​Jika ada pertanyaan
“Bagaimana penjelasannya kaitan antara roh Makodiyah dengan roh dinniyah dengan orang2  yang mendapat hidayah masuk Islam dan orang2 beriman yg mendapat  hikmah atau petunjuk dari Allah SWT… Apakah ini juga terkait  dengan husnul ibadah dan husnul Sirah dari kehidupan seseorang. Banyak kasus yang menunjukan demikian seperti orang2 non islam masuk islam. orang2 yang mampu menjelaskan suatu peristiwa yang akan terjadi melalui mimpi-mimpi…??
in shaa Allah penjelasannya begini…
Mereka bertanya kepadamua tentang ruh, jawablah olehmu : 

“Ruh itu urusan Tuhanmu, dan Aku tidak akan memberikan ilmu tentang ruh itu kecuali sedikit saja” (QS., Al Isra:85)
kita samakan dulu persepsinya, Ruh tidak sama dgn Jiwa, 
Jiwa itu Sukma tubuh halus manusia, sedang Jasad adalah badan kasar atau wadah Jiwa.
Allah memberikan sedikit pengetahuan tentang Ruh, Karena ruh itu hanya penyatu Jasad dan Jiwa agar bisa hidup berdampingan. 
Kalau di ibaratkan Lampu kenapa bisa menyala ? 
karena ada medan listrik di dalamnya, jadi listrik ini adalah Ruh bagi si Lampu, jika tidak ada Listrik, maka lampu akan mati..
Begitu juga manusia jika ruh kembali kepada asalnya (yg punya Sumber Listrik/Ruh), manusia akan mati, jasad dan jiwanya akan terpisah.
Itu sebabnya dalam AlQuran yg mengalami Ketenangan dan Kesengsaran itu Jiwanya bukan Ruhnya, karena Ruh cuma Listrik agar Jasad dan Jiwa hidup berdampingan.
” Dan jiwa dan apa yang oleh Allah dijadikan untuk menyempurnakannya. Maka Ia mengilhamkan kepadanya yang salah dan yang taqwa (benar), maka sungguh beruntunglah orang yang membersihkan jiwanya dan sungguh merugilah yang mengotori jiwanya”. (QS.As-Syams : 7-10)
Wahai jiwa yang penuh ketenangan, kembalilah kepada Tuhanmu dengan penuh kesenangan dan keridhaan-Ku, masuklah menjadi hamba-Ku, masuklah ke dalam surga-Ku”
Kembali ke asal dengan sempurna, jika ke empat (4) Ruh ini ketemu waktu di dunia, yaitu :
1. RUH SULTHONIYAH ( HAK ALLAH ) Tempatnya di HATI
2. RUH RUHANIYAH (HAK RASULULLAH) QS. Al A’raaf : 172] Tempatnya di Dada [Jantung] dan pada 360 sendi = 360 hari, jika Ruh ini keluar dari Jasad, manusia akan mengalami kematian.
3. RUH MAKODIYAH 

Ruh ini yang suka meninggalkan jasad, termasuk mimpi, ~> mimpi yang benar adalah kita bisa mengingatnya dan menceritakannya dengan jelas, walaupun kejadian mimpinya sudah lama. 
4. RUH JASADIYAH/ DINNIYAH [Nyawa]
ke 4 nya “menjadi” wujud shalat rupa amal di sebut sukma/atma/diri / Ruh suci yaitu, diri sebenar-benarnya diri atau jiwa yang terdiri dari : nama, wujud, rupa, rasa. dan yang akan “membawa” semua Ruh ini adalah wujud kilatan cahaya, yang harus dibawa pulang oleh RUH SUCI/ RUHUL QUDUS kembali kepada asalnya.
ARWAH adalah sifat nyawa yang tidak sempurna, yaitu: 
RUH MAKODIYAH
RUH JASADIYAH/DINNIYAH
ke dua (2) Ruh inilah yang suka di perebutkan oleh bangsa virus, suka di santet, kesurupan, kontrak nyawa (pesugihan) dll
contoh : jika terjadi kecelakaan di jalan, maka darah yang tercecer akan menjadi alam atau tempat tinggal arwah, jadi darah ini adalah merupakan sebuah alam, jika diketemukan oleh bangsa virus maka akan ketularan sifatnya sehingga menjadi jahat. 
Jika rejekinya dari jalan haram, pakaian haram, makanan haram, tidak zakat, tidak sedekah, tidak infaq, pelit kopet bin medit dll, maka darah akan menjadi kotor, viru-virus yg akan menjadi penghuninya… 
virus iri, virus dengki, virus ujub, virus riya, virus dari sifat ilmu turunan dll, yang lebih mengerikan adalah virus koruptor, virus yang sanggup menyengsarakan jutaan rakyat Indonesia…
Bukankah syaitan berjalan di dalam peredaran darah ?? Lhoo bener nggak ??
Bukankah nanti yang akan menemani di kubur adalah amalan/sifat ilmu kita ketika hidup di dunia ?? 
Ruh sama seperti energy, dalam ilmu fisika kita mengenal teori kekekalann energi. 
Teori kekekalan energi mengatakan bahwa energy bersifat kekal, tidak bisa di musnahkan, dihancurkan, atau dilenyapkan. ~> Ia hanya bisa berubah bentuk dalam ruh, dunia, barzah dan alam akhirat kelak. 
Ruh tidak bisa dileyapkan ada kalanya ruh hanya merasa lemah, sakit dan menderita seperti penyakit gelisah, kecewa, dengki, cemas, takut dll. 
Ibaratnya jasad ini kita kotori dengan lumpur di sekujur badan tentunya akan menjadi rupa wujud yang kotor, begitupun dengan diri… 
Orang yang selalu ingat kematian akan senantiasa menjaga dirinya ingkar dari perintah-perintah Allah.~> Hal ini dapat dilakukan dengan  berziarah kubur, membaca al-Qur’an, bergaul dengan orang salih, dan merendahkan diri di hadapan Allah.
Semua akan kembali menurut rasa masing-masing…
Salam🌹

Iklan