Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: bersabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Jeritan anak ketika dilahirkan adalah (karena) tusukan dari syaithan” HR. Al Bukhari (3248), Muslim (15/128 – An Nawawi), dan Ath Thabrani dalam ash Shaghir (29), dan riwayat yang lain darinya dan Ibnu Hibban (6150-6201-6202).
Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

“Tidak ada seorang anakpun yang lahir melainkan syaithan menusuknya hingga menjeritlah si anak akibat tusukan syaithan itu kecuali putra Maryam (Isa) dan ibunya (Maryam)”.
Kemudian Abu Hurairah berkata: Bacalah bila kalian mau (ayat yang berbunyi):

“Dan aku meminta perlindungan untuknya kepada-Mu dan juga untuk anak keturunannya dari syaithan yang terkutuk.” HR. Al Bukhari (3/10-As Sindi), Muslim (15/128-An Nawawi), dan Abu Ya’la (5971)
Anak kecil ini belum mengenal dunia sedikit pun, namun syaithan sudah menyatakan permusuhan dengan menusuknya. (Lihat syarhu shahih muslim oleh imam An Nawawi tentang hadits ini (15/129-130)
Maka siapa yang mencintai anaknya dan ingin menjaganya dari syaithan, hendaklah ia mengikuti metodenya sayyidil mursalin dan beliau bagi kita adalah sebaik-baik pemberi nasihat. 
Beliau sebagaimana diceritakan oleh Abu Dzar Al Ghifari radhiyallahu ‘anhu: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam meninggalkan kami dalam keadaan tidak ada seekor burungpun yang membolak-balikkan sayapnya di udara melainkan beliau sebutkan ilmunya kepada kami”.
Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Tidak ada sesuatupun yang mendekatkan ke surga dan menjauhkan dari neraka kecuali telah diterangkan pada kalian.” HR. Ath Thabrani dalam “Al Kabir” (1647), dan “Ash Shaghir” (1/268), Ahmad dalam Al Musnad(5/153-162) baris pertama darinya.

Termasuk upaya penjagaan terhadap anak dari gangguan syaithan adalah doa seorang suami ketika mendatangi istrinya:
Bismillahi jannibnas syaithana wa jannibis syaithana ma razaqtana

“Dengan nama Allah, Ya Allah, jauhkan kami dari syaithan dan jauhkanlah syaithan dari apa yang Engkau rezkikan kepada kami.”
Maka bila Allah tetapkan lahirnya anak dari hubungan keduanya itu, maka syaithan tidak akan membahayakannya selamanya. HR. Al Bukhari (9/288-Fathul Baari), Muslim (10/1434-An Nawawi), dan selain keduanya.
 RAHASIA TANGISANYA🚼
Ketika lahir kedunia menjadi bayi, manusia menangis sebanyak dua kali, yang menandakan :
1. Tangisan pertama 

adalah menandakan hakekat duka cita karena telah memikul tanggung jawab rahasia Diri Allah yang begitu berat, karena hal ini akan membawa manusia itu kembali dengan 2 jalan pilihan yaitu :
–           jalan ke-ridho-an (Surga)
–          atau jalan kemurkaan (Neraka).
Oleh karena itu manusia harus 

mempertaruhkan hidup mereka kejalan Allah atau kejalan iblis dan sesungguhnya tidak ada pilihan bagi mereka kecuali dua jalan tersebut.
Mereka harus mampu menempuhnya dengan penuh ketabahan dan kesabaran. 
Sesungguhnya jika dia tidak dilahirkan kedunia tanpa berjasad niscaya tanggung jawab yang besar ini tidak harus dipikul olehnya, dan inilah beban pertama sepanjang hayatnya untuk bisa dipertanggung jawabkan oleh hidupnya.

2. Tangisan yang kedua 

adalah hakekat gembira karena telah dilahirkan kedunia ini
Manusia adalah khalifah (Pemerintah) di muka bumi ini, mahluk yang paling mulia di antara mahluk-mahluk yang ada dan memikul suatu tanggung jawab besar yang diserahkan oleh Allah kepadanya, sedangkan tanggung jawab ini tidak sanggup dipikul oleh makhluk lain seperti langit, bumi dan gunung-gunung. 
Sesungguhnya 2 hal yang membuat bayi itu menangis diatas karena terkait dengan dua hal yang menjadi penyebab kita hadir di dunia ini yaitu :
Menanggung Rahasia AllahMenjadi Khalifah di muka bumi..
Adapun bayi menangis dengan menyebutkan huruf  “ Aaa, Iii, Uuu “ 

adalah :
A = memanggil saudara kembarnya datang
I  = meminta tanda mata dari saudara kembarnya
U = saudara kembarnya pulang (gaib)

Apabila anak kecil kadang suka menangis.
Maka janganlah kalian memukul mereka.

