MATAHARI didalam tubuh kita yaitu NYAWA kita. 

Sesungguhnya NAFAS adalah NYAWA tubuh kita yg sebenar-benarnya tubuh kita yang tidak mengenal cacat,  cela dan tidak binasa.
NYAWA adalah DARAH ada di bawah kulit di atas permukaan daging.
Hakikat NYAWA adalah RASA JASMANI, olahan dari saripati API – ANGIN – AIR – BUMI, maka dari saripati yang empat ini, menjadi NUR DARAH yang empat macam :
1. ALIF – NUR DARAH MERAH 

dari Saripati API, adanya pada DAGING, membesarkan dagingnya bayi, hawanya keluar melalui TELINGA hingga bisa mendengar. [RUHUS SAMMA’ = RASA PENDENGARAN] 
Jadi hakikat dari darah yang terbentuk dari api itu adalah tempat terujudnya sifat Allah yang bernama ‘Azim sehingga bukan darah melainkan sifat Allah yang bernama ‘Azim. 
Ketika terlahirnya sifat Allah yang bernama ‘Azim pada darah, saat itu darah bernama ‘Azimun dan pemahamannya  adalah “ Bukan darah aku melainkan “Azimun semata – mata “
2. LAM – NUR DARAH KUNING 

dari Saripati ANGIN, adanya pada URAT/NADI, membesarkan sumsum bayi, hawanya keluar melalui HIDUNG hingga bisa mencium dan merasa. [RUHUN NAFASI = RASA PENCIUMAN] 
Hakikat urat atau nadi yang terbentuk dari angin adalah tempat terujudnya sifat Allah yang benama Qawi, sehingga bukan urat nadi melainkan sifat Allah yang bernama Qawi. 
Ketika terlahir sifat Allah yang bernama Qawi pada urat dan nadi, saat itu urat dan nadi bernama Qawiyun dan  pemahamannya adalah “ Bukan urat dan nadi aku melainkan Qawiyun  semata-mata “
3. LAM – NUR DARAH PUTIH 

dari Saripati AIR, adanya pada TULANG, membesarkan tulang bayi, hawanya keluar melalui MATA hingga bisa melihat. [RUHUL BASHAR = RASA PENGLIHATAN] 
Hakikat tulang terbentuk dari air adalah tempat terujudnya sifat Allah yang bernama Mahuyi, sehingga bukan tulang melainkan sifat Allah yang bernama Mahuyi. 
Ketika terlahir sifat Allah yang bernama Mahuyi pada tulang, saat itu tulang benama Mahuyi dan pemahamannya  adalah “ Bukan tulang aku melainkan Mahuyi semata – mata “
4. HA – NUR DARAH HITAM 

dari Saripati BUMI, adanya pada KULIT, membesarkan kulitnya bayi, hawanya keluar melalui LIDAH [Mulut] hingga bisa berbicara. [RUHUL KALAMI = RASA PERKATAAN]  Di proses melalui Ilmu, bertemu dengan 
5. NUR DARAH BENING Setelah bayi membesar kulitnya, membesar dagingnya, membesar tulangnya, membesar [banyak] sumsumnya, maka keluarlah hawanya, 
Hakikat kulit dan daging terbentuk dari tanah adalah tempat terujudnya sifat Allah yang bernama Hakim, sehingga bukan kulit dan daging melainkan sifat Allah yang bernama Hakim. 
Ketika terlahir sifat Allah yang bernama Hakim pada kulit dan daging, saat itu kulit dan daging benama Hakimun dan pemahamannya adalah 

“ Bukan kulit dan daging aku melainkan Hakimun semata – mata “
Api, angin, air, tanah, yang merupakan komponen pembentuk darah urat atau nadi, tulang, daging dan kulit hanyalah pembungkus hati, jantung, paru – paru dan buah punggung atau ginjal semata.
Dalam batas ini, difahami bahwa, tubuh manusia tak lebih dari mayat yang terbujur. ~> Walau punya kulit, kulit tidak bisa merasa, berdarah tapi tak mengalir, bertulang tapi tak kuasa menopang tubuh, punya urat dan nadi tapi tak punya kekuatan dan pada saat itu, manusia bukanlah apa-apa dan bukan pula siapa-siapa . 
Manusia hanyalah selembar kulit pembungkus daging, pembungkus urat dan pembungkus tulang yang berisi hati, jantung, paru – paru dan ginjal

BULAN didalam tubuh kita yaitu AKAL kita.
BINTANG didalam tubuh kita yaitu ILMU kita (ada yang banyak dan ada pula yang sedikit)
SYURGA didalam tubuh kita yaitu AMAL SHALEH kita.
NERAKA didalam tubuh kita yaitu DOSA-DOSA kita.
LAUT didalam tubuh kita ada 2 (dua) yaitu :

– LAUT ASIN. didalam tubuh kita yaitu AIR MATA kita.
– LAUT TAWAR didalam tubuh kita yaitu AIR LUDAH kita.
Salam persaudaraan

Iklan