si JIWA/ARWAH/ SUKMA mempunyai nilai “positif” dikehidupan masa lalunya …. maka si JIWA/ARWAH/ SUKMA akan menempati raga dengan “TAKDIR” baik
Demikian juga sebaliknya … 

bila si JIWA/ARWAH/ SUKMA mempunyai nilai “negatif” …. maka si Sukma akan menempati raga dengan “TAKDIR” buruk ….
Salam persaudaraan

Iklan