Mereka bukan menangis karena semaunya sendiri (suka-suka).
Melainkan mereka menangis karena TIGA perkara:
Dalam usia SETAHUN anak kita:

4 bulan pertama tangisan mereka adalah untuk MENTAUHIDKAN TUHAN-NYA.
4 bulan kedua tangisan mereka adalah untuk BERSHALAWAT kepada NABI-NYA.
4 bulan seterusnya tangisan mereka adalah untuk MENDOAKAN AYAH BUNDA MEREKA dan memohon AMPUN untuk keduanya.
Baginda Rasulullah SAW bersabda:

Janganlah kamu PUKUL anak-anak kamu di sebabkan mereka MENANGIS dalam masa setahun karena pada 4 bulan pertama dari lahir nya ia BERSYAHADAT LA ILAAHA ILLALLAH.
Pada 4 bulan kedua ia bershalawat ke atas ku.
Dan 4 bulan seterusnya ia mendoakan kedua ibu bapa nya.

(HR. Abdullah Ibnu Umar radhiallahu anhu)
Pada riwayat yang lain baginda Rasulullah SAW bersabda:

Tangis anak di waktu kecil adalah pada 4 bulan pertama ia bertauhid dan 4 bulan kedua dia berselawat atas Nabi dan 4 bulan seterusnya ia beristighfar bagi ayah bundanya.
Ketika kita lahir kita menangis, dan tangisan itu akan menjadi warna kehidupan. Saat kita sedih dan juga bahagia terkadang ditandai dengan tangisan. 
Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. (QS. 57:20) 
Imam Anas bin Malik radhiallahu anhu meriwayatkan bahwa:

Baginda Rasulullah SAW bersabda:

Anak-anak SEBELUM sampai BALIGH, maka KEBAIKAN apa saja yang di perbuatnya, dituliskan untuk dirinya dan untuk kedua ayah bundanya.

Dan KEJAHATAN apa saja yang diperbuatnya, maka tidak dituliskan untuk dirinya dan tidak juga untuk kedua ayah bundanya.
Tetapi apabila telah BALIGH berlakulah yang ditulis atasnya itu BAIK dan BURUKnya
Pada hakikatnya manusia lahir ke dunia ini karena ada Rasa, yang tak lain dari Rasa Ibu dan Bapak kita, setelah sah menjadi suami istri.
sejak sah melaksanakan kewajibannya sebagai suami istri, dimana dua rasa bergulung menjadi satu. Didalam rahim sperma tumbuh menjadi segumpal darah, lalu menjadi janin dan ada hidup setelah 120 hari, Allah SWT mengutus Ruhul Qudus kedalamnya. 
Ketika bayi lahir ke alam dunia Ruhul Qudus atau ‘Hidup Suci’ itu kontak dengan hawa-hawa dunia yang mengadung unsur-unsur Air, Angin, Api, dan Tanah, timbullah Nafas yaitu sifatnya Nyawa.
Saat pertama kali bayi mengecap air susu ibunya, maka Rasa Sejatinya atau Rasa Azali nya kontak dengan saripati-saripati makanan yang terkumpul dalam ASI, yang asal kejadiannya pun dari empat unsur-unsur alam dunia tadi, sebab jika Ibunya tidak memakan makanan yang ada di alam ini, tidaklah mungkin akan ada air susunya. 
ASI yang dihisap bayi terus mendorongnya menjadikan sebuah keinginan (nafsu), maka dari situ mulai tumbuhlah Nafsu, yaitu pada saat kontaknya Rasa Sejati dengan Air Susu Ibu.
betapa si bayi merasakan manisnya rasa susu yang membuatnya semakin lama semakin ketagihan, telat diberi ASI pun menangislah sang bayi.
hawa dari makanan dan minuman terus mendorong bayi tumbuh membesar dan memproduksi Darah, inilah yang disebut Roh Jasmani.
Buktinya jika darah manusia beku maka berhenti pula Nafas dan Nafsu-nya, sedangkan Hidup Suci yang di utus Allah SWT tadi sewaktu azali, akan tetaplah Hidup, karena asal dari Sang Maha Hidup. 
Bayi semakin hari semakin tumbuh besar, semakin kuat pula keinginannya, maka semakin tebal pula nafsu-nafsu menghijabnya hingga lupa kepada hidup-nya yang azali. 
Alangkah arifnya bila kita manusia mau mengenal ke asal-usul kejadian dirinya, karena ini semacam barometer untuk mengenali jalan pulang ke kampung asalnya yaitu ke Sagara Hayat, kepada Sang Maha Hidup, Allah SWT.
Maka jadikan dunia ini sebagai sarana dan mencari bekal untuk masuk ke alam selanjutnya. Karena alam yang akan dilalui manusia hanyalah one way, satu tiket. Alias tidak bisa balik lagi…
Pada dasarnya hidup antara huruf B (birth) dan D (dead), di tengah-tengah keduanya ada C (Choice). 
Hidup itu penuh dengan pilihan…
Waspadalah, berhati-hati, bersungguh-sungguh dalam mencari ilmu dan beramal ketika didunia ini.
Salam🌹

Iklan