Di dalam rahim ibu sesungguhnya adalah masa di mana ruh kita sangat sering mengucapkan SYAHADAH RUH, karena jasadnya tentu belum mampu beraktifitas secara utuh sehinggga tak kan mungkin mampu mengucapkan syahadah jasad seperti syahadah yang kita yakini dan ucapkan saat ini. 

Jangan kan berucap… untuk mampu bernapas saja kita mesti mendapat banyak makanan dari ibu kita. 
Oleh sebab itulah dalam rahim makhluk ALLAH yang paling banyak dan selalu mengucapkan syahadah ya hanya RUH yang sudah hidup dan utuh dalam jasad bayi tadi.
Semakin sering ruh mengucapkan syahadah dalam jasad bayi itu maka ruh akan semakin memiliki berbagai kemampuan, berbagai kekuatan serta bertumpuk tumpuk keyakinan untuk turun ke muka bumi.
Sekaligus syahadah yang di ucapkan oleh ruh tadi akan membuat kekuatan kekuatan yang baru di titipkan kepadanya menjadi terkumpul sebagai bekal kelak menanggung dan bertanggung jawab membawa jasad tersebut dalam perjalanan panjang sebagai perintah KUN FA YAKUN TUHAN…
Namun kuasa rayuan alam nyata muka bumi ALLAH ini ternyata lebih kuat dari kuasa rayuan jasad dan ruh tadi, setelah lahir ke muka bumi.
Jasad lah yang pertama asyik masyuk dan terbuai oleh kenikmatan muka bumi ALLAH ini.
Karena ruh menempati jasad maka lama kelamaan ruh tadi juga terkontaminasi oleh kesenangan jasad tadi, sehingga ruh mulai lupa dengan syahadah diri nya, tak lagi menyebut nyebut syahadat ruh nya mengakibatkan ruh tadi tertidur dalam kekenyangan nikmat dunia yang di ajarkan oleh jasad. 
Nur Qasam, nur Muhammad dan nur Diri itulah menyatu padu dengan nama RUH,…
Ruh adalah pancaran dari nur Qasam, nur Muhammad dan nur Diri yang bergabung dalam satu kesatuan, sehingga efect dari kesatuan mereka ini maka hiduplah jasad. 
Ruh yang memancar terang benderanglah yang jika tembus ke luar dari pori pori jasad kita yang akan mampu merubah berbagai kondisi gelombang alam muka bumi ini….
* NUR QASAM ITU BERADA DI JANTUNG,
* NUR MUHAMMAD ITU DI TULANG SULBI 
* NUR DIRI ITU DI DALAM OTAK ADA MINYAK, DI DALAM MINYAK ADA BONAK DI DALAM BONAK ITU LAH NUR DIRI.
Kelak jika jasad akan mati maka ketiga nur ini akan berunding terlebih dahulu lalu mereka akan bercerai berai terpisah, nur Qasam dan nur Muhammad akan berjalan lebih dahulu ke alam kematian dan nur Diri akan berjalan di belakang/tinggal di mana jasad tadi lama berada (orang orang sering menyebutnya Qorin dari jasad yang meninggal).
Akhirnya…ruh tadi (NUR QASAM DAN NUR MUHAMMAD) tak lagi tahu siapa dirinya yang sesungguhnya, nur tersebut tertidur pulas, tidur dalam kemalasan, sehingga kekuatan kekuatan yang dia kumpulkan selama dalam rahim pun ikut tertidur tak dapat di gunakan lagi.
Kini jasad hanya memiliki kekuatan otot atau kekuatan zahir saja lagi, yaitu otot, akal dan nafsu…
Jasad hanya mengandalkan tiga kekuatan kasar ini saja dalam hidupnya. 
Jasadnya tak memiliki khasiat lain selain hanya bekerja keras, ber akal dan ber nafsu.
Jasad yang seperti inilah yang di sebut orang orang ilmu hikmah dengan mayat hidup, ”HIDUP SEGAN MATI TAK MAU”
Padahal jika ruh nya tetap memancarkan cahaya energy nya dan jasad bisa mendapat suplai selalu energy tersebut dari ruhnya maka tentu saja kekuatan ototnya akan menjadi kekuatan ganda, otot kawat tulang besi, otot kuat bersepuh gursani (dalam ototnya terpancar khasiat besi qursani) begitu juga dengan akal dan nafsu nya, kedua kemampuan jasad ini akan menjadi kemampuan zahir yang berkhasiat sebagai energy  supranatural…
Nah di sinilah letak betapa sangat penting arti dari bangunnya nur Qasam dan nur Muhammad tadi, agar dapat menerangi perjalanan ke alam kematian yg benar-benar sangat gelap ruang dimensinya, semakin bercahaya nur tersebut maka semakin jelas jalan pulang karena gelap telah ter atasi.
Namun bagi nur atau cahaya nya yang tak pernah bangun tentu saja perjalanan pulang ini adalah perjalanan yang sangat menakutkan, berjalan dalam gelap dengan cahaya penerang hanya 5 volt saja…
Maka bangunkan lah sekuat yang kita mampu NUR BIN CAHAYA NUR QASAM DAN NUR MUHAMMAD tersebut agar kita tak tersesat jalan pulang, ujung ujung mau jalan ke masjid karena gelap kita malah berjalan ke rumah bordil atau area syeithon, maka RUH tadi akan terkontaminasi sifat-sifat syeithon, dan jika lama tersesat di area syeithon itu maka tentu saja NUR yang sekaligus RUH itu akan menjadi syeithon (orang selalu menyebutnya arwah gentayangan.. hihihihihi )
Indah bukan jika kita mengenal siapa diri kita, siapa jasad kita, siapa ruh kita, hingga puncaknya kita mengenal siapa Tuhan kita nan susungguhnya, bukan hanya kenal Tuhan dari nama nya saja tapi kenal langsung pemilik nama tersebut. 
Mengenal sebenar benar mengenal lah yang akan membuat kita mampu mendaya gunakan kemampuan kemampuan yang terdapat dalam NUR tersebut. 
Karena TUHAN sebagai INDUK dari NUR SEMATA MATA itu MEMANG MEMBELAH DAN MEMANCARKAN NUR DIRINYA SENDIRI sehingga BERNAMA NUR QASAM MENITIK MENJADI NUR MUHAMMAD, MEMECAH SEHINGGA MENJADI NUR DIRI untuk MEMBERIKAN DAN MENANCAPKAN kepada MAKHLUKNYA ITU KEBESARAN DAN MAHA KASIH SAYANG SIFAT-SIFATNYA, 
Agar MAKHLUKNYA ITU MENGENALNYA MELALUI SIFAT-SIFAT yang DIA TANCAPKAN TERSEBUT, 
Agar MAKHLUKNYA MENGECAP SEBAGIAN KEKUATAN DARI DIRINYA TERSEBUT, 
Agar MAKHLUKNYA MENYADARI bahwa DIA BENAR-BENAR TUHAN SE TUHAN TUHANNYA, TUHAN YANG TAK BISA DI BANTAH DENGAN LOGIKA DAN TAK TERBANTAHKAN DENGAN NALURI, TAK MAMPU DI TOLAK SECARA ZAHIR APALAGI DI TOLAK SECARA BATHIN.
Maka sekali lagi SYAHADAH RUH SANGAT DI PERLUKAN BAIK DALAM HIDUP SAMPAI BERTEMU DENGAN GERBANG KEMATIAN. 
Wallahu a’lam

Salam 🌹

Iklan